LeBron James di Pusaran Kontroversi: Barkley Sebut Aksi saat Lagu Kebangsaan 'Tidak Hormat'
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Nama LeBron James kembali menjadi perbincangan hangat di jagat bola basket Amerika Serikat, bukan karena aksi gemilang di lapangan, melainkan karena sikapnya saat lagu kebangsaan berkumandang. Bintang Philadelphia 76ers itu menuai kritik tajam setelah rekaman video menunjukkan dirinya seolah tengah berlatih ayunan golf saat “The Star-Spangled Banner” dikumandangkan sebelum pertandingan pembuka musim NBA melawan New York Knicks di Madison Square Garden.
Momen tersebut langsung memicu gelombang reaksi, mulai dari penggemar hingga tokoh politik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform Truth Social, mengecam keras perilaku LeBron James dan menuntut permintaan maaf. Trump menyebut sang pemain telah melecehkan negara serta para pahlawan militer yang gugur demi bendera Amerika.
Kontroversi ini kian memanas ketika legenda NBA, Charles Barkley, turut angkat bicara. Dalam wawancaranya bersama SiriusXM NBA Radio, Barkley menilai tindakan LeBron James memang tidak pantas dilakukan di tengah momen sakral tersebut. “Pertama-tama, saya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan Presiden Trump, tetapi menurut saya itu sangat tidak menghormati. Berlatih ayunan golf di tengah lagu kebangsaan,” ujarnya tegas.
Dukungan Sekaligus Pemisahan Diri dari Trump
Menariknya, meski sepakat dengan kritik Trump, Barkley langsung menegaskan bahwa ia tidak berada di kubu yang sama dengan presiden. Ia menekankan bahwa sikapnya murni didasari rasa hormat terhadap simbol negara, bukan karena pengaruh politik. “Saya selalu berdiri untuk lagu kebangsaan; saya hanya berpikir itu penting. Kita hidup di negara terhebat yang pernah ada,” tambahnya.
Pernyataan Barkley ini menempatkannya pada posisi unik, yaitu mengkritik LeBron James namun tetap menjaga jarak dari narasi politik yang dibangun Trump. Sejumlah pengamat menilai insiden ini memperlihatkan bagaimana isu lagu kebangsaan masih menjadi tema sensitif di dunia olahraga Amerika, terlebih setelah beberapa tim WNBA juga memilih meninggalkan lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Performanya di Lapangan Mulai Menurun
Di sisi lain, kontroversi ini datang bersamaan dengan penurunan performa LeBron James di atas lapangan. Kini berusia 41 tahun, ia tercatat belum mencetak 40 poin dalam satu pertandingan sejak Februari 2025, atau sekitar satu setengah musim lalu. Pada awal musim ini, rata-rata poinnya hanya 16,3 per game dalam tiga laga pertamanya.
Meski begitu, pengaruh LeBron James terhadap jalannya pertandingan tetap terasa. Dalam laga melawan Indiana Pacers, kehadirannya bersama Tyrese Maxey membantu 76ers bangkit dari ketertinggalan. Philadelphia yang sempat tertinggal 15 poin di kuarter kedua berhasil berbalik unggul dan mendominasi kuarter keempat dengan skor 39-21, memastikan kemenangan dramatis di Gainbridge Fieldhouse.
Sementara itu, di belahan kompetisi lain, Stephen Curry baru saja menyamai rekor LeBron James sebagai pemain dengan 40 poin terbanyak setelah berusia 35 tahun. Curry mencetak 44 poin dalam kemenangan Golden State Warriors atas Minnesota Timberwolves, menorehkan laga ke-15 dengan 40 poin atau lebih di usia matang, menyamai capaian James dengan Michael Jordan di posisi ketiga dengan 12 laga.
Refleksi di Tengah Sorotan
Kontroversi seputar sikap LeBron James terhadap lagu kebangsaan menjadi pengingat bahwa status sebagai ikon global membawa konsekuensi besar. Setiap gerak-gerik di ruang publik, termasuk di momen yang dianggap sakral oleh banyak orang, akan selalu menjadi sorotan. Kritik dari Barkley menunjukkan bahwa rasa hormat terhadap simbol negara tetap menjadi nilai yang dijunjung tinggi, terlepas dari perbedaan pandangan politik.
Bagi LeBron James, tantangan ke depan bukan hanya membuktikan bahwa performanya belum habis dimakan usia, tetapi juga menjaga reputasi di tengah pusaran opini publik. Publik bola basket kini menantikan bagaimana sang bintang merespons kritik tersebut dan apakah ia akan kembali menunjukkan kelasnya di lapangan, sebagaimana yang telah ia lakukan sepanjang karier gemilangnya.
