Magrib Hari Ini di Lebak: King Kobra 5 Meter Muncul di Belakang Rumah Warga Curugbitung
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Warga Kampung Lebak Pinang, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, dihebohkan oleh kemunculan seekor king kobra berukuran sekitar 5 meter di belakang rumah penduduk pada Rabu (28/10/2026). Insiden ini terjadi menjelang magrib hari ini, saat warga bersiap menjalankan ibadah salat magrib, sehingga suasana permukiman mendadak tegang. Ular berbisa dengan bobot sekitar 10 kilogram itu membuat warga resah dan memilih menjaga jarak dari lokasi kemunculan.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam karena ular tersebut dinilai agresif. Petugas Damkar Kabupaten Lebak, Atma Wijaya, mengatakan bahwa evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Setelah berhasil diamankan, king kobra dibawa ke posko Damkar Lebak sebelum rencananya dilepasliarkan ke kawasan hutan yang jauh dari permukiman warga.
Menurut keterangan warga, ular itu sebelumnya sempat terlihat di kawasan hutan sekitar kampung. Warga awalnya mengira hewan tersebut akan kembali ke habitatnya, tetapi menjelang magrib hari ini ular itu justru muncul di belakang rumah penduduk. Karena tidak ada warga yang berani menangkapnya, mereka kemudian menghubungi Damkar Lebak untuk meminta bantuan. Situasi itu membuat warga memilih menjaga jarak dari lokasi kemunculan ular berbisa tersebut.
Atma juga menyebut sempat ada warga yang membawa senapan angin untuk menghadapi ular itu. Namun, niat tersebut urung dilakukan karena khawatir justru memicu serangan dari king kobra. Petugas akhirnya mengevakuasi ular tersebut dengan hati-hati hingga berhasil diamankan. Damkar Lebak berencana melepasliarkan hewan itu ke hutan yang jauh dari permukiman agar tidak kembali mengancam keselamatan warga.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemunculan hewan liar di area permukiman, terutama menjelang magrib hari ini ketika aktivitas warga mulai berkurang. Warga diimbau untuk tidak mencoba menangkap sendiri hewan berbisa dan segera menghubungi petugas berwenang. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat persembunyian bagi hewan berbahaya.
Sementara itu, jadwal salat magrib di sejumlah daerah pada hari ini, Kamis, 29 Oktober 2026, berbeda-beda. Di Kota Batu, salat magrib jatuh pada pukul 17.32 WIB, sedangkan di Surabaya dan Palembang jadwalnya juga tidak jauh berbeda. Bagi umat muslim, mengetahui jadwal magrib hari ini sangat penting agar dapat melaksanakan salat tepat waktu. Perintah salat lima waktu sendiri telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya surat Al-Baqarah ayat 43.
Di sisi lain, informasi mengenai jadwal salat menjadi kebutuhan harian masyarakat. Banyak media lokal menyajikan jadwal imsak hingga isya untuk membantu umat muslim. Dengan mengetahui jadwal magrib hari ini, masyarakat diharapkan dapat mengupayakan salat secara sempurna dan tepat waktu, termasuk di tengah situasi darurat seperti evakuasi ular di Lebak yang sempat mengganggu ketenangan warga.
Peristiwa di Curugbitung ini juga menyita perhatian karena bertepatan dengan waktu magrib. Warga yang biasanya bersiap ke masjid atau musala terpaksa menunda aktivitasnya untuk menyaksikan proses evakuasi dari jarak aman. Petugas Damkar Lebak mengapresiasi kesigapan warga yang tidak bertindak sendiri dan memilih melapor.
Hingga berita ini diturunkan, king kobra tersebut masih berada di posko Damkar Lebak untuk selanjutnya dilepasliarkan. Pihak Damkar mengingatkan bahwa king kobra merupakan salah satu ular paling berbisa di dunia, sehingga penanganannya harus dilakukan oleh ahlinya. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik jika menemukan ular di sekitar rumah.
Kejadian ini menambah daftar interaksi antara manusia dan satwa liar di kawasan permukiman. Perlu kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tidak terjadi konflik yang merugikan kedua belah pihak. Warga Curugbitung berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama saat waktu magrib hari ini dan seterusnya. Mereka juga berterima kasih kepada petugas Damkar yang telah bekerja cepat dan profesional.
