Malam Horor Wesley Fofana di Anfield: Dari Handball Fatal hingga Penalti Melayang, Chelsea Siap Tendang Bek Termahal ke Man City?
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Nama Wesley Fofana menjadi sorotan tajam setelah Chelsea tersingkir dari Carabao Cup 2026/2027. Bek asal Prancis itu menjalani laga yang bisa disebut mimpi buruk saat The Blues menghadapi Liverpool di Stadion Anfield, Kamis dini hari WIB (29/10/2026). Dalam duel yang berakhir imbang 1-1 selama waktu normal, Wesley Fofana melakukan dua kesalahan fatal yang langsung berujung pada kekalahan timnya lewat adu penalti dengan skor 5-6.
Kesalahan pertama terjadi ketika Chelsea tengah memimpin melalui eksekusi penalti Morgan Rogers pada menit ke-40. Hanya tiga menit berselang, dalam situasi sepak pojok yang memanas, Wesley Fofana mengangkat tangannya di kotak terlarang. Bola mengenai lengan bek tengah itu, dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Cody Gakpo yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Giorgi Mamardashvili dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Kesalahan kedua justru datang di momen paling menentukan. Dalam adu tos-tosan yang berlanjut hingga sudden death, Wesley Fofana dipercaya menjadi eksekutor kedelapan Chelsea. Namun, tendangannya melayang tinggi di atas mistar gawang. Kegagalan itu membuat Joe Gomez dan Liverpool memastikan kemenangan 6-5, sekaligus mengulang drama final Carabao Cup 2022 di Wembley yang juga dimenangkan The Reds lewat adu penalti.
Beban Harga Selangit dan Rekor Cedera
Penampilan buruk Wesley Fofana terasa lebih menyakitkan mengingat statusnya sebagai salah satu bek termahal dalam sejarah Chelsea. Klub London itu mendatangkannya dari Leicester City pada musim panas 2022 dengan nilai transfer sekitar 80 juta euro, atau setara Rp1,6 triliun pada kurs saat itu. Investasi raksasa tersebut belum sepenuhnya terbayar.
Sepanjang kariernya di Stamford Bridge, Wesley Fofana kerap diganggu cedera. Ia tercatat baru mencatatkan 78 penampilan untuk The Blues, sementara jumlah pertandingan yang dilewatkannya akibat berbagai kendala mencapai 120 laga. Ketidakstabilan performa dan kondisi fisik ini mulai menguji kesabaran manajemen klub.
Lini Belakang Chelsea di Ambang Perombakan Besar
Kekecewaan terhadap lini pertahanan Chelsea sebenarnya bukan hal baru musim ini. Meski manajemen telah merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan Malo Gusto, Marco Palestra, Wesley Fofana, Maxence Lacroix, hingga Jorrel Hato, benteng The Blues tetap rapuh. Chelsea tercatat sudah kebobolan 15 gol hanya dalam delapan pertandingan Premier League awal musim, atau 19 gol dari 11 laga jika menghitung Piala Liga.
Puncak kekecewaan meletus usai kekalahan di Anfield. Menariknya, Liverpool sama sekali tidak menurunkan deretan bintang utama seperti Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Bradley Barcola, Hugo Ekitike, hingga Alexander Isak sejak menit awal. Situasi ini membuat manajemen Stamford Bridge mempertimbangkan secara serius untuk mengakhiri masa bakti Malo Gusto dan Wesley Fofana lebih cepat dari jadwal.
Man City Mengintip Peluang Pecahkan Rekor Dunia
Kabar ketidaksabaran Chelsea ternyata menjadi angin segar bagi Manchester City. Tim besutan Pep Guardiola dilaporkan tidak meragukan kualitas Malo Gusto dan bersiap meluncurkan tawaran besar pada bursa transfer Januari mendatang. Manuver ini disebut masih bergantung pada hasil banding atas vonis 114 pelanggaran Financial Fair Play yang menjerat klub.
Chelsea dikabarkan telah menurunkan patokan harga awal Gusto dari angka 75 juta poundsterling. Namun, dengan tingginya nilai tawar, kepindahan bek berusia 23 tahun itu ke Etihad Stadium berpotensi menembus biaya di atas 50 juta poundsterling. Jika terwujud, transaksi tersebut bakal memecahkan rekor transfer dunia untuk posisi bek kanan yang saat ini dipegang Achraf Hakimi saat diboyong PSG senilai 57 juta poundsterling.
Alonso Tetap Melihat Sisi Positif
Di tengah badai kritik, pelatih Chelsea Xabi Alonso memilih mengambil sisi positif. Ia menilai anak asuhnya mampu tampil kompetitif dan bersaing dengan Liverpool di Anfield, meski harus mengakui hasil akhir tidak sesuai harapan. Alonso juga menyoroti kemampuan timnya melewati situasi sulit, termasuk ketika Maxence Lacroix mengalami cedera.
“Tentu saja, hasil ini bukan yang kami inginkan. Ini juga bukan hasil yang kami harapkan sebelum pertandingan, karena ketika laga harus ditentukan melalui adu penalti, pasti ada pihak yang merasa sedih,” kata Alonso. Ia pun meminta skuadnya segera mengalihkan fokus ke pertandingan Premier League melawan Manchester United di Stamford Bridge pada Sabtu mendatang.
Terlepas dari pembelaan sang pelatih, tekanan terhadap Wesley Fofana dan lini belakang Chelsea kini berada di titik kritis. Jika performa tidak segera membaik, bukan tidak mungkin perombakan besar-besaran—termasuk kemungkinan hengkangnya sejumlah bek mahal—akan benar-benar terjadi pada bursa transfer mendatang. Malam kelam di Anfield bisa jadi titik balik yang menentukan arah masa depan The Blues, sekaligus membuka jalan bagi Manchester City untuk menorehkan sejarah baru di bursa transfer dunia.
