Mariano Díaz Curi Perhatian di Tengah Pesta Gol Barcelona atas Alavés
Inforiau – 01 November 2026 | Pesta enam gol mewarnai laga Barcelona melawan Deportivo Alavés di Camp Nou pada jornada ke-11 LaLiga. Meski tuan rumah berpesta, satu nama dari kubu tamu tetap mencuat ke permukaan, yakni Mariano Díaz, penyerang yang mencetak gol hiburan bagi tim Basque pada menit ke-84. Gol Mariano Díaz itu menjadi satu-satunya torehan Alavés di tengah derasnya serangan Blaugrana, sekaligus menegaskan bahwa mantan pemain Real Madrid tersebut masih memiliki insting membunuh di depan gawang.
Kemenangan 6-1 ini menjadi obat bagi Barcelona setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun, yaitu dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan dari Real Madrid dalam El Clásico. Hasil ini mengembalikan Barcelona ke puncak klasemen dengan koleksi 30 poin, unggul dua angka atas Atlético Madrid yang menang 2-0 atas Levante.
Duel Sengit di Babak Pertama
Sejak peluit pertama, Barcelona tampil menekan. Raphinha membuka keunggulan pada menit ke-8, disusul gol Fermín López pada menit ke-23. Raphinha kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41, sebelum Lamine Yamal menutup babak pertama dengan gol indah pada masa injury time, tepatnya menit 45+1.
Alavés nyaris tidak diberi ruang bernapas. Pelatih Hansi Flick menuntut anak asuhnya tampil tanpa cela selama 90 menit, dan permintaan itu nyaris terpenuhi sepanjang laga. Namun, satu kelengahan di lini belakang membuat Mariano Díaz mampu memanfaatkan kesalahan passing Rodrigo Hernández dan memperkecil kedudukan menjadi 6-1.
Gol Penghibur Mariano Díaz
Bagi Alavés, kekalahan ini memperpanjang tren buruk mereka menjadi tujuh pertandingan tanpa kemenangan, dengan rincian dua imbang dan lima kekalahan. Meski demikian, gol Mariano Díaz setidaknya memberikan sedikit cahaya di tengah keterpurukan tim. Penyerang berusia 33 tahun itu membuktikan bahwa pengalamannya bermain di level tertinggi masih berguna ketika timnya terdesak.
Gol tersebut juga menjadi catatan tersendiri bagi Barcelona. Flick sempat meluapkan kemarahan di pinggir lapangan karena satu-satunya noda hitam dalam pertandingan itu justru lahir dari kesalahan pemainnya sendiri. Dalam laga-laga berintensitas tinggi, seperti yang akan dijalani di Liga Champions, kesalahan semacam itu bisa berakibat fatal.
Papan Atas Semakin Panas
Di pertandingan lain, Atlético Madrid menang 2-0 atas Levante lewat gol Alex Grimaldo dan Giuliano Simeone. Sementara itu, Betis mengalahkan Málaga 2-1 berkat gol Marc Bartra dan Pablo Fornals, sedangkan Rayo Vallecano menghancurkan Celta de Vigo 3-0 melalui dua gol Jorge De Frutos dan satu gol Unai López.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas LaLiga semakin memanas. Real Madrid yang akan bertandang ke markas Racing de Santander pada Minggu berpeluang kembali menempel ketat. Barcelona sendiri masih harus menjaga konsistensi jika ingin mempertahankan posisi puncak.
Performa Mariano Díaz bersama Alavés akan menjadi sorotan tersendiri dalam pekan-pekan mendatang. Meski timnya tengah terpuruk, kontribusi Mariano Díaz di lini depan tetap menjadi aset berharga yang bisa menyelamatkan Alavés dari zona merah. Laga berikutnya akan menjadi ujian bagi Mariano Díaz dan rekan-rekannya untuk bangkit dari keterpurukan.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi pengingat bahwa sepak bola selalu menyisakan cerita di balik skor besar. Di tengah gemilangnya Raphinha dan Lamine Yamal yang masing-masing mencetak dua gol, nama Mariano Díaz tetap layak disebut sebagai sosok yang pantang menyerah hingga menit akhir.
