Ojol Dilindas Mobil BYD di Blok M: Sopir Mengaku Melamun, Polri Jamin Biaya Pengobatan Korban
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Peristiwa ojol dilindas mobil BYD di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih menyita perhatian publik. Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) sore itu mengakibatkan seorang pengemudi ojek online bernama Hasan Syukur (56) mengalami luka serius setelah terlindas mobil listrik berjenis BYD hingga dua kali di Jalan Panglima Polim, Melawai.
Insiden ojol dilindas mobil BYD bermula ketika sopir berinisial S (46) kehilangan kendali atas kendaraannya. Berdasarkan pemeriksaan sementara kepolisian, S mengaku tengah melamun dan mengantuk sebelum insiden nahas tersebut terjadi. Mobil yang dikemudikannya menabrak empat kendaraan lain sebelum akhirnya melindas korban yang sedang berada di lokasi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo mengungkapkan bahwa pelaku panik saat kendaraannya hilang kendali. “Terinjak gas, kemudian panik kaget, hilang kontrol, gasnya semakin terinjak. Kita juga masih mau mendalami terkait dengan fungsi gas dan rem dari kendaraan. Apakah ada permasalahan pada kendaraan tersebut,” ujar Aristo saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2026).
Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya gangguan teknis pada sistem gas dan rem mobil listrik tersebut. S sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka. Hasil tes urine yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa pelaku negatif mengonsumsi alkohol maupun narkotika.
Kondisi Korban dan Operasi yang Dijalani
Korban ojol dilindas mobil BYD, Hasan Syukur, mengalami cedera serius berupa patah tulang kaki kiri dan kebocoran paru-paru. Menantu korban, Eko Priyono (34), mengungkapkan kondisi ayah mertuanya setelah kecelakaan. “Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu,” kata Eko saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
Hasan telah menjalani tindakan operasi pada Sabtu (24/10/2026) dan masih dalam tahap observasi intensif di RS Fatmawati. “Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di Rumah Sakit Fatmawati,” jelas Aristo.
Polri Jamin Seluruh Biaya Pengobatan
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memastikan bahwa Polri menanggung seluruh biaya pengobatan korban ojol dilindas mobil BYD hingga sembuh total. Kepastian tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @suyudiarioseto.official, Selasa (27/10/2026).
“Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total,” tulis Suyudi dalam unggahannya. Penanganan medis akan dikoordinasikan oleh Kepala Rumah Sakit Tk. I Pusdokkes Polri bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Selain itu, korban berpeluang dipindahkan untuk menjalani perawatan lanjutan di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto atau RS Polri Kramat Jati. “Jika kondisi klinis memungkinkan, Karumkit merekomendasikan untuk korban dialihkan perawatannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto demi memastikan perawatan medis berjalan maksimal,” ujar Kapolri.
Rencana pemindahan tersebut sebelumnya telah didiskusikan bersama keluarga saat kunjungan Ditlantas bersama Karumkit ke RS Fatmawati. Namun, pemindahan belum dapat dilakukan lantaran korban masih berada di ruang ICU dan baru selesai menjalani operasi. Pihak RS Fatmawati belum merekomendasikan pemindahan pada malam itu.
“Tapi jika kondisinya sudah memungkinkan, akan dipindahkan karena Pak Kapolri juga akan memberikan jaminan kesembuhan, perawatan, pasca sampai beliau benar-benar pulih. Misalkan pascapenyembuhan masih ada terapi-terapi apa, itu Pak Kapolri semua itu yang akan menjamin di Rumah Sakit Kramat Jati Polri,” ungkap Aristo.
Kronologi dan Penanganan Hukum
Kecelakaan yang melibatkan ojol dilindas mobil BYD ini terjadi pada Jumat sore di Jalan Panglima Polim, kawasan yang cukup padat di Jakarta Selatan. Mobil listrik tersebut menabrak empat mobil sebelum melindas korban hingga dua kali.
Polisi telah menetapkan sopir BYD sebagai tersangka dan masih terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa kemungkinan masalah teknis pada kendaraan. Berbagai pihak mendesak agar kasus ini diusut tuntas mengingat dampak yang dialami korban cukup berat.
Kasus ojol dilindas mobil BYD ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan konsentrasi penuh saat mengemudi, terutama bagi pengemudi kendaraan listrik yang memiliki karakteristik berbeda. Dukungan penuh dari Polri terhadap korban diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mempercepat proses pemulihan.
Dengan jaminan biaya pengobatan hingga tuntas dan rencana pemindahan ke RS Polri Kramat Jati, keluarga korban kini dapat lebih tenang menanti kesembuhan Hasan. Proses hukum terhadap tersangka pun terus berjalan untuk memberikan keadilan bagi korban kecelakaan.
