Pachuca Bungkam América 1-2 di Azteca, Homenaje Guillermo Ochoa Berakhir Pahit
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Laga club américa vs pachuca pada Jornada 14 Torneo Apertura 2026 berakhir dengan kejutan besar. Pachuca sukses membungkam tuan rumah Club América dengan skor 1-2 di Estadio Azteca, sekaligus merusak pesta penghormatan bagi kiper legendaris Guillermo Ochoa yang digelar sebelum pertandingan dimulai. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan pelatih tuan rumah yang datang sebagai pemuncak klasemen.
Pertandingan club américa vs pachuca berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kevin Álvarez sempat memberi peringatan melalui tembakan jarak jauh pada menit kedua, namun justru tim tamu yang membuka keunggulan. Berawal dari perebutan bola di sisi kiri yang berujung pada sepakan keras di area pertahanan, Alan Bautista melepaskan tembakan deras yang tak mampu dibendung Luis Malagón pada menit ke-12. Gol itu menjadi pukulan psikologis bagi tuan rumah yang tengah berusaha tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
América berusaha bangkit. Beberapa peluang emas didapat melalui Carlos Álvarez dan Henry Martín, tetapi ketenangan kiper Pachuca, Carlos Moreno, menjadi tembok kokoh sepanjang pertandingan. Moreno mencatat empat penyelamatan penting yang membuat gawang Tuzos tetap aman hingga turun minum. Di sisi lain, Carlos Moreno tampil sebagai pahlawan tak terduga bagi tim tamu, sementara Malagón di kubu seberang harus bekerja keras menghalau gelombang serangan.
Babak kedua baru berjalan, harapan tuan rumah kembali menyala. Henry Martín memanfaatkan bola lepas di depan gawang dan menyonteknya dengan dada untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Stadion bergemuruh, dan tekanan tuan rumah meningkat. Namun, Pachuca tak tinggal diam. Pelatih tim tamu memasukkan pemain segar seperti Isaías Violante untuk memperkuat lini serang dan menahan gempuran Miguel Borja serta Nicolas Vallejo.
Momen penentu dalam club américa vs pachuca hadir pada menit ke-74. Salomón Rondón, yang tampil sebagai figur berpengalaman di lini depan, menahan bola dengan kelas di dalam kotak penalti sebelum melepaskan umpan matang kepada Oussama Idrissi. Winger asal Maroko itu melepaskan tembakan indah yang melengkung ke sudut gawang, menaklukkan Malagón untuk kedua kalinya. Gol tersebut menjadi karya seni individu yang memastikan tiga poin dibawa pulang ke Bella Airosa.
Laga club américa vs pachuca juga diwarnai kontroversi arbitrase. Pada babak pertama, wasit Maximiliano Quintero sempat dipanggil VAR untuk meninjau potensi pelanggaran kiper Luis Malagón terhadap pemain Tuzos, sekaligus insiden Carlos Álvarez yang terlihat menutup mulut saat berhadapan dengan bek Argentina Sergio Barreto. Publik mendesak penerapan Ley Prestianni, namun Quintero memutuskan tidak memberikan kartu merah kepada Álvarez dan tidak menunjuk titik putih untuk Pachuca. Keputusan itu memicu protes dari kubu tamu, meski laga tetap berlanjut.
Kemenangan ini menjadi oksigen murni bagi Pachuca yang sebelumnya mencatat lima laga beruntun tanpa kemenangan. Tiga poin penuh membuka kembali asa untuk menembus zona Liguilla di sisa tiga pertandingan fase reguler. Sebaliknya, bagi América, kekalahan dalam club américa vs pachuca ini menjadi peringatan serius menjelang akhir turnamen. Para penggemar sempat mencemooh performa tim usai acara penghormatan Ochoa, sementara di media sosial suporter Pachuca merayakan status sebagai ‘papá’ klasik bagi tim ibu kota.
Dengan hasil ini, persaingan papan atas Liga MX semakin memanas. Cruz Azul yang menang 3-1 atas Querétaro terus menempel ketat di posisi kedua, hanya terpaut satu poin dari América. Sementara itu, Pachuca berharap momentum kemenangan atas pemuncak klasemen dapat menjadi pemicu kebangkitan di sisa kompetisi.
Secara keseluruhan, duel club américa vs pachuca membuktikan bahwa Estadio Azteca masih menjadi tempat yang bersahabat bagi Tuzos. Kombinasi disiplin taktik, ketajaman Alan Bautista dan Oussama Idrissi, serta kecemerlangan Carlos Moreno di bawah mistar menjadi resep sempurna kemenangan. Bagi América, evaluasi menyeluruh diperlukan agar ambisi meraih gelar tidak pupus di tengah jalan. Laga ini akan dikenang sebagai malam ketika pesta penghormatan seorang legenda harus ternoda oleh kekalahan di kandang sendiri.
