Pangdam IX/Udayana Baru Tiba di Bali, Tradisi Tepung Tawar Warnai Sinergi TNI-Polri
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Kepemimpinan baru di jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana resmi dimulai. Mayor Jenderal TNI Made Putra Widiastawa tiba di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (20/10/2026), dan disambut langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Bali serta jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana. Kedatangan orang nomor satu di Kodam IX/Udayana tersebut menegaskan komitmen sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata.
Pangdam IX/Udayana tiba bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IX/Udayana, Ny. Desak Putra Widiastawa. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan tradisi tepung tawar yang dipuput oleh pemuka agama Hindu, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar pimpinan baru Komando Daerah Militer IX/Udayana senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan terhindar dari segala rintangan.
Prosesi penyambutan dipimpin Kepala Staf Kodam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali dan para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. Pangdam beserta istri kemudian mengambil tempat di bawah Payung Agung dan disambut tarian tradisional Bali yang anggun, menggambarkan kegembiraan, penghormatan, serta kebanggaan menyambut pemimpin baru beserta keluarga.
Keunikan budaya Bali tampak pada pemasangan udeng atau ikat kepala khas Bali oleh Danrem 163/Wira Satya, Ida I Dewa Agung Hadisaputra, kepada Pangdam IX/Udayana. Udeng bukan sekadar pelengkap busana adat, melainkan mengandung filosofi ngiket manah, yakni mengikat dan memusatkan pikiran agar senantiasa jernih, bijaksana, serta mampu mengendalikan diri dalam menjalankan tanggung jawab. Pada kesempatan yang sama, Ketua Persit KCK PD IX/Udayana menerima pemasangan selendang khas Bali dan penyerahan hand bouquet dari Ketua Persit KCK Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana, Ny. Ayu Agung Hadisaputra.
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menjelaskan bahwa tradisi tepung tawar bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bentuk penghormatan yang mengandung nilai-nilai luhur budaya sekaligus doa bagi pimpinan baru dalam mengemban amanah.
“Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal Bali yang sarat makna, mulai dari penghormatan, ketulusan, hingga doa untuk keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Melalui tradisi ini, kita berharap Pangdam IX/Udayana beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan pengabdian,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan momentum penting untuk melanjutkan pengabdian serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas-tugas kewilayahan. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan soliditas internal satuan, sinergi dengan pemerintah daerah, serta hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bali.
Mayjen TNI Made Putra Widiastawa resmi menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto, yang kini mengemban tugas baru sebagai Pangdam V/Brawijaya. Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI Angkatan Darat. Usai prosesi penyambutan, Pangdam beserta istri bersilaturahmi dengan jajaran Forkopimda Bali, Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, dan pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana, dilanjutkan dengan ramah tamah di Ruang VVIP Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.
Di sisi lain, Komando Daerah Militer IX/Udayana juga berperan penting dalam pembinaan kekuatan pertahanan. Sebanyak 65 pasukan Komponen Cadangan asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, baru saja menyelesaikan pendidikan dasar militer selama tiga bulan di Resimen Induk Kodam IX/Udayana, Denpasar, serta pendidikan kejuruan gabungan di Pusdik Passus Batu Jajar, Jawa Barat. Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara, menyebut keberhasilan tersebut sebagai pencapaian yang patut diapresiasi karena para Komcad telah melewati kerasnya tantangan pendidikan militer.
Para pasukan Komcad itu nantinya akan bergabung di Kodim 1620/Lombok Tengah untuk memperkuat ketahanan wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa peran Komando Daerah Militer IX/Udayana tidak hanya terbatas pada wilayah Bali, tetapi juga mencakup pembinaan sumber daya manusia pertahanan di jajaran teritorialnya.
Rangkaian penerimaan Pangdam IX/Udayana akan dilanjutkan dengan acara pisah sambut pada Rabu (21/10/2026) di Markas Komando Daerah Militer IX/Udayana, Jalan Udayana No. 1, Denpasar. Kegiatan tersebut menjadi awal pelaksanaan tugas dan pengabdian Mayjen TNI Made Putra Widiastawa sebagai pimpinan baru Kodam IX/Udayana.
Secara keseluruhan, penyambutan Pangdam IX/Udayana baru menjadi cermin harmonisasi antara tradisi lokal, sinergi TNI-Polri, serta komitmen penguatan pertahanan wilayah. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menjaga kondusivitas Bali dan wilayah sekitarnya, sekaligus memperkokoh hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
