Parisman Kenang Iskandar Hoesin sebagai Panutan Olahraga Riau, Sosok Aktif di Berbagai Organisasi
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, Iskandar Hoesin, pada Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Parisman Kenang Iskandar Hoesin sebagai Panutan Olahraga Riau, sosok yang dinilai telah banyak berkontribusi bagi perkembangan dunia keolahragaan di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning itu.
Parisman langsung mendatangi rumah duka yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Nomor 159, Pekanbaru, untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kedatangan orang nomor dua di DPRD Riau itu menjadi bentuk nyata kedekatan antarlembaga legislatif dan insan olahraga daerah.
“Atas nama seluruh anggota DPRD Riau, saya menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ketua Umum KONI Riau Iskandar Hoesin,” ujar Parisman kepada awak media di rumah duka.
Sebagai Ketua Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Riau, Parisman menilai kepergian Iskandar merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga daerah. Menurutnya, almarhum adalah figur yang konsisten aktif di berbagai organisasi olahraga dan kerap menjadi rujukan banyak pihak.
“Kita kehilangan panutan di dunia olahraga karena beliau merupakan sosok yang aktif di berbagai organisasi olahraga,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali bagaimana Parisman Kenang Iskandar Hoesin sebagai Panutan Olahraga Riau. Bagi Parisman, dedikasi almarhum tidak hanya terlihat dari jabatannya sebagai ketua KONI, tetapi juga dari keterlibatannya yang luas dalam membina atlet serta mengembangkan ekosistem olahraga di tingkat daerah.
Perjalanan Karier dan Dedikasi Almarhum
Iskandar Hoesin dikenal sebagai tokoh yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan olahraga Riau. Kepemimpinannya di KONI Riau menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pembinaan prestasi atlet, mulai dari level pelajar hingga profesional. Berbagai program pembinaan dan kompetisi daerah tidak lepas dari peran serta pemikirannya.
Selain memimpin KONI, almarhum juga aktif dalam sejumlah organisasi keolahragaan lainnya. Hal ini membuat namanya lekat sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan berbagai cabang olahraga di bawah naungan induk organisasi yang berbeda.
Bagi kalangan insan olahraga Riau, kehadiran Iskandar selama ini menjadi sumber semangat. Banyak pelatih dan atlet muda yang mengaku mendapatkan dukungan moral maupun fasilitas dari kepemimpinan almarhum. Tak heran bila kabar kepergiannya langsung menuai duka dari berbagai kalangan.
Wafat Setelah Empat Hari Perawatan
Iskandar Hoesin mengembuskan napas terakhir pada usia 75 tahun di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Sebelum wafat, ia menjalani perawatan intensif selama empat hari. Pihak keluarga dan kerabat terus mendampingi almarhum hingga saat-saat terakhir.
Jenazah almarhum dijadwalkan dimakamkan setelah salat Ashar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lokomotif, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru. Sejumlah tokoh, pejabat, serta rekan-rekan sesama pengurus organisasi olahraga diperkirakan akan hadir untuk mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Ucapan duka cita pun terus mengalir, baik dari lingkungan pemerintahan provinsi, DPRD Riau, maupun dari pengurus cabang olahraga. Semua sepakat bahwa almarhum meninggalkan jejak yang sulit digantikan, terutama dalam hal keteladanan dan komitmen terhadap kemajuan olahraga daerah.
Parisman Kenang Iskandar Hoesin sebagai Panutan Olahraga Riau juga menyiratkan harapan agar semangat almarhum dapat diteruskan oleh generasi penerus. Menurutnya, sosok seperti Iskandar perlu dicontoh karena mampu menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat.
Harapan untuk Dunia Olahraga Riau
Ke depan, DPRD Riau diharapkan terus mendukung program-program keolahragaan yang telah dirintis almarhum. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan KONI dinilai krusial agar prestasi atlet Riau tetap bersinar di kancah nasional maupun internasional.
Parisman menegaskan bahwa duka ini seharusnya menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dalam pembinaan olahraga. Dengan begitu, warisan perjuangan Iskandar Hoesin tidak berhenti pada satu generasi saja.
Sebagai penutup, kepergian Iskandar Hoesin meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga Riau. Parisman Kenang Iskandar Hoesin sebagai Panutan Olahraga Riau menjadi pengingat bahwa keteladanan dan kerja keras almarhum patut diteruskan. Semoga amal ibadah almarhum diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
