Tanpa Mo Salah, Liverpool Diingatkan Sulit Temukan Pengganti Selevel di Anfield
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Kehilangan mo salah menjadi pukulan besar bagi Liverpool. Winger asal Mesir itu meninggalkan Anfield pada musim panas lalu dengan catatan luar biasa: 257 gol dan lebih dari 100 assist dalam 442 penampilan, plus dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions. Kini, pertanyaan terbesar yang menghantui publik Anfield adalah siapa yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan mo salah.
Setelah hengkang ke Trabzonspor pada Agustus lalu, mo salah justru tetap tajam. Ia telah mencetak 10 gol dalam 10 pertandingan bersama klub Turki tersebut, membuktikan bahwa ketajamannya belum pudar sedikit pun. Sementara itu, Liverpool berusaha membangun lini serang baru di bawah asuhan pelatih Andoni Iraola dengan mendatangkan sejumlah nama mahal.
Beban Berat Para Pengganti
Liverpool mendatangkan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain, Alexander Isak, Hugo Ekitike, serta Victor Munoz dari Osasuna. Ketiganya digadang-gadang menjadi tumpuan baru, dengan total biaya transfer yang mencapai angka fantastis. Namun, tak ada satu pun yang benar-benar berposisi natural sebagai winger kanan, posisi yang selama bertahun-tahun menjadi milik mo salah.
Barcola, yang sebenarnya lebih bersinar di sisi kiri, belum sepenuhnya nyaman dengan peran barunya. Munoz, Rio Ngumoha, dan Cody Gakpo pun harus berbagi tugas di sisi kanan. Meski demikian, keempatnya mampu berkontribusi hingga membawa Liverpool bertengger di peringkat keempat klasemen Premier League.
Van Dijk: Tak Ada yang Bisa Menyamai Mo Salah
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, angkat bicara soal tekanan yang dihadapi para penyerang anyar. Ia menegaskan bahwa tidak ada winger yang mampu mereplikasi pencapaian mo salah selama sembilan tahun di Anfield.
“Saya rasa orang-orang menerima fakta itu. Tidak ada satu pun yang bisa mengulangi apa yang Mo lakukan selama bertahun-tahun sebagai winger,” ujar Van Dijk. “Semoga saja itu segera terjadi, tapi apa yang dia lakukan begitu luar biasa. Sama juga dengan Sadio dan Bobby.”
Van Dijk menambahkan bahwa Liverpool sebagai klub besar tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Menurutnya, selalu ada pemain baru yang akan bersinar dan tampil untuk klub. “Klub akan selalu bergerak maju pada titik tertentu,” tegasnya.
Peringatan Keras untuk Calon Rekrutan
Di bursa transfer, Liverpool sempat dikaitkan dengan winger Feyenoord, Anis Hadj Moussa, sebagai salah satu solusi. Namun, pengamat sepak bola Kenneth Perez memberikan peringatan keras. Menurutnya, pemain berusia 24 tahun itu belum cukup mumpuni untuk level klub elit Eropa.
“Hadj Moussa melakukan hal-hal yang juga terlihat di level elit, hanya saja kecepatannya… Saya tidak ingin mengatakan Eredivisie tidak berarti, tetapi delapan klub teratas di Eropa berada di liga mereka sendiri,” ujar Perez. “Dia punya sifat luar biasa, tapi saya rasa dia belum punya bagian akhir yang dibutuhkan untuk bermain di level itu. Ketika orang berkata dia bisa pergi ke City atau Liverpool, itu harapan yang terlalu tinggi.”
Analisis data dari SciSports turut memperkuat kekhawatiran tersebut. Meski perkembangan permainannya pesat sepanjang 2026, Hadj Moussa dinilai masih jauh dari standar untuk menjadi pemain reguler di klub sekelas Liverpool.
Jendela Transfer Januari Jadi Momentum
Dengan jendela transfer Januari yang kian dekat, Liverpool menghadapi dilema. Mereka sempat mempertimbangkan Yankuba Minteh, Ismaila Sarr, dan Ibrahim Mbaye sebelum akhirnya memilih Munoz dan Barcola. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan lini serang baru mampu melupakan bayang-bayang mo salah dan tampil konsisten sepanjang musim.
Perjalanan Liverpool pasca era mo salah memang baru dimulai. Kemenangan atas Brighton pekan lalu menjadi sinyal positif, dengan Barcola, Florian Wirtz, dan Isak mulai menunjukkan chemistry. Namun, untuk benar-benar melupakan sosok sebesar mo salah, dibutuhkan lebih dari sekadar kemenangan sesaat. Dibutuhkan konsistensi, ketajaman, dan mental juara yang selama ini identik dengan sang legenda Anfield.
Editor: Sukri Mustakim
