Pencarian Korban Kecelakaan Heli Karhutla di Seruyan Berlanjut, Satu Kru Masih di Kabin
Inforiau – 06 November 2026 | KUALA PEMBUANG — Upaya pencarian korban kecelakaan heli pemadam karhutla di Perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, kembali dilanjutkan pada Kamis (5/11/2026). Tim gabungan menyisir lokasi jatuhnya helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang membawa delapan kru saat misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Helikopter yang berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang itu jatuh pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, sekitar satu kilometer dari bibir pantai Desa Sungai Perlu. Insiden terjadi saat pesawat melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Dari delapan orang di dalamnya, lima dilaporkan selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, dua dinyatakan meninggal dunia, dan satu kru masih dalam pencarian karena diduga terjebak di kabin.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung menuju lokasi setelah melepas keberangkatan dua jenazah dari Bandara Kuala Pembuang. “Ini masih proses pencarian. Mudah-mudahan hari ini bisa kita keluarkan dari pesawat yang di dalam air,” ujarnya kepada awak media.
Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agus Supriadi mengatakan pihaknya menyiapkan kapal berukuran besar serta peralatan selam untuk membantu tim di lapangan. Operasi pencarian korban kecelakaan heli pemadam karhutla dilakukan dengan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, dan tim penyelamat lainnya.
Duka mendalam dirasakan keluarga Letkol Anwar, salah satu prajurit yang gugur. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Bandung sebelum dimakamkan dengan penghormatan militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Kakaknya, Letkol CPL Agus Priyatna, menyebut Anwar sebagai sosok yang mencintai keluarga dan orang tua. “Informasi dari satuan yaitu kecelakaan. Delapan orang, meninggal tiga orang, lima selamat,” katanya.
Jenazah Kapten Nurhafiz Akbar juga telah tiba di Semarang menggunakan pesawat CASA 212 dan disambut upacara militer. KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi turut mendampingi. Sementara itu, jenazah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah dibawa ke Bandung.
Hingga Kamis sore, pencarian korban kecelakaan heli pemadam karhutla masih berlangsung di sekitar perairan Seruyan. Tim penyelamat berharap satu kru yang diduga berada di dalam badan pesawat dapat segera dievakuasi. Penanganan korban luka dan proses evakuasi terus dilakukan agar seluruh rangkaian musibah ini tuntas.
Editor: Apriyanto
