Pesta Gol di Kanjuruhan! Arema FC vs Dewa United Berakhir 4-0, Singo Edan Akhiri Puasa Kemenangan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Duel arema fc vs dewa united dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 akhirnya tuntas dengan skor sensasional. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Minggu (25/10/2026) sore, tuan rumah Arema FC sukses melumat tamunya Dewa United dengan skor telak 4-0. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Singo Edan setelah lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan, sekaligus membuktikan bahwa tim asuhan pelatih interim Andre Caldas masih punya taring di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan arema fc vs dewa united sejatinya berjalan tidak sesuai dugaan banyak pihak. Dewa United yang datang dengan status tim belum terkalahkan justru mendominasi penguasaan bola. Statistik mencatat bola lebih banyak dikuasai Banten Warriors, bahkan sempat menyentuh angka 67 hingga 70 persen. Namun, dominasi itu tak berbuah apa pun karena Arema FC tampil begitu efektif dan disiplin sepanjang laga.
Careca Jadi Bintang dengan Brace
Arema FC membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Careca. Gelandang serang berpaspor Brasil itu memanfaatkan umpan terobosan kompatriotnya, Gabriel Silva, yang menyisir pertahanan Dewa United dari sayap kiri. Umpan akurat Gaby ke jantung pertahanan disambut akselerasi Careca, lalu dituntaskan dengan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Sonny Stevens. Skor 1-0 untuk Singo Edan bertahan hingga turun minum.
Selepas jeda, Arema FC langsung mengejutkan lawan. Pada menit ke-50, Careca kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan yang awalnya sempat dianulir wasit karena dianggap bola belum melewati garis. Namun, setelah meninjau VAR, gol tersebut disahkan. Brace Careca pun tercipta, sekaligus menegaskan ketajaman pemain berusia 31 tahun itu.
Otusanya dan Guevarra Lengkapi Pesta Gol
Dewa United berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, termasuk melakukan dua pergantian pemain pada menit ke-60. Sayangnya, upaya itu justru membuka ruang bagi Arema FC. Pada menit ke-63, Samuel Otusanya masuk menggantikan Blade yang mengalami cedera. Hanya berselang dua menit, Otusanya langsung membayar kepercayaan pelatih dengan gol ketiga Arema FC pada menit ke-64 usai memanfaatkan umpan Marcos Vinicius.
Pesta gol tuan rumah ditutup oleh Julian Guevarra pada menit ke-94, tepat di masa tambahan waktu. Gol keempat itu memastikan kemenangan telak 4-0 bagi Arema FC, sekaligus menutup laga arema fc vs dewa united dengan catatan yang begitu meyakinkan bagi tim tuan rumah.
Efektivitas Kunci Kemenangan
Menariknya, kemenangan besar ini lahir dari jumlah tembakan yang jauh lebih sedikit dibandingkan lawan. Dewa United tercatat melepaskan 19 tembakan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang dan tak satupun berbuah gol. Sementara Arema FC hanya mencatat sembilan tembakan, namun lima di antaranya mengarah ke gawang dan empat berujung gol.
| Statistik | Arema FC | Dewa United |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 33% | 67% |
| Total Tembakan | 9 | 19 |
| Tembakan ke Gawang | 5 | 3 |
| Gol | 4 | 0 |
Komposisi berbeda yang dipasang Andre Caldas menjadi salah satu faktor penting. Ia menurunkan formasi 4-3-3 tanpa striker murni, mengandalkan trio gelandang serang Careca, Gaby, dan Marcos Vinicius, yang ditopang Matheus Blade, Betinho, serta Arkhan Fikri sebagai kapten. Skema serangan balik cepat itu terbukti mampu menghukum Dewa United yang terlalu asyik menyerang.
Dampak bagi Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Arema FC naik ke peringkat sembilan klasemen sementara dengan nilai enam, hasil dari dua kemenangan musim ini. Sebelumnya, Singo Edan juga menang 4-0 atas tim promosi Isanmulang Kalteng pada pekan pertama. Adapun Dewa United masih bertahan di posisi kedua, tetapi status belum terkalahkan mereka terancam tergusur bila tim lain melakoni laga pekan ketujuh.
Kemenangan ini jelas menjadi suntikan moral besar bagi Arema FC yang sempat terpuruk akibat kekalahan dari Persija dan Garudayaksa serta tiga hasil imbang beruntun. Bagi Dewa United, kekalahan pertama musim ini menjadi tamparan keras yang menuntut evaluasi menyeluruh, terutama soal penyelesaian akhir yang kurang tajam.
Secara keseluruhan, laga arema fc vs dewa united menjadi pelajaran berharga bahwa penguasaan bola bukan segalanya. Efektivitas, disiplin taktik, dan ketenangan di depan gawang terbukti lebih menentukan hasil akhir. Arema FC membuktikan diri masih layak diperhitungkan, sementara Dewa United harus segera bangkit agar tetap bersaing di papan atas. Pesta empat gol di Kanjuruhan pun menjadi momen pembuktian bahwa Singo Edan belum habis.
Editor: Sukri Mustakim
