Phil Foden Bangkit! Hat-trick ke Gawang AEK Athens Jadi Sinyal Kembalinya Sang Maestro Manchester City
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Nama Phil Foden kembali bergema di jagat sepak bola Eropa. Setelah sekian lama tenggelam dalam performa yang naik-turun, bintang Manchester City itu menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang meyakinkan dengan torehan empat gol dalam dua pertandingan terakhir, termasuk sebuah hat-trick spektakuler saat The Citizens membungkam AEK Athens 5-1 di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan. Kebangkitan Phil Foden ini menjadi angin segar bagi skuad asuhan Enzo Maresca yang tengah berjuang menjaga konsistensi di berbagai kompetisi.
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, secara terbuka mengungkapkan komitmennya untuk mengembalikan Phil Foden ke puncak permainan terbaiknya. Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa membimbing pemain berusia 26 tahun tersebut kembali bersinar merupakan tanggung jawab pribadinya. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada musim panas lalu, Maresca menjadikan pemulihan kepercayaan diri Foden sebagai salah satu prioritas utamanya.
Perjalanan Phil Foden memang tidak selalu mulus. Sebelum mencetak gol dalam kemenangan 3-2 atas Ipswich Town akhir pekan lalu, ia sempat melewati periode kering gol selama sepuluh bulan. Pada musim 2023/24, gelandang serang itu tampil luar biasa dengan torehan 27 gol dan menyapu berbagai penghargaan individu utama Liga Premier, termasuk gelar PFA Player of the Year 2024. Namun, standar gemilang tersebut sulit dipertahankan dalam dua musim terakhir, membuat posisinya di starting eleven City dan timnas Inggris sempat goyah.
Maresca mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali melakukan pembicaraan empat mata dengan Foden, terutama pada awal masa kepelatihannya. Ia ingin memastikan sang pemain memahami betapa pentingnya peran dirinya bagi tim, terlebih saat Foden absen dari skuad Inggris untuk Piala Dunia.
“Sejak kami mulai bekerja, saya berbicara empat mata dengan Phil dua atau tiga kali, terutama pada awalnya, hanya untuk menunjukkan kepadanya, saya tidak tahu apakah kasih sayang adalah kata yang tepat, tetapi untuk menunjukkan betapa pentingnya dia,” ungkap Maresca.
“Saya sudah mengenal Phil sejak bertahun-tahun lalu, jadi saya tahu betapa bagusnya dia. Karena berbagai alasan, dalam beberapa tahun terakhir dia tidak cukup bagus. Namun, saya pikir ketika Anda memiliki pemain seperti Phil, tim Anda menjadi lebih baik karena ini soal meningkatkan kemampuan pemain. Bagi saya, sudah menjadi tugas saya untuk mencoba membantunya kembali menjadi salah satu pemain terbaik di Inggris,” tambahnya.
Meski demikian, Maresca tetap berhati-hati. Ia mengingatkan bahwa dua penampilan terakhir bukanlah bukti final kembalinya Foden ke performa terbaiknya. Foden sendiri mengakui bahwa masih ada jalan panjang sebelum ia benar-benar merebut kembali performa yang mengantarkannya menjadi pemain terbaik Liga Premier. Ia menilai dirinya kini berada di jalur yang tepat.
Kebangkitan Phil Foden juga menghidupkan kembali perdebatan publik tentang siapa yang layak menghuni lini serang timnas Inggris. Mantan pemain Chelsea, Jason Cundy, dalam sebuah diskusi di TalkSPORT, diminta meranking tiga nama gelandang serang Inggris: Foden, Cole Palmer, dan Morgan Rogers. Cundy secara spontan menempatkan Rogers di posisi teratas, disusul Palmer, baru kemudian Foden.
“Ini soal apa yang Anda lakukan di Liga Premier. Apa yang Anda lakukan melawan lawan yang lebih tangguh, atau di fase akhir Liga Champions,” ujar Cundy, menekankan bahwa Foden perlu membuktikan konsistensinya melawan tim-tim besar.
Meski begitu, rekam jejak Foden tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini berusia 26 tahun, ia telah meraih enam gelar Liga Premier dan satu trofi Liga Champions. Ia juga hampir menembus 400 penampilan bersama City, dengan kontribusi 185 gol dan assist dalam 377 pertandingan. Sebuah catatan yang menegaskan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik generasi Inggris.
Selain Foden, Maresca juga tengah mengasah gelandang serang berusia 23 tahun, Rayan Cherki. Pemain asal Prancis itu tampil memukau dengan gol-gol luar biasa melawan Liverpool dan AEK Athens. Namun, Maresca menegaskan Cherki harus meningkatkan kedisiplinan dalam menempatkan diri agar bakat besarnya dapat dimaksimalkan.
“Saat ini Rayan adalah salah satu pemain terbaik di Eropa. Ketika dia berada di posisi yang tepat, dia selalu berbahaya. Terkadang, karena dia menyukai bola dan gemar banyak bergerak, dia justru sering berada di posisi yang salah,” kata Maresca, yang sempat membandingkan Cherki dengan legenda seperti Alessandro Del Piero dan Zinedine Zidane.
Di tengah sorotan terhadap performa para pemainnya, Maresca mencatat start impresif di Etihad Stadium dengan memenangi tujuh pertandingan Liga Premier pertamanya. Satu-satunya kekalahan City di seluruh kompetisi datang saat tumbang 4-2 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions. Namun, performa apik tersebut tak lepas dari bayang-bayang kasus aturan keuangan klub yang masih bergulir, dengan banding atas putusan bersalah terkait lebih dari 100 dugaan pelanggaran yang berpotensi mendatangkan sanksi berat.
Menatap pertandingan melawan Aston Villa pada Sabtu mendatang, Maresca berharap momentum kebangkitan Phil Foden dapat terus berlanjut. Bagi City, kembalinya Foden ke performa terbaik bukan sekadar soal menambah opsi di lini serang, melainkan soal menghadirkan kembali sosok pembeda yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Dengan bimbingan intensif dari Maresca dan dorongan untuk terus membuktikan diri, Phil Foden kini berada di persimpangan karier yang menentukan. Hat-trick ke gawang AEK Athens menjadi sinyal bahwa sang maestro Manchester City belum selesai. Kini, tugas berikutnya adalah membuktikan bahwa kebangkitan ini bukan sekadar kilasan, melainkan awal dari kembalinya seorang pemain kelas dunia yang pernah membuat sepak bola Eropa iri.
