Popularitas Bahlil Kalahkan AHY di Survei IPO, Golkar Buka Suara: Ini Rahasianya!
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Popularitas Bahlil kalahkan AHY di survei IPO, ini tanggapan Golkar, menjadi sorotan publik setelah hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) dirilis pada Sabtu (24/10/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menempati posisi teratas sebagai menteri paling diingat publik dalam survei bertajuk “Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih”.
Dalam kategori top of mind, Bahlil meraih 37,5 persen, mengungguli Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (34,1 persen), Menko Pangan Zulkifli Hasan (21,7 persen), dan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (16,5 persen). Sementara itu, ketika responden diberikan daftar nama menteri, Bahlil kembali memimpin dengan 70,4 persen, disusul AHY 62,5 persen, Cak Imin 60,9 persen, dan Zulkifli Hasan 48 persen. Popularitas Bahlil kalahkan AHY di survei IPO, ini tanggapan Golkar pun langsung mencuat ke permukaan.
Survei IPO melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error ±2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra, menjelaskan bahwa top of mind mengukur kemampuan masyarakat menyebut nama menteri secara spontan tanpa bantuan daftar. “Angka ini menunjukkan tingkat pengenalan yang tinggi, tetapi bukan otomatis menjadi ukuran kinerja,” ujarnya.
Menanggapi hasil survei, Sekretaris Akademi Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, mengklaim popularitas Bahlil kalahkan AHY di survei IPO, ini tanggapan Golkar, tidak terlepas dari kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat. Menurut Arief, keberpihakan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi dan produksi nasional, tetapi juga harus memastikan masyarakat terlibat dalam kegiatan ekonomi, memperoleh manfaat sumber daya alam, dan terlindungi daya belinya.
“Kebijakan yang memberikan ruang kepada rakyat kecil, mulai dari pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, hingga menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan negara berpihak kepada rakyat,” kata Arief dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Bahlil juga mencatat popularitas tinggi di sektor ekonomi, yakni 77,4 persen, jauh di atas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (23,5 persen). Dari sisi kinerja, Bahlil memperoleh kepuasan tertinggi 31,1 persen, disusul Airlangga 4,5 persen dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 2,0 persen. Di kelompok politik dan keamanan, Mendagri Tito Karnavian memimpin dengan 28,5 persen.
Pengamat menilai popularitas Bahlil kalahkan AHY di survei IPO, ini tanggapan Golkar, juga dipengaruhi eksposur publik yang tinggi. Bahlil tidak hanya memegang Kementerian ESDM, tetapi sejak 1 Oktober 2026 juga ditugaskan sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Selain itu, kebijakan seperti program MBG yang sempat viral dengan plesetan “Mas Bahlil ganteng” turut memperkuat ingatan publik.
Meski demikian, publik diminta membaca hasil survei dengan kritis. Top of mind bukan ujian kinerja, melainkan ukuran seberapa mudah sebuah nama muncul dalam ingatan. Psikolog Amos Tversky dan Daniel Kahneman melalui konsep availability heuristic mengingatkan bahwa kemudahan mengingat tidak selalu sama dengan bobot sebenarnya. Oleh karena itu, popularitas Bahlil kalahkan AHY di survei IPO, ini tanggapan Golkar, perlu dilihat sebagai cermin awal, bukan kesimpulan akhir.
Sebagai penutup, hasil survei IPO menunjukkan bahwa Bahlil Lahadalia memiliki modal elektoral yang kuat di mata publik. Dukungan Partai Golkar melalui pernyataan Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa kebijakan pro-rakyat di sektor energi menjadi kunci popularitas tersebut. Namun, tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa tingginya pengenalan berbanding lurus dengan kinerja nyata yang dirasakan masyarakat. Publik akan menanti apakah popularitas ini mampu bertahan hingga akhir pemerintahan.
