Porto FC Cetak Sejarah 86 Tahun: Goleada 4-0 atas Estoril dan Dominasi Absolut di Liga Portugal
Inforiau – 01 November 2026 | Porto FC kembali menunjukkan kelasnya sebagai raja Liga Portugal musim ini. Dalam laga yang digelar di Estádio do Dragão, pasukan asuhan Francesco Farioli menghancurkan Estoril Praia dengan skor telak 4-0, sekaligus mencatatkan rekor luar biasa: sepuluh kemenangan beruntun di sepuluh jornada pertama. Prestasi ini menjadi yang terbaik bagi Porto FC dalam 86 tahun terakhir, menyamai capaian musim 1939/40 ketika klub berjuluk Dragões itu memenangi 13 laga awal.
Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Porto FC di puncak klasemen dengan 30 poin, tetapi juga memperlebar jarak menjadi delapan poin dari Benfica di posisi kedua yang baru akan bermain pada Senin mendatang. Estoril Praia, sang juru kunci, semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya dua poin dari delapan kekalahan, tanpa satu pun kemenangan.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Penuh Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off, Porto FC langsung mengambil inisiatif. Penguasaan bola mencapai 70 persen di babak pertama, dengan 16 tembakan dilepaskan berbanding hanya dua dari pihak lawan. Gol pembuka lahir cepat pada menit keempat melalui aksi indah Borja Sainz yang mengirim umpan terobosan ke kotak penalti. Pepe kemudian menyodorkan bola kepada Victor Froholdt, dan gelandang muda Denmark itu tinggal menyelesaikan dengan kaki kirinya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum meski Porto FC terus menciptakan peluang emas.
Di babak kedua, tempo permainan sempat menurun. Namun, Porto FC kembali menggila pada menit ke-64 lewat gol spektakuler Borja Sainz. Menerima umpan tumit dari Gabri Veiga, winger Spanyol itu melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Martin Turk. Enam menit berselang, André Silva yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola rebound dari tembakan Veiga. Veiga sendiri menutup pesta gol pada menit ke-73 dengan penyelesaian teknis nan elegan usai menerima umpan dari Sainz.
Peran Penting Dua Bek Polandia
Di balik kemenangan besar ini, peran Jakub Kiwior dan Jan Bednarek di lini pertahanan Porto FC patut mendapat sorotan. Keduanya tampil solid dan nyaris tanpa cela. Bednarek bahkan memiliki peluang mencetak gol melalui sundulan dan tembakan jarak jauh, meski belum berbuah manis. Ia juga menerima kartu kuning pada menit ke-34 setelah menginjak kaki Andre Lacximicant. Sementara Kiwior melakukan penyelamatan krusial dengan memblok tembakan Lacximicant saat skor masih 1-0. Bednarek ditarik keluar pada menit ke-73 dan digantikan Alan Varela, sedangkan Kiwior bertahan hingga peluit akhir.
Kiper Diogo Costa juga mencatatkan clean sheet berkat sedikit keberuntungan. Pada menit ke-78, tembakan keras Nail Omerović membentur mistar gawang, lalu mengenai punggung Costa, dan beruntung tidak masuk ke gawang sebelum akhirnya diamankan sang kiper. Momen tersebut menjadi satu-satunya ancaman berarti dari Estoril sepanjang laga.
Rekor dan Catatan Menarik
Dengan hasil ini, Porto FC menjadi tim keenam dalam sejarah Liga Portugal yang mampu memulai musim dengan 10 kemenangan beruntun. Sebelumnya, Benfica dua kali melakukannya (1972/73 dengan 23 kemenangan dan 1982/83 dengan 11), sementara Sporting Lisbon juga dua kali (1990/91 dan 2024/25, keduanya 11 kemenangan). Namun, hanya Porto FC yang kini menyamai rekor 86 tahun silam.
Gabri Veiga tampil sebagai bintang lapangan dengan keterlibatan langsung di semua gol Porto FC: memulai serangan gol pertama, mengirim asis untuk gol kedua, melepaskan tembakan yang berujung gol ketiga, dan mencetak gol keempat. Pemain Spanyol itu kini mengoleksi enam gol dan empat asis dari 13 pertandingan di semua kompetisi. Sementara itu, Borja Sainz juga mencuri perhatian dengan satu gol dan satu asis, menegaskan perannya yang kian vital di lini serang Porto FC, terlebih saat tim kehilangan Oskar Pietuszewski dan William Gomes karena cedera.
Kesimpulan
Kemenangan 4-0 atas Estoril bukan sekadar tiga poin bagi Porto FC. Ini adalah pernyataan tegas bahwa mereka adalah kandidat juara yang paling konsisten. Dengan rekor 10 kemenangan beruntun yang belum pernah terjadi dalam 86 tahun, serta performa impresif dari para pemain kunci seperti Gabri Veiga, Borja Sainz, dan duo bek Polandia, Porto FC tampak sulit dibendung. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum ini, terutama di kompetisi Eropa yang sempat menjadi sorotan negatif. Jika konsistensi ini terus terjaga, gelar juara Liga Portugal musim ini bukanlah mimpi bagi Porto FC.
