Profil Gusti Sura, Kakak Gusti Bhre yang Menikah November 2026
Inforiau – 06 November 2026 | Kabar pernikahan Gusti Sura, kakak kandung Gusti Bhre, menjadi perhatian publik. Gusti Bhre atau KGPAA Mangkunegara X disebut tengah memprioritaskan persiapan Dhaup Ageng sang kakak. Meski detail acara sempat dijaga, sosok Gusti Sura bukan nama baru di lingkungan Pura Mangkunegaran. Ia dikenal aktif dalam kegiatan seni dan tradisi, sementara Gusti Bhre saat ini juga menjalani pendidikan magister di London School of Economics & Political Science.
Gusti Sura memiliki nama lengkap Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo. Ia adalah putri KGPAA Mangkunegara IX dan Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX Prisca Marina Haryogi Supardi, putri Letjen TNI (Purn.) Haryogi Supardi, mantan Duta Besar RI untuk Jepang. Gusti Sura lahir di Surakarta 29 Maret. Ia menjabat Pengageng Kawedanan Panti Budaya di Pura Mangkunegaran, mengurus seni dan tradisi. Sejak Februari 2025 ia menempuh studi Tari di ISI Surakarta. Ia juga terlibat diplomasi budaya Mangkunegaran di forum internasional, menjadi maskot SIPA 2024, dan memimpin peringatan 1 Sura 2026.
Calon suaminya, KPH FX Adimas Rosdian, adalah putra ketiga pendiri PO Rosalia Indah, KP Yustinus Soeroso dan Yustina Rahyuni Soeroso. Adimas lulus Manajemen Bisnis Monash University, Australia, dan kini menjadi direktur PT Rosalia Indah Transport. Di bawah kepemimpinannya, Rosalia Indah meraih MURI 2021 sebagai perusahaan otobus AKAP dengan armada double decker terbanyak yang dilengkapi pramugara dan pramugari. Pernikahan ini mempertemukan dunia kebudayaan Mangkunegaran dengan dunia bisnis transportasi.
Kisah keduanya bukan cerita baru. Mereka pertama bertemu pada 2015 di acara teman keluarga, sempat menjalin hubungan kurang dari setahun, lalu berpisah. Hampir satu dekade kemudian, keduanya bertemu lagi secara tidak sengaja pada 2025. Rangkaian Dhaup Ageng dijadwalkan 3-8 November 2026, meliputi prosesi adat tertutup, siraman, midodareni, dhaup suci, panggih, kirab, resepsi, dan mangayubagya. Puncak prosesi dhaup suci dan panggih disebut berlangsung 6 November 2026.
Bagi keluarga besar Mangkunegaran, pernikahan ini bukan sekadar hajatan. Dhaup Ageng menjadi cara merawat tradisi Jawa dan menegaskan peran Pura Mangkunegaran sebagai penjaga budaya. Dukungan Gusti Bhre dan keluarga menunjukkan bahwa agenda kebudayaan tetap berjalan di tengah persiapan besar. Editor: Sukri Mustakim
