Ratchaburi FC Terpuruk di ACL Elite, Persib Bandung Justru Melaju Kencang di Panggung Asia
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Jejak Ratchaburi FC di kancah sepak bola antarklub Asia tengah menjadi sorotan. Klub asal Thailand itu harus puas terpuruk di posisi ke-13 dari 16 tim pada klasemen sementara wilayah timur AFC Champions League Elite 2026/2027. Ratchaburi FC baru mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, dengan catatan nol kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, serta selisih gol minus tiga. Catatan itu jelas menjadi pukulan tersendiri bagi tim yang berambisi menorehkan prestasi di kompetisi elite Benua Asia.
Keterpurukan Ratchaburi FC kian terasa jika dibandingkan dengan wakil Asia Tenggara lainnya. Pada matchday ketiga yang berlangsung 26-28 Oktober 2026, Johor Darul Ta’zim (JDT) tampil perkasa dengan menghajar Port FC 3-0 di Stadion Sultan Ibrahim, Gelang Patah, Malaysia. Kemenangan berkat gol Jonathan Silva, Bergson, dan Juan Diego Molina Martinez alias Stoichkov itu membawa JDT naik ke peringkat kedua klasemen wilayah timur dengan tujuh poin dari tiga laga, unggul tujuh poin atas Port FC yang masih tanpa poin di posisi ke-15.
Di sisi lain, wakil Indonesia, Persib Bandung, justru menunjukkan performa impresif di kompetisi berbeda, yakni AFC Champions League Two (ACL2) 2026/2027. Maung Bandung menundukkan Melbourne Victory 2-0 pada matchday ketiga Grup E di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Balsa Sekulic menjadi bintang lewat dwigol pada menit ke-47 dan 67. Hasil tersebut menegaskan posisi Persib di puncak Grup E dengan sembilan poin sempurna, setelah sebelumnya menekuk FC Seoul 1-0 dan Viettel FC 1-0.
Perbandingan performa ini menarik untuk dicermati. Ketika Ratchaburi FC kesulitan mengumpulkan poin di kompetisi elite, Persib justru membuka peluang melaju ke babak 16 besar ACL2. Sepanjang sejarah, Persib telah lima kali mewakili Indonesia di kompetisi antarklub Asia. Rekor terbaik mereka hadir pada 1995 ketika ajang ini masih bernama Asian Club Championship. Kala itu, Persib melaju dari putaran pertama zona Asia Timur setelah menyingkirkan Bangkok Bank FC dengan agregat 2-1, sebelum langkah mereka terhenti di perempat final.
Di level Asia, Persib setidaknya dua kali melangkah hingga babak 16 besar, salah satunya pada Piala AFC 2015 ketika tampil berstatus juara ISL 2014. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman saat itu tampil solid di fase grup dan menutup persaingan sebagai pemuncak klasemen Grup H. Kini, dengan modal sembilan poin, Persib berpeluang mencetak sejarah baru dan melampaui capaian edisi-edisi sebelumnya.
Sementara itu, di wilayah barat ACL Elite, klub Qatar Al Shamal menundukkan wakil Arab Saudi Al Hilal dengan skor 3-1 di Stadion Al Bayt, Al Khor. Gol Wesley Said, Baghdad Bounedjah, dan Mohamed Ali Ben Romdhane membawa Al Shamal naik ke peringkat keenam dengan lima poin, terpaut satu poin dari Al Hilal di posisi kelima. Hasil ini menunjukkan persaingan ketat di kompetisi elite Asia, sesuatu yang belum mampu diikuti oleh Ratchaburi FC.
Bagi Ratchaburi FC, tiga laga tersisa menjadi penentu apakah mereka mampu bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen. Tantangan berat jelas menanti, mengingat lawan-lawan di wilayah timur memiliki kualitas merata. Kekalahan demi kekalahan harus segera diakhiri jika ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya. Kualitas skuad, strategi pelatih, dan mental bertanding akan diuji habis-habisan.
Secara keseluruhan, dinamika kompetisi antarklub Asia musim ini menyajikan kontras yang tajam. Persib Bandung dan JDT menunjukkan bahwa wakil Asia Tenggara mampu bersaing di level atas, sementara Ratchaburi FC masih berjuang keras untuk menemukan konsistensi permainan. Kiprah klub-klub Asia Tenggara di pentas Asia tentu menjadi cermin bagi pengembangan sepak bola kawasan. Bagi Ratchaburi FC, sisa pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka pantas berada di kompetisi selevel ACL Elite, sekaligus memperbaiki catatan yang kini tampak kurang menggembirakan.
