Riyadh Geger! Koalisi Saudi Cegat 10 Rudal Houthi, Tiga Ledakan Keras Guncang Ibu Kota
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Ketegangan di Semenanjung Arab kembali memanas setelah Koalisi Saudi cegat 10 rudal Houthi, ledakan terdengar di Riyadh [titlebase] pada Minggu, 25 Oktober 2026 waktu setempat. Tiga ledakan keras mengguncang ibu kota Arab Saudi itu, memicu kepanikan warga yang sebelumnya telah menerima pesan peringatan ancaman udara melalui ponsel mereka. Militer Kerajaan bergerak cepat mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk menghadang amunisi yang diduga diluncurkan kelompok pemberontak Houthi dari Yaman.
Juru Bicara Koalisi, Turki al-Maliki, menyatakan melalui platform media sosial X bahwa pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang mengarah ke Riyadh. Tidak hanya itu, sejumlah pesawat nirawak atau drone juga dilumpuhkan di beberapa titik strategis, mulai dari Riyadh, Madinah, Provinsi Timur, hingga wilayah selatan kerajaan. Peristiwa inilah yang membuat narasi Koalisi Saudi cegat 10 rudal Houthi, ledakan terdengar di Riyadh [titlebase] menjadi sorotan dunia internasional.
Serangan Tujuh Gelombang dan Klaim Houthi
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Sarea, mengklaim kelompoknya melancarkan tujuh serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi. Menurut Sarea, target serangan mencakup Riyadh, Yanbu, Rabigh, Dammam, Najran, dan Khamis Mushait. Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh disebut menjadi sasaran dalam dua tahap, sementara fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu serta Bandar Udara Internasional King Fahd di Dammam juga diklaim turut diserang.
Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya juga melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah yang diluncurkan menuju Kota Khamis Mushait di wilayah barat daya Arab Saudi. Rudal balistik dan dua drone yang diarahkan ke Riyadh pun berhasil dilumpuhkan pada hari yang sama. Rangkaian pencegatan ini menegaskan bahwa Koalisi Saudi cegat 10 rudal Houthi, ledakan terdengar di Riyadh [titlebase] bukan sekadar isu, melainkan eskalasi nyata di lapangan.
Puing Rudal Sempat Jatuh Dekat Kawasan Suci
Ancaman serangan udara ini sempat menyentuh kawasan paling sensitif bagi umat Islam. Dalam insiden sebelumnya, puing-puing rudal balistik yang dihancurkan di udara terhempas hingga ke area Wadi Al-Mughammas, wilayah yang hanya berjarak sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram. Sejumlah pecahan proyektil lainnya dilaporkan merusak beberapa area di kota penunjang seperti Jeddah, Taif, dan Rabigh.
Juru bicara Pertahanan Sipil Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan parah akibat jatuhnya material rudal tersebut. Otoritas keamanan langsung melakukan penanganan di area permukiman untuk mengamankan sisa-sisa material berbahaya, sementara penyelidikan intensif terus berlangsung guna mengidentifikasi seluruh sebaran pecahan amunisi. Kesiapsiagaan militer Kerajaan dinilai berhasil menghindarkan kawasan padat penduduk dari dampak kehancuran yang lebih luas.
Korban di Yaman dan Operasi Fajar Yaman
Eskalasi tidak hanya terjadi di langit Arab Saudi. Serangan udara koalisi dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang di Yaman pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Serangan balasan ini berlangsung ketika pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional meningkatkan operasi militer terhadap Houthi melalui operasi Fajar Yaman.
Konflik bersenjata ini telah berlangsung lebih dari satu dekade. Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman sejak 2015, sementara kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain di negara itu sejak 2014. Serangan terhadap infrastruktur penerbangan dan energi Arab Saudi terus meningkat, diiringi gempuran koalisi terhadap posisi-posisi Houthi. Dewan Teluk sebelumnya juga mengecam serangan Houthi yang dinilai melanggar kesucian Mekkah.
Dampak dan Perhatian Dunia
Insiden tiga ledakan di Riyadh kembali menempatkan pertahanan udara Arab Saudi dalam situasi siaga tinggi. Warga diminta tetap berada di tempat aman saat peringatan ancaman udara dikirimkan. Hingga laporan ini disusun, rincian mengenai dampak langsung ledakan terhadap wilayah ibu kota belum dijelaskan secara lengkap oleh otoritas setempat.
Pengamat menilai eskalasi ini berpotensi memperpanjang konflik dan mengganggu stabilitas pasokan energi global, mengingat sejumlah target yang diklaim Houthi merupakan fasilitas minyak dan bandara internasional. Masyarakat internasional mendesak agar kedua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.
Secara keseluruhan, peristiwa Koalisi Saudi cegat 10 rudal Houthi, ledakan terdengar di Riyadh [titlebase] menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Keberhasilan sistem pertahanan udara menghadang amunisi memang mencegah korban jiwa, namun ancaman berulang terhadap kota-kota besar dan kawasan suci menuntut solusi politik yang menyeluruh. Tanpa penyelesaian konflik Yaman yang inklusif, gelombang serangan serupa berpotensi kembali terjadi dan terus menempatkan warga sipil di kedua negara dalam bahaya.
