Roma Vs Slovan Bratislava: Il Lupi Mengamuk, Giallorossi Pesta Gol 4-0 di Olimpico
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Laga roma vs slovan bratislava pada matchday ketiga league phase Liga Champions 2026/2027 berakhir dengan skor telak. AS Roma tampil menggila di hadapan pendukungnya sendiri dan mencabik tamunya dengan kemenangan 4-0 di Stadio Olimpico, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi kemenangan perdana Giallorossi di kompetisi Eropa musim ini sekaligus membuktikan bahwa pasukan Gian Piero Gasperini mampu bangkit setelah rentetan hasil kurang memuaskan.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan skuad Il Lupi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-21. Berawal dari situasi bola mati di sisi kiri, umpan diarahkan ke tiang jauh. Daniele Ghilardi menyundul bola ke depan gawang dan disambut sundulan Mario Hermoso yang merobek jaring Slovan Bratislava. Gol tersebut membuka keran kepercayaan diri para pemain Roma.
Keunggulan itu berlipat pada menit ke-39. Donyell Malen bergerak menusuk dari sisi kiri kotak penalti dan melepaskan tembakan. Kiper Slovan, Dominik Takac, masih bisa menepis bola, tetapi bola muntah langsung disambar Nahuel Molina menjadi gol kedua. Roma menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 yang terasa sangat nyaman.
Memasuki babak kedua, roma vs slovan bratislava tetap berjalan satu arah. Tujuh menit setelah jeda, tepatnya menit ke-52, Roma menambah gol ketiga. Barseghyan melakukan kesalahan fatal karena terlalu lama menggiring bola hingga akhirnya dicuri Soulé. Malen kemudian menyodorkan bola kepada Niccolò Pisilli yang dengan tenang menaklukkan kiper dan mencatatkan namanya di papan skor.
Empat menit berselang, wasit menunjuk titik putih setelah Wesley dijatuhkan Blackman di dalam kotak penalti. Keputusan itu dinilai tepat karena pelanggaran terlihat jelas. Malen yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menaklukkan Takac untuk keempat kalinya. Skor 4-0 bertahan hingga laga usai, sementara satu gol tambahan Roma melalui Ghilardi pada menit ke-87 dianulir karena Castro berada dalam posisi offside aktif.
Kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi Roma yang sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce dan menelan kekalahan dramatis 3-4 dari Real Madrid. Tambahan tiga poin membawa Giallorossi naik ke peringkat ke-13 klasemen sementara fase liga dengan koleksi empat poin. Bagi Gasperini, hasil ini juga memberi hampir semua yang ia cari: poin penting demi peluang playoff, selisih gol yang lebar, serta rotasi pemain yang membuat energi tetap terjaga menjelang laga melawan Napoli pada akhir pekan.
Di kubu seberang, kekalahan dalam laga roma vs slovan bratislava ini memperpanjang tren negatif wakil Slovakia tersebut. Slovan tercatat menelan tiga kekalahan beruntun di pentas Eropa dan sama sekali tidak mampu menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Dominasi Roma terlihat dari penguasaan bola dan intensitas serangan yang tak mampu dibendung lini belakang tamu.
Dari sisi pengadilan pertandingan, wasit asal Swiss, Schärer, mengambil beberapa keputusan krusial. Selain penalti untuk Roma, ia juga memberi kartu kuning kepada Barseghyan pada menit ke-20 karena dianggap melakukan simulasi. Ada pula momen ketika Roma memprotes keras karena bola menyentuh tangan pemain Slovan di dalam kotak penalti, namun wasit memilih memberikan tendangan sudut setelah mengecek VAR.
Secara keseluruhan, pertandingan roma vs slovan bratislava menjadi malam yang sempurna bagi tuan rumah. Empat gol dari empat pencetak berbeda menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Gasperini. Roma kini kembali menemukan momentum, sementara Slovan harus segera berbenah jika ingin menjaga asa di kompetisi bergengsi Eropa ini.
Kesimpulannya, kemenangan 4-0 atas Slovan Bratislava bukan sekadar tiga angka, melainkan sinyal kebangkitan AS Roma di Liga Champions. Dominasi penuh, efektivitas lini serang, serta solidnya pertahanan membuat Il Lupi layak berharap lebih pada laga-laga berikutnya. Sebaliknya, Slovan Bratislava masih harus berjuang keras untuk keluar dari keterpurukan di panggung Eropa.
