VfB Stuttgart Terpaksa Puas dengan Satu Poin, Undav Sebut Dua Poin Hilang
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Laga vfb vs atlético madrid di ajang Liga Champions berakhir dengan skor 1:1 di Stadion MHPArena, Stuttgart, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat. Hasil ini membuat VfB Stuttgart gagal meraih kemenangan penuh meski mendominasi jalannya pertandingan. Kekecewaan terpancar dari kubu tuan rumah, terutama dari kapten Deniz Undav yang menyebut hasil ini sebagai kehilangan dua poin berharga.
Pertandingan vfb vs atlético madrid berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. VfB Stuttgart langsung menekan pertahanan Atlético Madrid. Peluang emas didapat Bilal El Khannouss pada detik ke-22, namun tembakannya masih bisa dihalau kiper Jan Oblak. Josha Vagnoman juga mendapat kesempatan dari jarak jauh, tetapi belum membuahkan hasil. Dominasi tuan rumah terlihat jelas dengan tujuh tembakan ke gawang dalam 15 menit pertama, sementara Atlético belum mencatat satu pun tembakan.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-36 melalui Jamie Leweling setelah aksi pressing ketat dari Angelo Stiller. Keunggulan 1:0 bertahan hingga turun minum. Sayangnya, keunggulan tersebut sirna tiga menit setelah babak kedua dimulai. Julián Álvarez mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-47 dengan tembakan terukur ke sudut kanan atas gawang yang dijaga Dennis Seimen.
Atmosfer pertandingan vfb vs atlético madrid semakin memanas ketika Morten Hjulmand dari Atlético Madrid menerima kartu merah langsung pada menit ke-64. Gelandang asal Denmark itu terlambat melakukan tekel terhadap Stiller dan wasit tak ragu mengusirnya dari lapangan. Bermain dengan 11 pemain melawan 10, VfB Stuttgart semakin gencar menyerang. Namun, rapatnya pertahanan Atlético yang dikomandoi Jan Oblak membuat peluang-peluang emas Stuttgarter gagal dikonversi menjadi gol.
Pelatih VfB Stuttgart, Sebastian Hoeneß, mengaku bangga dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, ini adalah penampilan terbaik timnya musim ini. “Kami tampil agresif dan mendominasi. Sayangnya kami kurang efisien di depan gawang,” ujar Hoeneß dalam konferensi pers usai laga. Sementara itu, pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, mengakui timnya kesulitan menghadapi tekanan lawan. Ia bahkan terlihat emosional di pinggir lapangan, melempar mantelnya pada menit kedelapan akibat frustrasi melihat permainan anak asuhnya.
Kapten VfB Stuttgart, Deniz Undav, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Kami jelas lebih baik dan menciptakan banyak peluang. Ini dua poin yang hilang,” tegasnya kepada Prime Video. Ia menambahkan bahwa timnya seharusnya bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol kemenangan. “Kartu merah menguntungkan kami. Kami harusnya menang 2:1 atau 3:1. Kami harus lebih klinis,” lanjut Undav.
Kiper muda Dennis Seimen, yang menjalani debut di Liga Champions dan laga kandang pertamanya untuk VfB, juga merasakan hal serupa. Meski tak banyak diuji, ia mengaku kecewa dengan hasil akhir. “Atlético punya kualitas dan menunjukkan itu dalam satu situasi. Kami kurang beruntung,” ujarnya.
Dengan hasil ini, VfB Stuttgart mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan Liga Champions, catatan yang jauh lebih baik dibanding performa mereka di Bundesliga yang baru mengumpulkan enam poin dari enam laga. Sementara itu, Atlético Madrid harus puas dengan satu poin di kandang lawan. Pertandingan vfb vs atlético madrid menjadi bukti bahwa VfB Stuttgart mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa, meski masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal penyelesaian akhir.
Ke depan, VfB Stuttgart akan menghadapi jadwal padat di Bundesliga dan Liga Champions. Efisiensi di depan gawang menjadi fokus utama yang harus segera dibenahi jika ingin meraih hasil maksimal. Sementara Atlético Madrid akan berusaha bangkit di laga berikutnya. Laga vfb vs atlético madrid akan dikenang sebagai pertunjukan keberanian Stuttgart yang belum berbuah kemenangan.
