Wolves vs Portsmouth Berakhir Ricuh: Peixoto dan Mousinho Adu Mulut Usai Drama Gol Menit 86
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Laga wolves vs portsmouth di Stadion Molineux, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, tidak hanya menyajikan drama di atas lapangan, tetapi juga ketegangan di pinggir lapangan. Pertandingan lanjutan Championship 2026/27 itu berakhir imbang 1-1, namun sorotan justru tertuju pada adu mulut antara manajer tuan rumah César Peixoto dan pelatih Portsmouth John Mousinho setelah peluit panjang berbunyi.
Rekaman kamera Sky Sports Football memperlihatkan kedua pelatih terlibat percakapan panas yang dikelilingi staf masing-masing. Mousinho kemudian memberikan penjelasannya bahwa insiden tersebut bermula dari jabat tangan dan keluhan Peixoto soal banyaknya ia berbicara. Sang pelatih Portsmouth mengaku hanya menjawab bahwa berbicara merupakan bagian dari tugasnya sebagai kepala pelatih.
Jalannya Pertandingan
Di atas lapangan, wolves vs portsmouth berjalan tanpa tembakan tepat sasaran dari kedua tim hingga jeda. Perubahan dilakukan Peixoto dengan memasukkan Jordan James pada babak kedua, dan keputusan itu berbuah manis. James membuka keunggulan Wolves pada menit ke-62 dengan tembakan yang menembus tiang dekat gawang Nicolas Schmid.
Wolves tampak akan meraih kemenangan kandang pertama di liga sejak 20 September. Namun, empat menit sebelum bubaran, bek kanan Portsmouth Terry Devlin muncul sebagai penyelamat. Berawal dari tendangan bebas Portsmouth yang membentur pagar betis dan bola jatuh ke jalurnya, Devlin melepaskan tembakan voli indah yang tak mampu dihalau kiper.
Hasil ini terasa kejam bagi Wolves yang mendominasi pertandingan. Tawanda Chirewa sempat membentur mistar gawang dan peluang emasnya digagalkan, sementara Mateus Mane dan Fer Lopez menyia-nyiakan kesempatan di babak kedua yang dikuasai tuan rumah.
Kekecewaan Peixoto
Peixoto mengakui timnya kehilangan dua poin berharga. Menurutnya, kemenangan akan membawa Wolves naik ke peringkat kelima dan melewati rival West Brom, tetapi kini mereka tertahan di posisi ketujuh, terpaut lima poin dari pemuncak klasemen Swansea City.
“Sangat mengecewakan hanya mendapat satu poin. Kami butuh lebih banyak kemenangan di kandang,” ujar Peixoto kepada BBC Radio West Midlands. Ia juga mengkritik permainan lambat anak asuhnya di babak pertama yang dinilai kurang menyerang ruang, serta menyoroti Portsmouth yang dianggap sering memperlambat jalannya pertandingan di babak kedua.
Catatan wolves vs portsmouth ini menegaskan masalah konsistensi Wolves di Molineux. Sejak turun ke kasta kedua, mereka baru meraih dua kemenangan kandang dari lima laga di musim 2026/27. Padahal, sebelum laga, Wolves tidak terkalahkan dalam empat pertandingan kandang terakhir di liga.
Performa Portsmouth
Portsmouth datang dengan modal kemenangan 1-0 atas Norwich City berkat gol Marko Milovanović. Meski tidak mendominasi, tim asuhan Mousinho membuktikan efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang. Hasil imbang ini menjadi tambahan poin berharga di kandang lawan yang berat.
Bagi Wolves, hasil ini menjadi pukulan dalam perburuan promosi ke Premier League. Mereka kini terpaut empat poin dari West Ham di posisi kedua untuk zona promosi otomatis. Kekecewaan di wolves vs portsmouth menjadi pengingat bahwa dominasi tanpa ketajaman di depan gawang akan sia-sia.
Dengan jadwal padat yang menanti, Peixoto dituntut segera memperbaiki penyelesaian akhir dan mentalitas tim, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Sementara Portsmouth, meski hanya membawa satu poin, pulang dengan modal moral setelah menahan gempuran tuan rumah dan memicu ketegangan yang menutup laga penuh drama ini.
