Saham GOTO Diskon 75% Meski Laba Tiga Kuartal Beruntun, Buyback dan Pembatalan Saham Tresuri Jadi Katalis
Inforiau – 07 November 2026 | Tekanan terhadap goto saham belum juga surut meski PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Harga saham emiten bersandi GOTO itu kini diperdagangkan dengan diskon sekitar 75% terhadap perusahaan sejenis bila diukur melalui pendekatan nilai perusahaan terhadap EBITDA (EV/EBITDA), yakni 3,3 kali versus rata-rata 13–14 kali pada kelompok peers on-demand services (ODS) dan fintech.
Alih-alih pasif, manajemen menempuh sejumlah langkah untuk menjaga kepentingan pemegang saham. Perseroan melanjutkan program buyback dengan anggaran maksimal Rp3,5 triliun serta membatalkan 32 miliar saham tresuri hasil buyback periode 2024–2025. Keputusan itu telah mendapat restu RUPSLB pada 14 Oktober 2026 dan setara sekitar 2,7% dari total saham sebelum pembatalan. Proses penyelesaiannya diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga bulan.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menilai manfaatnya konkret. Jumlah saham yang dipegang investor tetap sama, tetapi persentase kepemilikan terhadap total saham naik karena jumlah saham perusahaan berkurang. Pembatalan membuat pengurangan saham beredar bersifat permanen, menghapus potensi overhang di masa depan, sekaligus memperkuat efek buyback. “Strategi ini relevan ketika fundamental perusahaan membaik, tetapi valuasinya masih tertinggal,” ujarnya.
Senada, analis Panin Sekuritas Sarkia Adelia mengingatkan bahwa pergerakan goto saham dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan perkembangan fundamental. Kondisi makroekonomi, arah suku bunga, ketidakpastian geopolitik, hingga aliran dana investor ikut memengaruhi harga.
Perbaikan kinerja memang terlihat. Pada kuartal III-2026, GOTO membukukan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp5,6 triliun, sementara arus kas bebas yang disesuaikan mencapai Rp1,21 triliun atau melonjak 389%. Lini fintech GoPay menjadi penopang di tengah tekanan yang dihadapi layanan Gojek.
Sejarah mencatat, perseroan juga pernah meraup keuntungan dari investasi non-inti. Pada Desember 2022, GOTO merampungkan penjualan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) senilai Rp1,5 triliun untuk fokus ke bisnis inti, seraya tetap menjaga kemitraan strategis dengan peritel tersebut.
Dengan fundamental yang membaik dan valuasi yang masih dalam, ruang penilaian ulang goto saham terbuka lebar. Pembatalan saham tresuri mempermanenkan manfaat kepemilikan, sedangkan keberlanjutan laba menjadi fondasi utama. Meski begitu, waktu dan besaran penyesuaian harga tetap bergantung pada kondisi pasar serta disiplin biaya dan pengelolaan risiko kredit perseroan.
Editor: Alwira Fanzary
