Sigma FP2 Resmi Meluncur: Kamera Full-Frame Terkecil di Dunia dengan Rekaman 6K Open Gate, Siap Guncang Pasar Hibrida
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Pasar kamera full-frame kembali diramaikan oleh kehadiran sigma fp2, penerus dari Sigma fp yang pertama kali diperkenalkan pada 2019 silam. Kamera ini resmi diumumkan secara global pada 23 Oktober 2026 dan dijadwalkan mulai dijual pada 11 November 2026. Dengan membawa semangat desain bodi mungil nan khas, sigma fp2 kembali mengklaim diri sebagai kamera mirrorless full-frame terkecil di dunia, sebuah posisi yang sebelumnya juga dipegang oleh pendahulunya.
Meski tampilannya sekilas mirip dengan generasi pertama, bagian dalam sigma fp2 telah mengalami perubahan besar. Jantung kamera ini kini menggunakan sensor CMOS partially stacked (sebagian bertumpuk) beresolusi sekitar 24,5 megapiksel. Sensor anyar tersebut diklaim mampu membaca data secara jauh lebih cepat, sehingga mampu menekan efek rolling shutter yang kerap mengganggu saat merekam objek bergerak cepat. Berkat kemampuan itu pula, sigma fp2 sanggup melakukan burst shooting hingga sekitar 20 frame per detik serta merekam video dengan frame rate tinggi.
Desain Ringkas dengan Performa yang Serius
Dari sisi dimensi, kamera ini memiliki ukuran 112,8 x 69,9 x 41,8 mm dengan bobot hanya 376 gram untuk bodi saja, atau sekitar 460 gram bila sudah terpasang baterai dan kartu memori. Angka tersebut menjadikannya lebih tipis 3,5 mm dibandingkan fp generasi pertama. Sigma tetap mempertahankan desain kotak tanpa grip permanen dan tanpa viewfinder bawaan, memberi kebebasan bagi pengguna untuk menambahkan aksesori sesuai kebutuhan. Kamera ini juga telah dirancang tahan debu dan cipratan air, serta diproduksi di pabrik Sigma di Aizu, Jepang.
Salah satu pembaruan penting pada sigma fp2 adalah kehadiran layar sentuh tilt yang dapat diputar hingga 90 derajat ke atas dan 45 derajat ke bawah, memudahkan pengambilan gambar dari sudut rendah maupun tinggi. Untuk kebutuhan pembidikan, tersedia viewfinder elektronik eksternal opsional EVF-21 beresolusi 5,76 juta titik yang dapat dipasang dan dilepas melalui port USB-C. Sayangnya, kamera ini hanya mengandalkan electronic shutter sehingga tidak dilengkapi hot shoe untuk mendukung penggunaan flash.
Fokus pada Kebutuhan Fotografer dan Pembuat Konten
Sigma tampaknya serius menyasar segmen hibrida, yakni pengguna yang membutuhkan kemampuan foto dan video dalam satu perangkat. Sebuah sakelar di bagian atas bodi memungkinkan perpindahan cepat antara mode STILL dan CINE, masing-masing dengan antarmuka serta pengaturan yang terpisah. Sistem autofokusnya pun ikut ditingkatkan, kini mampu mengenali subjek manusia, hewan, dan yang terbaru adalah burung. Selain itu, tersedia tombol khusus Color yang memberikan akses cepat ke 13 mode warna hasil pengembangan ilmu warna khas Sigma.
Dari sisi penyimpanan, sigma fp2 dibekali memori internal sebesar 70 GB yang dapat menampung rekaman secara cepat dan memungkinkan pengguna terus merekam saat kartu memori penuh. Tersedia pula slot kartu SD UHS-II serta dukungan perekaman langsung ke SSD portabel melalui port USB 3.2 berkecepatan 10 Gbps. Daya tahan baterainya diklaim meningkat sekitar 30 persen dibandingkan fp, mencapai sekitar 370 gambar sesuai standar CIPA, dengan kemampuan merekam video hingga dua jam dalam satu kali pengisian.
Rekaman 6K Open Gate Jadi Andalan
Keunggulan utama sigma fp2 terletak pada kemampuannya merekam video 6K Open Gate, yakni memanfaatkan seluruh area sensor dengan rasio 3:2 tanpa pemotongan. Fitur ini memudahkan kreator mengolah satu rekaman menjadi berbagai rasio, termasuk format vertikal untuk media sosial. Pada mode ini, kamera dapat merekam hingga 59,94 frame per detik. Dukungan format ProRes RAW HQ dan ProRes RAW tersedia hingga 6K 29,97 fps, sementara format H.264 dan H.265 memungkinkan frame rate lebih tinggi. Kamera ini juga mendukung perekaman audio 32-bit float dan profil warna L-Log dengan klaim dynamic range hingga 14,1 stop pada rekaman 4K full-frame.
Bersamaan dengan kamera, Sigma memperkenalkan lensa prime baru, SIGMA 50mm F1.4 CL DG Contemporary, yang menjadi pembuka lini CL dalam seri I. Lensa ringan berbodi metal ini mengusung konfigurasi optik 9 elemen dalam 6 grup, dilengkapi tiga lensa asferis dan satu elemen FLD, serta sistem fokus unit penuh yang memberikan pengalaman fokus manual yang intuitif.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Sensor | CMOS partially stacked full-frame 24,5 MP |
| Dimensi | 112,8 x 69,9 x 41,8 mm |
| Bobot | 376 g (bodi), 460 g (dengan baterai dan kartu) |
| Penyimpanan | 70 GB internal, slot SD UHS-II, dukungan SSD via USB |
| Video | 6K Open Gate, ProRes RAW, H.264/H.265 |
| Mount | Leica L-Mount |
| Harga | Sekitar 2.199 dolar AS / 34,65 juta yen (bodi) |
Untuk pasar Jepang, Sigma membuka pre-order mulai 29 Oktober 2026 pukul 10.00 waktu setempat. Harga bodi saja dipatok 346.500 yen, kit lensa 50mm F2 DG Contemporary dibanderol 451.000 yen, dan paket EVF seharga 434.500 yen. Sementara itu, di pasar global kamera ini dibanderol sekitar 2.199 dolar AS, atau setara hampir 60 juta rupiah bila dikonversikan.
Kehadiran sigma fp2 menegaskan arah strategi Sigma yang terus mendorong batas antara kamera foto dan sinema dalam bodi sekecil mungkin. Dengan kombinasi sensor baru, rekaman 6K Open Gate, memori internal besar, dan ekosistem L-Mount yang luas, kamera ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi fotografer jalanan, videografer independen, hingga kreator konten yang menuntut mobilitas tinggi tanpa mengorbankan kualitas. Bagi mereka yang mencari perangkat ringkas namun mampu menghasilkan gambar kelas profesional, sigma fp2 layak masuk daftar pertimbangan utama tahun ini.
