Taisei Marukawa Rampung Dua Pekan Lagi, Timnas Indonesia Siap Sambut Amunisi Baru?
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Proses naturalisasi gelandang serang Dewa United asal Jepang, Taisei Marukawa, dikabarkan memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan. Kabar ini mencuat setelah pemain berusia 29 tahun tersebut telah menyerahkan seluruh dokumen administratif yang diperlukan. Berbeda dengan sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berasal dari jalur keturunan, Marukawa menempuh jalur naturalisasi berdasarkan masa tinggalnya di Indonesia selama lima tahun berturut-turut sejak 2021.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Air untuk membela Persebaya Surabaya pada musim 2021/2022, nama Marukawa langsung melejit. Setelah sempat memperkuat PSIS Semarang, kini ia menjadi motor penggerak lini serang Dewa United. Alasan kuat di balik keinginan Marukawa untuk dinaturalisasi adalah rasa nyaman, sambutan hangat suporter, serta atmosfer sepak bola Indonesia yang telah dianggapnya sebagai rumah kedua.
Dalam beberapa kesempatan, Marukawa tidak menampik kabar bahwa proses birokrasi kepindahannya menjadi WNI sedang berjalan mulus. Ia bahkan memperkirakan proses krusial tersebut dapat tuntas dalam kurun waktu dua pekan ke depan. "Jika saya bisa membantu timnas, bagi saya itu sebuah kehormatan," ujar Marukawa.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Marukawa berpotensi masuk dalam pertimbangan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memperkuat skuad Garuda. Kesempatan tersebut terbuka untuk agenda FIFA Matchday November 2026 maupun persiapan menghadapi Piala Asia 2027. Kehadiran pemain dengan mobilitas tinggi, kreativitas, dan visi tajam di sektor sayap diprediksi bakal menjadi tambahan amunisi berharga bagi kedalaman skuad Timnas Indonesia.
Di sisi lain, program naturalisasi Timnas Indonesia dikabarkan mulai mengalami perubahan arah. Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya menyebut bahwa perekrutan pemain keturunan dari Belanda kini bukan lagi menjadi fokus utama. Hal ini berkaitan dengan aturan ketat pemerintah Belanda mengenai regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi bagi pemain non-Uni Eropa, serta langkah proteksionis dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Noor kemudian mengungkapkan lima negara yang disebut menjadi tujuan baru pemantauan pemain keturunan, yaitu Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Spanyol. Pencarian tersebut bahkan dikabarkan tidak hanya terbatas pada lima negara tersebut, melainkan juga negara Eropa di luar Belanda. Perubahan fokus ini membuka kemungkinan munculnya nama-nama baru dalam daftar calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Persoalan kewarganegaraan menjadi salah satu tantangan bagi pemain keturunan Indonesia di Belanda. Pasalnya, warga Belanda umumnya kehilangan kewarganegaraan asal setelah secara sukarela menjadi warga negara lain, meski terdapat pengecualian. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap status pemain dalam kompetisi sepak bola Belanda. Pemain yang kehilangan status warga Uni Eropa berpotensi harus memenuhi persyaratan tambahan untuk melanjutkan kariernya.
Dengan rampungnya proses naturalisasi Taisei Marukawa dalam dua pekan ke depan, publik sepak bola nasional berharap sang pemain dapat segera memperkuat Timnas Indonesia. Kehadirannya diharapkan mampu mendongkrak daya gedor Garuda di berbagai agenda internasional penting, termasuk FIFA Matchday November 2026 dan Piala Asia 2027. Sementara itu, perubahan arah program naturalisasi PSSI yang mulai meninggalkan Belanda menunjukkan bahwa federasi terus berupaya mencari pemain berkualitas dari berbagai belahan dunia demi kemajuan sepak bola Indonesia.
