Inforiau – 01 November 2026 | Striker asal Nigeria, Taiwo Awoniyi, akhirnya kembali ke starting line-up Coventry City dan langsung membuktikan kualitasnya. Dalam laga lanjutan Premier League 2026/2027 pekan kesembilan melawan Sunderland di Coventry Building Society Arena, Sabtu (31/10/2026), Taiwo Awoniyi tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak menjalani hukuman skorsing. Keputusan pelatih Frank Lampard memasang Taiwo Awoniyi sejak menit pertama terbukti jitu. Penyerang berusia 29 tahun itu mencetak gol kedua Coventry pada menit ke-37, membawa tuan rumah unggul 2-0 atas Sunderland.
Pertandingan sendiri berjalan sangat menarik. Coventry City, yang sebelumnya sempat kesulitan mencetak gol, tampil agresif sejak awal. Tatsuhiro Sakamoto membuka keunggulan pada menit ke-17 setelah memanfaatkan celah di lini belakang Sunderland. Namun, gol Taiwo Awoniyi pada menit ke-37 menjadi momen penting yang mengubah momentum pertandingan. Mantan pemain Nottingham Forest itu menunjukkan insting predatornya di kotak penalti, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan dan menaklukkan kiper Robin Roefs.
Kehadiran Taiwo Awoniyi di lini depan Coventry memang dinanti-nantikan. Sebelumnya, ia harus absen karena sanksi, dan membuat Sidiki Cherif serta Brandon Thomas-Asante bergantian mengisi posisi striker. Kembalinya Taiwo Awoniyi memberikan dimensi berbeda bagi serangan Coventry. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi target man yang mampu menahan bola dan membuka ruang bagi gelandang serang seperti Jack Rudoni dan Ephron Mason-Clark.
Babak kedua, Coventry semakin menjauh. Jack Rudoni mencetak gol ketiga pada menit ke-52 setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Sunderland. Sunderland sempat memperkecil kedudukan melalui penalti Enzo Le Fée pada menit ke-67 setelah wasit berkonsultasi dengan VAR. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan Coventry City tidak berubah.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Coventry yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Tambahan tiga poin membuat posisi mereka di klasemen membaik. Sementara bagi Sunderland, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam upaya mereka keluar dari papan bawah. Pelatih Sunderland, yang diwakili asistennya, mengakui bahwa timnya kesulitan mengatasi tekanan Coventry, terutama setelah gol kedua Taiwo Awoniyi.
Frank Lampard dalam konferensi pers usai pertandingan memuji penampilan Taiwo Awoniyi. “Kami tahu kualitas Taiwo. Dia lapar setelah absen panjang. Golnya hari ini menunjukkan betapa pentingnya dia bagi tim ini. Saya senang dia kembali,” ujar Lampard. Lampard juga menyoroti performa Victor Torp yang tampil sebagai starter menggantikan Matt Grimes yang dicadangkan. “Victor memberikan energi baru di lini tengah. Ini keputusan sulit, tapi kami butuh rotasi,” tambahnya.
Di kubu Sunderland, kekalahan ini menambah catatan buruk. Mereka kini hanya meraih satu poin dari dua laga terakhir. Pelatih Sunderland, dalam wawancara singkat, menyatakan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi. “Kami kehilangan fokus di menit-menit krusial. Coventry memanfaatkan peluang dengan baik. Kami harus bangkit di pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Bagi Taiwo Awoniyi pribadi, gol ini menjadi pembuktian bahwa ia masih layak diperhitungkan di Premier League. Setelah sempat terpinggirkan karena cedera dan skorsing, ia kini memiliki kesempatan untuk kembali menjadi andalan Coventry City. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia kembali dipanggil ke tim nasional Nigeria untuk kompetisi mendatang.
Pertandingan berikutnya, Coventry City akan menghadapi ujian berat dengan bertandang ke markas salah satu tim papan atas. Sementara Sunderland akan menjamu tim promosi lainnya. Kedua tim masih memiliki banyak pekerjaan rumah, tetapi bagi Coventry, kembalinya Taiwo Awoniyi memberikan harapan baru untuk keluar dari tekanan degradasi.
Kemenangan 3-1 ini juga menjadi sinyal bahwa Coventry City tidak bisa diremehkan. Dengan komposisi pemain yang ada, termasuk Taiwo Awoniyi di lini depan, mereka memiliki potensi untuk bertahan di Premier League. Kuncinya adalah konsistensi dan kemampuan memanfaatkan peluang seperti yang ditunjukkan pada laga melawan Sunderland.
Editor: Abuzar Samad
