Tekanan di Juventus Memanas: Deschamps Muncul, Bayang-bayang CSKA Moscow dalam Dinamika Kursi Pelatih
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Kursi pelatih Juventus kembali menjadi sorotan panas setelah kekalahan 2-0 dari Genoa pada Rabu lalu membuat Bianconeri terpuruk ke peringkat kedelapan klasemen Serie A. Di tengah tekanan yang kian menggunung terhadap Luciano Spalletti, nama Didier Deschamps tiba-tiba mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengambil alih kemudi di Allianz Stadium. Menariknya, dinamika ini mengingatkan pada situasi serupa yang pernah terjadi di klub-klub besar Eropa, termasuk bagaimana cska moscow sempat menghadapi gejolak serupa ketika performa tim tidak sesuai ekspektasi.
Laporan dari La Stampa menyebutkan bahwa posisi Spalletti sudah sangat lemah. Manajemen klub dikabarkan mulai bergerilya mencari pengganti, dan Deschamps—yang memiliki sejarah panjang bersama Juventus sebagai pemain dan pernah menangani klub—menjadi salah satu nama yang masuk dalam radar. Situasi ini kian memanas jelang laga krusial melawan Napoli pada Minggu mendatang, yang bisa menjadi penentu nasib Spalletti.
Deschamps, yang baru saja meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional Prancis, dianggap memiliki kredibilitas untuk membangkitkan Juventus. Rekam jejaknya sebagai arsitek kesuksesan Prancis di Piala Dunia 2018 dan Liga Nations 2021 membuatnya menjadi sosok yang diidamkan banyak klub. Namun, kembalinya Deschamps ke Turin bukan tanpa tantangan. Juventus saat ini tengah dilanda inkonsistensi, dan tekanan dari tifosi serta media Italia sangat tinggi.
Dalam konteks persaingan sepak bola Eropa, nama cska moscow sering kali menjadi pembanding menarik. Klub asal Rusia itu juga pernah mengalami masa-masa sulit ketika pelatihnya dianggap gagal memenuhi target. Bahkan, beberapa pengamat menyebut bahwa manajemen cska moscow cenderung cepat mengambil keputusan tegas ketika hasil di lapangan tidak sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pelatih besar bukan hanya fenomena di Italia, tetapi juga di liga-liga lain, termasuk yang dijalani cska moscow.
Kekalahan dari Genoa menjadi pukulan telak bagi Juventus. Pertahanan yang rapuh dan serangan yang tumpul menjadi sorotan utama. Spalletti, yang didatangkan dengan harapan besar, belum mampu mengembalikan identitas permainan Bianconeri. Beberapa sumber internal klub menyebut bahwa para eksekutif sudah mulai melakukan kontak dengan perwakilan Deschamps untuk membahas kemungkinan kerja sama.
Jika Deschamps benar-benar kembali ke Juventus, ia akan menghadapi tugas berat: membenahi mental pemain, mengembalikan stabilitas pertahanan, dan yang terpenting, meraih hasil positif dalam waktu singkat. Laga melawan Napoli menjadi ujian awal yang sesungguhnya. Kekalahan lagi bisa membuat manajemen bergerak lebih cepat, dan Deschamps pun semakin dekat ke kursi panas tersebut.
Di sisi lain, Spalletti masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan karakter kuat, seperti yang ia tunjukkan saat membawa Napoli meraih scudetto. Namun, waktu terus berjalan, dan tekanan publik semakin tidak terbendung. Juventus tidak bisa berlama-lama dalam keterpurukan, terlebih dengan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.
Menarik untuk dicermati bagaimana manajemen Juventus akan mengambil keputusan. Jika mereka mengikuti jejak klub seperti cska moscow yang tidak ragu melakukan perubahan besar, maka Deschamps bisa segera mendarat di Turin. Sebaliknya, jika mereka masih memberi kepercayaan kepada Spalletti, hasil melawan Napoli akan menjadi penentu.
Yang jelas, dinamika di Juventus ini menjadi cerminan kerasnya persaingan sepak bola modern. Pelatih sekelas Spalletti pun bisa berada di ujung tanduk hanya dalam hitungan pekan. Sementara itu, nama Deschamps terus mencuat, dan publik Turin mulai berharap pada perubahan. Apakah perubahan itu akan datang dari tangan Deschamps, atau justru Spalletti yang mampu membalikkan keadaan? Kita tunggu jawabannya di lapangan.
Editor: Abuzar Samad
