UMRI Wisuda 1.351 Mahasiswa, Rektor Saidul Amin Dorong Alumni Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Provinsi Riau. Dalam gelaran Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXXI Tahun Akademik 2025/2026, kampus tersebut mewisuda 1.351 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Momentum UMRI Wisuda 1 351 Mahasiswa Alumni Didorong Ciptakan Lapangan Kerja ini menjadi tonggak penting karena jumlahnya merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan wisuda di kampus tersebut.
Prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (24–25 Oktober 2026), digelar di Ballroom SKA Co Ex Pekanbaru. Karena banyaknya jumlah peserta, panitia membagi prosesi ke dalam dua sesi. Pada hari pertama, sebanyak 711 lulusan dari Sekolah Pascasarjana dan lima fakultas mengikuti prosesi. Sementara itu, 640 lulusan dari tiga fakultas lainnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada hari kedua.
Jumlah Wisudawan Terbesar dalam Sejarah UMRI
Rektor UMRI, Saidul Amin, menyebut capaian ini sebagai bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus yang ia pimpin. Menurutnya, angka 1.351 lulusan bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kualitas dan kredibilitas UMRI di mata publik.
“Jumlah wisudawan kali ini merupakan yang paling banyak dalam sejarah UMRI. Ini juga merupakan bukti bahwa masyarakat sudah semakin percaya dengan UMRI dan kepercayaan itu akan terus kami jaga,” kata Saidul.
Dari total 1.351 lulusan tersebut, sebanyak 558 orang merupakan laki-laki dan 793 orang perempuan. Mereka berasal dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana, dengan rincian satu program magister, 21 program sarjana, serta tiga program Diploma Tiga. Ragam latar belakang keilmuan ini menunjukkan luasnya cakupan pendidikan yang ditawarkan UMRI.
Dari Pengetahuan Menuju Dampak Nyata
Mengusung tema From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban, UMRI menegaskan komitmennya agar para alumni tidak berhenti pada pencapaian gelar semata. Tema ini menjadi pengingat bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Saidul berharap lulusan UMRI tumbuh menjadi tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, memiliki akhlak mulia, dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Melalui tema ini, UMRI berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga insan berakhlak mulia, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi bagi umat, bangsa, dan semesta,” ujarnya.
Dalam konteks UMRI Wisuda 1 351 Mahasiswa Alumni Didorong Ciptakan Lapangan Kerja, harapan tersebut bukan tanpa alasan. Dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Pesan Pemerintah Provinsi Riau untuk Para Alumni
Senada dengan rektor, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto melalui Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan peluang kerja yang tersedia. Ia mendorong alumni untuk berani menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Kami berharap lulusan UMRI ikut membawa kemajuan bagi Provinsi Riau, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Mari bersama membangun Provinsi Riau,” kata Zulkifli.
Pesan ini sejalan dengan semangat UMRI Wisuda 1 351 Mahasiswa Alumni Didorong Ciptakan Lapangan Kerja yang menempatkan alumni sebagai agen perubahan, bukan sekadar pencari kerja. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu merintis usaha, membuka peluang bagi orang lain, serta memperkuat perekonomian daerah.
Rincian Wisudawan UMRI
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total wisudawan | 1.351 orang |
| Laki-laki | 558 orang |
| Perempuan | 793 orang |
| Wisuda sesi pertama (24 Oktober 2026) | 711 orang |
| Wisuda sesi kedua (25 Oktober 2026) | 640 orang |
| Program magister | 1 program |
| Program sarjana | 21 program |
| Program Diploma Tiga | 3 program |
Data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas lulusan berasal dari kalangan perempuan, yang sekaligus mencerminkan semakin besarnya peran perempuan dalam dunia pendidikan tinggi di Riau. Sementara itu, keberadaan program magister menandakan bahwa UMRI tidak hanya fokus pada pendidikan sarjana, tetapi juga mendorong pengembangan keilmuan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Membangun Generasi Unggul untuk Peradaban
Bagi UMRI, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Tema yang diusung menegaskan bahwa pengetahuan sejati diukur dari dampaknya bagi masyarakat. Para alumni diharapkan mampu menerjemahkan teori yang dipelajari menjadi solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga teknologi.
Komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat juga menjadi pesan penting yang disampaikan rektor. Dengan jumlah lulusan yang terus meningkat setiap tahun, UMRI dituntut untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat relevansi kurikulum, serta menjalin kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah daerah.
Melalui momentum UMRI Wisuda 1 351 Mahasiswa Alumni Didorong Ciptakan Lapangan Kerja, harapan besar diletakkan di pundak para lulusan. Mereka tidak hanya dituntut sukses secara pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan semesta.
Kesimpulan
Wisuda ke-XXXI UMRI dengan 1.351 lulusan menjadi bukti nyata pertumbuhan dan kepercayaan publik terhadap kampus tersebut. Lebih dari sekadar seremoni akademik, momen UMRI Wisuda 1 351 Mahasiswa Alumni Didorong Ciptakan Lapangan Kerja menegaskan misi besar untuk mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat From Knowledge to Impact, para alumni diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Provinsi Riau sekaligus pencipta lapangan kerja baru di tengah tantangan zaman.
