Wahi Pesta Gol, Nice Hancurkan Rennes 5-2 dan Kacaukan Klasemen OGC Nice vs Rennes
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Pekan ke-9 Ligue 1 2026/2027 menyajikan drama luar biasa di Allianz Riviera. Dalam laga yang berlangsung Jumat malam, OGC Nice tampil menggila dengan menghancurkan Stade Rennais 5-2, sebuah hasil yang langsung mengubah peta klasemen OGC Nice vs Rennes di papan tengah dan atas. Kemenangan ini menjadi sinyal serius bagi tim-tim pesaing, sekaligus memperlihatkan kerentanan lini belakang Rennes yang kembali menjadi sorotan.
Pertandingan baru berjalan 12 menit ketika Elye Wahi membuka keunggulan Nice lewat titik putih. Penalti diberikan setelah Nicolas Lemaître, yang dipercaya mengawal gawang Rennes menyusul absennya Brice Samba, menjatuhkan Wahi di kotak terlarang. Rennes merespons cepat. Hanya tiga menit berselang, Sebastian Szymanski menyamakan kedudukan lewat sundulan terarah memanfaatkan umpan silang Nagida dari sisi kiri.
Namun, keunggulan mental Nice kembali terlihat. Pada menit ke-35, Jonathan Clauss dijatuhkan di area penalti, dan Wahi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol keduanya dari titik putih. Menjelang turun minum, Clauss menutup babak pertama dengan gol spektakuler, melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut gawang Lemaître. Skor 3-1 untuk tuan rumah bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Nice tidak mengendurkan tekanan. Mohammed Amoura menambah keunggulan menjadi 4-1 pada menit ke-52 lewat penyelesaian cermat setelah melewati Aït Boudlal. Rennes sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Boulaye Dia pada menit ke-58 setelah Al-Tamari dilanggar. Namun, harapan Breton untuk bangkit pupus ketika gol Nagida dianulir karena offside, dan Wahi melengkapi trigol pribadinya pada menit ke-73 dengan penyelesaian tanpa kontrol yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Rennes.
Hasil ini membuat klasemen OGC Nice vs Rennes bergeser cukup signifikan. Nice mengoleksi 14 poin dari sembilan laga dan naik ke peringkat ketujuh, hanya terpaut dua angka dari Rennes yang tetap berada di posisi kedua dengan 16 poin. Meski masih menempati urutan runner-up, posisi Rennes kini terancam oleh Lille, Monaco, Lyon, dan Paris FC yang belum menyelesaikan pertandingan pekan ini.
| Tim | Poin | Main | Menang | Seri | Kalah | Selisih Gol |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Paris Saint-Germain | 20 | 9 | 6 | 2 | 1 | +11 |
| Rennes | 16 | 9 | 5 | 1 | 3 | +1 |
| Lille | 15 | 8 | 4 | 3 | 1 | +5 |
| Monaco | 15 | 8 | 4 | 3 | 1 | +4 |
| Lyon | 14 | 8 | 4 | 2 | 2 | +6 |
| Paris FC | 14 | 8 | 4 | 2 | 2 | +4 |
| Nice | 14 | 9 | 4 | 2 | 3 | +1 |
Bagi Franck Haise, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Kembali ke markas mantan klubnya, ia menyaksikan pertahanan Rennes hancur berkeping-keping. Ini menjadi kekalahan ketiga Rennes musim ini, dan yang paling mengkhawatirkan, tim asuhannya sudah kebobolan empat gol saat melawan Lyon dan Paris FC sebelumnya. Konsistensi lini belakang menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi jika Rennes ingin mempertahankan posisi di papan atas.
Di sisi lain, Olivier Pantaloni patut berbangga. Nice mencatatkan kemenangan keempat dalam lima laga terakhir Ligue 1, sebuah momentum positif yang membuat posisi mereka di klasemen OGC Nice vs Rennes kian kompetitif. Trigol Wahi, yang dua di antaranya berasal dari penalti, menegaskan ketajaman striker internasional Pantai Gading tersebut. Kolaborasinya dengan Clauss dan Amoura menjadi trisula berbahaya yang sulit dibendung lawan.
Pada laga lain di pekan yang sama, Paris Saint-Germain berpesta gol di markas Le Havre dengan skor 5-1. Achraf Hakimi mencetak trigol bersejarah, menjadi trigol pertama sang bek dalam kariernya, sementara Senny Mayulu dan Mika Godts turut menyumbang gol. Kemenangan ini memperkokoh posisi PSG di puncak dengan 20 poin, sementara Le Havre masih terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan.
Dengan hasil ini, persaingan di Ligue 1 semakin memanas. Nice akan menghadapi Angers pada 8 November mendatang, sementara Rennes dituntut segera bangkit jika tidak ingin posisi mereka di klasemen OGC Nice vs Rennes terus tergerus oleh tim-tim di bawahnya.
Secara keseluruhan, pekan ke-9 menjadi momen pembuktian bagi Nice bahwa mereka layak diperhitungkan di papan atas, sekaligus alarm keras bagi Rennes bahwa kekuatan lini belakang mereka masih jauh dari kata solid. Kemenangan 5-2 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa Le Gym siap bersaing lebih tinggi musim ini.
