Wahi Pesta Gol, Rennes Hancur 2-5 di Kandang Nice
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Stade Rennais kembali menunjukkan kerapuhan lini belakangnya saat takluk 2-5 dari OGC Nice dalam laga pekan kesembilan Ligue 1 di Allianz Riviera, Jumat malam waktu setempat. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi rennes yang sebelumnya berambisi mempertahankan posisi kedua di klasemen, namun kini harus waspada karena posisinya terancam oleh hasil laga tim-tim pesaing seperti Lille, Monaco, Lyon, dan Paris FC.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim sama-sama berambisi mengambil inisiatif serangan. Adrien Thomasson sempat melepaskan tembakan yang melambung tinggi, sementara kiper Nice, Yehvann Diouf, tampil sigap menghentikan peluang Boulaye Dia dan menepis tembakan keras Mahamadou Nagida.
Keunggulan tuan rumah dibuka pada menit ke-12 melalui titik putih. Elye Wahi lebih dulu menyambar bola sebelum kiper rennes, Nicolas Lemaitre, menjatuhkannya di kotak penalti. Wahi yang tampil sebagai eksekutor mengecoh Lemaitre dan membawa Nice unggul 1-0.
Namun respons pasukan Franck Haise datang hanya tiga menit berselang. Umpan matang Nagida disambut sundulan Sebastian Szymanski yang menggetarkan gawang Nice, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-15.
Sayangnya, kegagalan memanfaatkan peluang kembali menghantui rennes. Mousa Al-Tamari sempat lolos dari jebakan offside, tetapi tembakannya melebar di bawah tekanan Youssouf Ndayishimiye. Kelalaian itu berbuah mahal ketika Jonathan Clauss dilanggar Valentin Rongier di kotak terlarang pada menit ke-34, dan Wahi kembali menaklukkan Lemaitre dari titik penalti untuk membawa Nice memimpin 2-1.
Petaka bagi rennes berlanjut tepat sebelum turun minum. Berawal dari bola yang hilang dari kaki Anthony Rouault, Wahi menyodorkan umpan kepada Clauss yang melepaskan tembakan keras tak terbendung. Skor 3-1 untuk keunggulan Nice menutup babak pertama.
Di babak kedua, Nice tak mengendurkan tekanan. Mohamed Amoura mencetak gol keempat pada menit ke-52 usai memanfaatkan umpan Hicham Boudaoui, membuat kedudukan menjadi 4-1. rennes sempat memperkecil ketinggalan melalui penalti Boulaye Dia pada menit ke-58 setelah Niels Nkounkou menjatuhkan Al-Tamari, sehingga skor berubah 4-2.
Semangat kebangkitan tim tamu sempat menyala ketika Nagida mencetak gol, namun wasit menganulirnya karena offside yang sangat tipis. Beberapa saat kemudian, Wahi menuntaskan malam gemilangnya dengan mencetak gol ketiga memanfaatkan umpan Gauthier Hein pada menit ke-73, memastikan kemenangan 5-2 bagi tuan rumah.
Statistik dan Catatan Pertandingan
| Keterangan | Nice | Rennes |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 5 | 2 |
| Pencetak Gol | Wahi (12′, 35′ pen, 73′), Clauss (45+2′), Amoura (52′) | Szymanski (15′), Dia (58′ pen) |
| Pelatih | Olivier Pantaloni | Franck Haise |
Kemenangan ini merupakan hasil positif keempat bagi Nice dalam lima laga terakhir dan menjadi laga kandang kesembilan berturut-turut tanpa kekalahan, torehan terbaik mereka sejak Februari 2024. Trio gol Wahi menegaskan kebangkitan striker berusia 23 tahun tersebut setelah sempat kehilangan ketajaman bersama Lens dan Marseille.
Bagi rennes, kekalahan ini menjadi yang ketiga musim ini dan mempertegas masalah pertahanan yang terus berulang. Tim asuhan Franck Haise telah kebobolan 19 gol dalam sembilan pertandingan, termasuk 13 gol dalam tiga laga tandang terakhir di Ligue 1. Sebelumnya mereka juga sempat kebobolan empat gol saat melawan Lyon dan Paris FC.
Dengan hasil ini, Nice naik sementara ke peringkat ketujuh klasemen, sementara rennes tertahan di posisi kedua namun terpaut empat poin dari pemuncak klasemen Paris Saint-Germain, yang pada laga lain menghancurkan Le Havre 5-1 berkat trigol Achraf Hakimi. Posisi rennes kini bergantung pada hasil laga tim-tim pesaing pada pekan kesembilan ini.
Bagi Nice, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk terus menempel papan atas dan menjaga asa bersaing di zona Eropa. Sementara itu, Franck Haise dituntut segera membenahi organisasi pertahanan rennes jika ingin tetap bersaing di jalur juara, karena catatan kebobolan yang buruk berpotensi menggagalkan ambisi tim asal Bretagne tersebut musim ini.
