Xabi Alonso Siap Selebrasi di Anfield, Chelsea Kehilangan Joao Pedro dan Incar Gelandang Brighton
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, menegaskan bahwa ia tidak akan menahan diri untuk merayakan gol jika timnya mampu membobol gawang Liverpool, klub yang pernah dibelanya, dalam laga Piala Liga Inggris di Anfield. Namun, misi Chelsea untuk bangkit dari kekalahan derbi melawan Tottenham Hotspur mendapat pukulan telak setelah penyerang andalan Joao Pedro dipastikan absen selama beberapa pekan akibat cedera otot paha.
Alonso, yang menghabiskan lima tahun berseragam Liverpool dan menjadi bagian dari skuad legendaris yang menjuarai Liga Champions 2005 di Istanbul, mengaku tetap menghormati mantan klubnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa profesionalismenya sebagai pelatih Chelsea menuntut ia untuk mendukung penuh timnya sendiri.
“Tentu saja, saya akan melakukan selebrasi, sudah pasti. Dengan penuh rasa hormat, karena hubungan hangat saya dengan Liverpool terjalin saat saya menjadi pemain. Namun, sekarang peran saya berbeda. Saya harus mendukung tim saya dan klub saya. Jika kami mencetak gol, saya akan merayakannya dengan penuh hormat,” ujar Alonso dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Cedera yang dialami Joao Pedro terjadi saat sesi latihan sehari sebelum kekalahan 2-0 dari Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada Sabtu lalu. Penyerang berusia 25 tahun itu diperkirakan akan menepi hingga jeda internasional berikutnya, yang berarti ia juga akan melewatkan laga Liga Primer melawan Manchester United dan Sunderland, serta kemungkinan besar tidak dipanggil timnas Brasil untuk laga persahabatan melawan Jepang dan Singapura.
“Dia mengalami cedera pada otot paha dan akan absen selama beberapa pekan. Kita lihat berapa lama. Kami tidak ingin membuat prediksi. Yang jelas, dia tidak siap untuk pertandingan-pertandingan mendatang,” jelas Alonso. “Dia pemain kunci. Kami akan merindukannya, tetapi kami harus siap menghadapi cedera ini, tetap kompetitif, dan mencoba menang dengan pemain yang tersedia.”
Tanpa Joao Pedro, lini depan Chelsea menjadi sangat tipis. Alonso hanya memiliki dua penyerang murni: Danny Welbeck yang berusia 35 tahun dan Emmanuel Emegha, rekrutan musim panas dari Strasbourg yang belum debut karena cedera hamstring. Welbeck diperkirakan akan menjadi starter melawan Liverpool, sementara Emegha berpeluang mendapatkan menit bermain perdana setelah pulih.
“Sangat penting bagi kami untuk memiliki Emegha karena dia punya kualitas istimewa. Dia telah berlatih dengan baik untuk membangun fondasi kebugaran yang solid. Mungkin besok dia mendapat kesempatan bermain,” tambah Alonso.
Di sisi lain, Chelsea dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk merekrut gelandang Brighton, Yasin Ayari, setelah pembicaraan kontrak baru pemain internasional Swedia itu menemui jalan buntu. Kontrak Ayari akan berakhir pada akhir musim ini, meskipun Brighton memiliki opsi perpanjangan satu tahun hingga 2028. Nilai transfernya diperkirakan berada di kisaran 50 juta euro atau sekitar 42 juta poundsterling.
Alonso dikabarkan masih ingin menambah kekuatan di lini tengah setelah Enzo Fernandez dijual ke Manchester City pada hari terakhir bursa transfer musim panas. Chelsea sebelumnya gagal mendatangkan Manu Kone dan Lamine Camara. Direktur olahraga Paul Winstanley juga mengenal Ayari dengan baik dari masa jabatannya di Brighton. Klub asal London Barat itu memang memiliki sejarah merekrut pemain dari Brighton, seperti Marc Cucurella, Robert Sanchez, Moises Caicedo, Joao Pedro, dan Danny Welbeck.
Ayari, yang bergabung dengan Brighton dari AIK pada 2023, telah menjadi salah satu pemain kunci musim ini dengan mencetak dua gol dalam enam pertandingan. Penampilan energiknya membuat Brighton menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga Primer. Namun, Chelsea tidak akan bergerak sendirian. Galatasaray, Fenerbahce, AC Milan, Newcastle, Arsenal, Manchester United, dan Liverpool juga dikabarkan memantau situasi Ayari menjelang bursa transfer Januari.
Sementara itu, laga melawan Chelsea akhir pekan nanti disebut-sebut sebagai penentu nasib pelatih Manchester United, Michael Carrick. Manajemen Setan Merah memutuskan untuk menunda pemecatan Carrick setelah kekalahan 0-3 dari Bournemouth, dan memberinya kesempatan untuk membalikkan situasi, termasuk saat menghadapi Chelsea di Old Trafford.
Dengan segala dinamika yang ada, laga di Anfield menjadi ujian berat bagi Alonso dan skuad Chelsea. Kehilangan Joao Pedro di tengah kebutuhan untuk meraih hasil positif menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan lini depan yang belum stabil. Namun, Alonso tetap optimistis dan menegaskan bahwa timnya akan tampil kompetitif. Sementara itu, perburuan gelandang baru seperti Yasin Ayari menunjukkan ambisi Chelsea untuk terus memperkuat skuad demi bersaing di papan atas. Publik sepak bola Indonesia pun menantikan apakah Chelsea mampu bangkit atau justru semakin terpuruk dalam pusaran tekanan.
