Otoritas Jasa Keuangan: Kredit Tumbuh 13,26 Persen, Sektor Jasa Keuangan Tetap Tangguh
Inforiau – 07 November 2026 | Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap tangguh menopang pertumbuhan ekonomi 2026, meski dihadapkan pada eskalasi ketidakpastian global. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut fungsi intermediasi perbankan dan pasar modal berjalan optimal di tengah tekanan geopolitik, kenaikan harga energi, dan suku bunga global yang bertahan tinggi.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan kredit perbankan 13,26 persen secara tahunan per September 2026 dengan NPL gross rendah 2,07 persen. Penghimpunan dana di pasar modal menembus Rp209 triliun. Capaian itu dinilai menjadi modal untuk memperbesar pembiayaan sektor produktif, termasuk UMKM dan program prioritas pemerintah.
Di tengah tekanan inflasi global, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan domestik tetap terjaga. Inflasi di sejumlah negara seperti Jepang dan Inggris melampaui target, sementara bank sentral global diperkirakan menahan suku bunga tinggi hingga 2027. OJK juga mencermati keterbatasan ruang fiskal, ketegangan sosial, dan sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Otoritas Jasa Keuangan merevisi proyeksi beberapa industri nonbank. Asuransi diproyeksikan tumbuh 2–4 persen, dana pensiun 4–6 persen, dan multifinance 2–4 persen. Sementara itu, aset industri penjaminan diperkirakan melonjak 28–30 persen akibat reklasifikasi aset program KUR dari asuransi ke penjaminan.
Otoritas Jasa Keuangan juga menyiapkan kerangka pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2027. Bersama BEI, KPEI, dan KSEI, OJK memantau pasar modal serta persepsi risiko investor pascakonsultasi reklasifikasi MSCI, sambil menyiapkan kebijakan tambahan bila diperlukan.
Dengan fundamental industri yang solid, kredit tumbuh dua digit, dan kualitas aset terjaga, OJK optimistis sektor jasa keuangan tetap menjadi penopang ekonomi. Kewaspadaan tetap diperlukan karena gejolak global dapat menular ke kinerja industri keuangan nonbank dan pasar modal.
Editor: Abuzar Samad
