Boycott Menu Bahasa Melayu Tak Goyahkan Penjualan Oriental Kopi Holdings Bhd, Ekspansi Tetap Jalan
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Penjualan Oriental Kopi Holdings Bhd tetap tangguh di tengah gelombang seruan boikot yang menyeruak awal Oktober lalu. Jaringan kafe asal Malaysia itu dilaporkan tidak mengalami penurunan kunjungan pelanggan yang signifikan, sehingga momentum pendapatan dan rencana ekspansinya diprediksi tetap berjalan mulus sepanjang tahun fiskal berjalan.
Kontroversi bermula ketika seorang pengguna media sosial menyoroti tidak adanya terjemahan Bahasa Melayu pada menu kafe tersebut, tepat setelah grup itu mengunggah konten patriotik bertajuk “Maka Kami”. Sorotan itu dengan cepat berkembang menjadi seruan boikot yang ramai diperbincangkan di ruang digital.
Manajemen Bergerak Cepat, Menu Trilingual Disiapkan
Alih terpuruk, Oriental Kopi Holdings Bhd merespons persoalan tersebut secara proaktif. Manajemen telah merampungkan desain menu baru dalam tiga bahasa dan bersiap mencetak ulang sekitar 2.000 buku menu. Biaya cetak ulang diperkirakan mencapai RM150.000, sebuah angka yang dinilai tidak material karena hanya setara sekitar 0,2 persen dari proyeksi laba inti perseroan untuk tahun fiskal yang berakhir Juni 2026.
Manajemen juga menegaskan bahwa menu berbahasa Mandarin tidak pernah ditarik dari peredaran. Sejak awal, kafe menyediakan menu terpisah dalam bahasa Inggris dan Mandarin, sehingga anggapan bahwa menu Mandarin dihapus muncul akibat kesalahpahaman. Untuk mempercepat pemulihan citra, perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan media massa dan sejumlah influencer media sosial agar menu revisi dapat diperkenalkan secara luas begitu resmi diluncurkan.
Hong Leong Investment Bank Research, setelah menggelar pertemuan dengan manajemen pada 21 Oktober, menyatakan tetap konstruktif terhadap prospek Oriental Kopi Holdings Bhd. Lembaga riset itu menilai seruan boikot sejauh ini belum berdampak pada penjualan, dengan tidak ada perubahan berarti pada jumlah kunjungan pelanggan di gerai-gerai perseroan.
Perhatian Publik Justru Cerminkan Basis Pelanggan yang Meluas
Menariknya, manajemen memandang sorotan yang begitu besar sebagai cerminan melebarnya basis pelanggan sepanjang tahun ini. Bagi perusahaan, perhatian publik yang intens justru menegaskan daya tarik merek yang kini menjangkau seluruh pelosok negeri, bukan sekadar segmen tertentu.
Dari sisi kinerja keuangan, HLIB memperkirakan Oriental Kopi Holdings Bhd membukukan laba inti setelah pajak sebesar RM67 juta pada tahun fiskal 2026. Angka itu menyiratkan laba inti kuartal keempat sekitar RM18 juta, lebih tinggi dibandingkan RM17 juta pada kuartal ketiga. Proyeksi tersebut ditopang oleh ekspektasi penurunan tarif pajak efektif dari 30,6 persen pada kuartal ketiga, serta tidak adanya lagi beban satu kali pada kuartal berjalan.
Perseroan menyatakan keyakinannya dapat memenuhi target laba sepanjang tahun, sementara harga bahan baku dilaporkan tetap stabil setelah pembicaraan dengan para pemasok utama. Stabilitas harga bahan baku ini menjadi penopang penting di tengah tekanan biaya operasional yang lazim dihadapi jaringan kafe.
Ekspansi ke Luar Negeri dan Penguatan Infrastruktur
Selain mempertahankan kinerja domestik, Oriental Kopi Holdings Bhd terus menggenjot rencana pertumbuhan ke pasar luar negeri guna memperluas jangkauan pasar. Langkah ini dinilai strategis untuk mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang sempat terguncang isu boikot.
Di sisi infrastruktur, perseroan baru saja merampungkan akuisisi properti senilai RM23 juta di Puchong, Selangor. Properti berupa tanah leasehold seluas sekitar 5.262 meter persegi beserta bangunan pabrik itu sebelumnya disewa sebagai kantor pusat dan fasilitas pergudangan. Melalui entitas Oriental Coffee International Sdn Bhd, perseroan telah menyetorkan sisa pembayaran pembelian pada 20 Oktober, menuntaskan transaksi yang disepakati dengan Icon Façade Sdn Bhd sejak Februari.
Langkah kepemilikan aset ini menghindarkan perseroan dari risiko kenaikan sewa, tidak diperpanjangnya masa sewa, serta berbagai kendala lain yang berkaitan dengan pemilik lahan. Pembelian didanai melalui dana internal dan pinjaman bank, dengan harga disepakati berdasarkan prinsip pembeli dan penjual yang berkehendak bebas setelah mempertimbangkan tarif pasar properti sejenis di sekitarnya.
Sentimen sektor konsumen pun turut memberi angin segar. Kalangan analis menantikan dorongan belanja rumah tangga dari Budget 2027 yang mencakup kenaikan bantuan tunai, pemotongan pajak, perluasan relief pajak pribadi, dan kenaikan upah minimum. Pemerintah memperkirakan perubahan tarif pajak penghasilan individu dan ambang relief akan menambah daya beli hingga RM1.600 bagi sekitar lima juta wajib pajak. Meski indeks sektor barang konsumsi tercatat turun 15 persen sejak awal tahun, rasio harga terhadap laba saham konsumen justru naik menjadi 21,5 kali, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang sektor ini.
Dengan kombinasi penjualan yang tetap kokoh, respons cepat terhadap isu menu, ekspansi ke pasar luar negeri, serta penguatan aset infrastruktur, Oriental Kopi Holdings Bhd tampak berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentum pertumbuhannya. Kontroversi yang sempat mencuat justru menjadi cermin bahwa merek ini telah menjadi bagian dari perbincangan publik yang lebih luas, sekaligus ujian atas ketangguhan strategi bisnisnya di tengah dinamika pasar yang menantang.
