Akhir Penantian 25 Tahun: Pramono Resmikan Gereja Advent Taman Harapan Jaya
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin di Cililitan, Jakarta Timur, pada Minggu (25/10/2026). Peresmian Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Taman Harapan Jaya ini menjadi momen bersejarah bagi jemaat yang telah menanti lebih dari dua setengah dekade agar rumah ibadah mereka berdiri secara resmi dan permanen.
Dalam sambutannya, Pramono mengakui bahwa proses pengurusan izin gereja tersebut bukan perkara mudah. Ia menyebut perjalanan pembangunan gereja berlangsung sangat panjang, bahkan melewati berbagai dinamika sosial dan ekonomi yang terjadi di tanah air.
“Pembangunan gereja ini berjalan sangat panjang sekali, 25 tahun lebih mengurusnya. Dan saya tahu bahwa untuk mengurus izin yang disebut dengan PBG dan sebagainya itu tidak gampang,” kata Pramono di hadapan jemaat dan tamu undangan.
Perjalanan panjang itu bermula dari hibah lahan pada 1997. Setahun kemudian, pembangunan terhenti karena proses perizinan belum tuntas, bersamaan dengan krisis moneter dan gelombang reformasi yang melanda Indonesia. Gereja yang telah berdiri sejak 1974 itu pun harus menunggu puluhan tahun sebelum Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) akhirnya diterbitkan pada 1 Agustus 2023. Izin tersebut kemudian direvisi pada 1 Juli 2025 untuk memenuhi kebutuhan fasilitas parkir agar aktivitas gereja tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Minta Perizinan Rumah Ibadah Tak Berlarut-larut
Momentum Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin ini dijadikan Gubernur sebagai pelajaran penting. Ia meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap proses perizinan pembangunan rumah ibadah agar tidak berkepanjangan ketika seluruh persyaratan administrasi telah lengkap.
“Seyogianya dalam waktu kalau administrasinya sudah selesai, seminggu-dua minggu harus selesai. Dan itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari 5 menit. Tidak lebih,” tegasnya.
Pramono juga menekankan komitmennya untuk melayani seluruh umat beragama tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis. Menurutnya, keberagaman bukan sekadar kenyataan yang melekat pada masyarakat Jakarta, melainkan tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya harus menjadi gubernur bagi semua agama, semua ras, dan semua etnis. Saya tidak boleh membeda-bedakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia meminta Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin membantu menuntaskan sisa pekerjaan yang belum rampung, termasuk penyelesaian tembok dan persoalan perizinan yang berkaitan dengan bangunan di sebelah gereja. “Jadi Pak Wali, tolong diselesaikan. Kalau enggak bisa selesai, saya dikabari, saya yang akan selesaikan,” tegas Pramono.
Anggaran Rp7,2 Miliar dan Sisa Pekerjaan 20 Persen
Ketua Jemaat GMAHK Taman Harapan Jaya, Reapelt Kairupan, mengungkapkan bahwa total anggaran pembangunan gereja mencapai Rp7,234 miliar. Dana tersebut bersumber dari empat sumber utama, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut:
| Sumber Dana | Keterangan |
|---|---|
| Swadaya jemaat | Iuran dan gotong royong warga jemaat |
| Donatur | Sumbangan pihak-pihak yang peduli |
| Penjualan gereja lama | Hasil penjualan aset gereja sebelumnya |
| Organisasi GMAHK | Dukungan Indonesia Uni Kawasan Tengah dan Konferensi DKI Jakarta |
Meski telah diresmikan dan digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026, pembangunan gereja baru mencapai sekitar 80 persen. Sisa pekerjaan mencakup tahap penyelesaian akhir atau finishing serta penyiapan perlengkapan. Reapelt menyampaikan apresiasi kepada Pramono atas dukungan dalam proses penyelesaian perizinan, termasuk penerbitan PBG yang menjadi bagian penting dalam administrasi pembangunan tempat ibadah.
Selain itu, gereja tersebut tercatat telah menerima Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2003 dengan total bantuan mencapai Rp40.800.000.
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Pramono secara resmi menyatakan gedung GMAHK Taman Harapan Jaya dibuka dan diresmikan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Peresmian ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pertumbuhan kehidupan rohani, penguatan kebersamaan jemaat, serta peningkatan kontribusi gereja dalam kehidupan bermasyarakat.
Peristiwa Pramono resmikan gereja Advent yang dibangun setelah 25 tahun perjuangan izin menjadi cermin bahwa pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan rumah ibadah dapat memperkuat kerukunan dan menegaskan Jakarta sebagai rumah keberagaman. Ke depan, percepatan perizinan diharapkan mencegah terulangnya penantian panjang serupa bagi umat beragama lain di ibu kota.
