Al Ittihad Jeddah Kehilangan Momentum: Ditahan Abha 1-1 di Laga Penuh Drama
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Ambisi Al Ittihad Jeddah untuk terus melesat ke papan atas klasemen Pro League Saudi Arabia harus menerima kenyataan pahit. Bertandang ke Prince Sultan bin Abdulaziz Sports City Stadium, markas Abha, pada lanjutan pekan kompetisi, tim tamu hanya mampu membawa pulang satu poin setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat Al Ittihad Jeddah terhenti di posisi keempat dengan koleksi 23 poin, sementara Abha yang meraih poin berharga tetap tertahan di dasar klasemen, tepatnya peringkat ke-18.
Pertandingan sebenarnya berjalan sesuai prediksi banyak pihak. Al Ittihad Jeddah mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 68 persen dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, drama justru terjadi sejak menit awal ketika Richard Ríos Montoya harus ditarik keluar akibat cedera. Ahmed Al-Ghamdi pun dipaksa masuk lebih cepat dari rencana untuk menambal kekosongan di lini tengah. Perubahan tak terduga ini sempat mengganggu ritme permainan tim tamu, meski secara keseluruhan mereka tetap mengendalikan jalannya laga.
Tekanan yang dibangun Al Ittihad Jeddah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52. Houssem Aouar, gelandang kreatif yang menjadi motor serangan, berhasil memecah kebuntuan dan membawa timnya unggul 0-1. Gol tersebut terasa sangat pantas mengingat betapa intensifnya serangan yang dilancarkan. Sebelumnya, Abha sudah harus bermain hati-hati setelah Loreintz Rosier menerima kartu kuning pada menit ke-25, disusul Mohammed Al-Dosari pada menit ke-49 akibat pelanggaran untuk menghentikan gelombang serangan lawan.
Menyadari tertinggal di hadapan pendukung sendiri, pelatih Abha bergerak cepat melakukan rotasi. Kamil Boumedmed dimasukkan menggantikan Abdulkarim Darisi pada menit ke-57, lalu Amar Al-Yuhaybi dan Mateo Borrell masuk pada menit ke-68 untuk menyegarkan lini tengah dan pertahanan. Sementara itu, kubu Al Ittihad Jeddah juga melakukan penyegaran dengan memasukkan George Ilenikhena menggantikan Youssef En-Nesyri serta Marwan Al-Sahafi yang menggantikan Steven Bergwijn pada menit ke-71, berharap bisa menambah keunggulan.
Namun, sepak bola memang tak selalu berpihak pada tim yang mendominasi. Pada menit ke-87, Faisal Al-Subiani tampil sebagai pahlawan tuan rumah dengan mencetak gol penyama kedudukan. Gol tersebut sontak membungkam pendukung tim tamu dan memaksa Al Ittihad Jeddah puas dengan hasil imbang. Al-Subiani sendiri dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini dengan rating impresif 8,14 berkat kontribusinya yang menentukan.
Hasil ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi skuad asuhan pelatih Al Ittihad Jeddah yang tengah berupaya mengejar posisi puncak. Padahal, tambahan tiga poin sangat dibutuhkan untuk mendekati pesaing-pesaing di atasnya. Kini, tim berjuluk Al-Ameed itu harus segera bangkit dan mengevaluasi lemahnya konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.
Di sisi lain, agenda Al Ittihad Jeddah ke depan tidak kalah menantang. Mereka dijadwalkan menjamu Al Taawon di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada 10 Desember 2026 mendatang. Laga ini menjadi kesempatan emas untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus membuktikan konsistensi di hadapan pendukung sendiri. Tak hanya di kompetisi domestik, pasukan Al Ittihad Jeddah juga akan menghadapi laga krusial di AFC Champions League Elite melawan Pakhtakor Tashkent di kandang pada 23 November 2026. Tiket pertandingan bergengsi tersebut telah dijual resmi melalui platform Webook, dengan harga mulai dari 30 SAR untuk tribun atas hingga 150 SAR untuk kategori tribun bawah tengah.
Sebagai salah satu klub besar dengan basis pendukung fanatik, tekanan untuk meraih gelar selalu membayangi Al Ittihad Jeddah. Konsistensi menjadi kunci utama jika mereka ingin bersaing di jalur juara, baik di kancah domestik maupun Asia. Lini belakang yang kerap lengah di pengujung laga menjadi pekerjaan rumah yang wajib segera dituntaskan oleh jajaran pelatih.
Secara keseluruhan, laga melawan Abha menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir. Al Ittihad Jeddah telah menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan, namun ketenangan dan fokus hingga peluit akhir masih perlu diasah. Kini, seluruh mata akan tertuju pada respons skuad di pertandingan berikutnya, apakah mereka mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan atau justru terus kehilangan momentum di tengah persaingan yang semakin ketat.
