Angka Pengangguran Indonesia Bertengger di 4,75 Persen, BPS Ungkap Tiga Sektor Serap Pekerja Terbanyak
Inforiau – 05 November 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional mencapai 4,75 persen pada Agustus 2026. Data ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 penduduk dalam kelompok angkatan kerja, sekitar lima orang masih belum terserap oleh pasar tenaga kerja Indonesia.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (5 November 2026). Meskipun angka pengangguran relatif stabil, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam mengakselerasi penyerapan tenaga kerja.
Sektor Formal Mengalami Kontraksi
Proporsi penduduk yang bekerja di sektor formal mencatat 42,07 persen, mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan tren pergeseran tenaga kerja ke sektor informal yang masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pekerja Indonesia.
Namun, terdapat sinyal positif dari aspek durasi kerja. Sebanyak 67,47 persen dari total penduduk yang bekerja telah berstatus sebagai pekerja penuh waktu. Pencapaian ini mengindikasikan peningkatan kualitas penyerapan tenaga kerja dari segi stabilitas jam kerja.
Tiga Sektor Utama Penyerap Tenaga Kerja
Analisis mendalam terhadap instrumen penyerapan tenaga kerja mengungkapkan bahwa tiga lapangan usaha tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional:
- Sektor Pertanian mendominasi sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, mencerminkan masih kuatnya ketergantungan ekonomi Indonesia pada sektor agraris.
- Perdagangan Besar dan Eceran berada di posisi kedua, menunjukkan vitalitas sektor ritel dalam menciptakan lapangan kerja.
- Industri Manufaktur menempati urutan ketiga, membuktikan peran penting industri pengolahan dalam penyerapan tenaga kerja.
Indeks Pembangunan Manusia Meningkat
Bersamaan dengan data ketenagakerjaan, BPS juga merilis pembaruan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang mencapai 76,69 untuk tahun 2026. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, meskipun masih diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup penduduk.
Data komprehensif ini memberikan gambaran bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja formal, namun menunjukkan stabilitas relatif dengan mayoritas pekerja bekerja penuh waktu. Fokus pada diversifikasi sektor ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di masa depan.
