Bantuan Langsung Tunai Mengalir Deras di Kalteng, Warga Terdampak Karhutla Terima BLT dan Paket Pangan
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Penyaluran bantuan langsung tunai kembali menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Edy Pratowo menyalurkan paket bantuan pangan, bantuan langsung tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak karhutla di Lapangan GOR Kujan, Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (25/10/2026).
Bantuan pangan yang dialokasikan sebanyak 1.550 paket menyasar tiga desa, sementara bantuan langsung tunai KHBS tahap kedua diberikan kepada 163 keluarga penerima manfaat (KPM). Kegiatan tersebut juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker dan vitamin, serta penyediaan air bersih. Edy Pratowo menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
“Pembagian bantuan pangan dan bantuan langsung tunai Kartu Huma Betang Sejahtera adalah upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya warga Desa Kujan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” ujar Edy dalam sambutannya.
Wagub Kalteng juga menjelaskan bahwa pemadaman karhutla di lahan gambut memerlukan penanganan khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Ia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap meningkat, serta berdoa agar hujan segera turun.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun, bahkan jika memungkinkan setiap bulan. “Pemerintah Kabupaten Lamandau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perlu memastikan status penyaluran sebelum mencairkan bantuan Rp600.000. Nominal tersebut merupakan akumulasi bantuan tiga bulan (Juli-September 2026) dengan besaran Rp200.000 per bulan. Pengecekan status penerima dapat dilakukan melalui laman Cek Bansos Kementerian Sosial dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP dan kode captcha.
Selain BPNT, pemerintah juga menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan subsidi upah (BSU). Penerima bansos PKH dan BPNT merupakan masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Setiap tiga bulan sekali, pemerintah memutakhirkan data penerima. Pencairan PKH dan BPNT tahap 4 periode November-Desember 2026 akan segera berlangsung.
Informasi mengenai BLT Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) Rp900.000 yang beredar di media sosial juga perlu disikapi hati-hati. Pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi penyaluran bantuan tersebut untuk tahun 2026. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai kabar yang menyebutkan tanggal pencairan secara spesifik tanpa pengumuman resmi dari instansi berwenang.
Sebagai catatan, program bantuan langsung tunai yang digulirkan pemerintah pada akhir 2025 lalu menyasar 35.046.783 KPM untuk periode Oktober-Desember. Program tersebut hadir sebagai tambahan di luar bantuan reguler Kemensos, termasuk PKH dan bantuan sembako yang menjangkau sekitar 20,88 juta KPM.
Di Palangka Raya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah turut menyalurkan bantuan operasional untuk Rumah Oksigen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya. Bantuan berupa satu unit air purifier dan uang tunai tersebut diharapkan mendukung layanan oksigen gratis bagi masyarakat di tengah karhutla.
Dengan berbagai skema bantuan langsung tunai yang terus disalurkan, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama di daerah terdampak bencana. Masyarakat diimbau aktif memeriksa status penerima melalui kanal resmi agar bantuan tepat sasaran dan tidak terhambat.
