Christos Tzolis Kembali, Arsenal Pecahkan Kutukan 14 Tahun di Anfield
Inforiau – 02 November 2026 | Liverpool – Kemenangan dramatis Arsenal atas Liverpool di Anfield pada Minggu malam tidak lepas dari sorotan terhadap penampilan Christos Tzolis. Pemain sayap asal Yunani itu langsung masuk ke starting lineup setelah absen selama enam pekan, dan menjadi salah satu kunci keberhasilan The Gunners meraih kemenangan pertama mereka di Anfield sejak 2012. Gol tunggal Kai Havertz menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.
Kembalinya Christos Tzolis ke lapangan disambut hangat oleh pelatih Mikel Arteta. Meski sempat diragukan karena lama tidak bermain, pemain berusia 24 tahun itu tampil penuh energi selama 84 menit sebelum digantikan oleh Piero Hincapie. Ia tercatat melepaskan satu tembakan tepat sasaran, lima umpan silang, serta menciptakan satu peluang. Statistik itu menjadikannya sebagai pemain dengan umpan silang terbanyak di tim pada laga tersebut.
“Ini soal energi yang ia tunjukkan di latihan. Ketika saya bertanya seberapa yakin dirinya, Christos luar biasa. Ia tidak ingin keluar, ia ingin menyelesaikan pertandingan. Kami mengambil risiko, tetapi pada titik itu kami memutuskan sudah cukup,” ujar Arteta dalam konferensi pers usai laga.
Penampilan Christos Tzolis di sisi kiri pertahanan Liverpool menjadi mimpi buruk bagi Ronald Araujo. Bek asal Uruguay itu beberapa kali kesulitan mengantisipasi pergerakan dan umpan silang Tzolis. Bahkan kiper Alisson Becker sempat melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas dari pemain sayap Arsenal tersebut. Meski demikian, blunder Alisson yang berujung pada gol Havertz tetap menjadi penentu hasil akhir.
Kembalinya Christos Tzolis juga menjadi berkah di tengah badai cedera yang melanda Arsenal. Eberechi Eze dilaporkan mengalami masalah kebugaran dan tidak dimainkan sama sekali dalam laga tersebut. Arteta mengakui bahwa kehadiran Eze di bangku cadangan pun sudah merupakan hasil kerja keras tim medis. “Kami juga punya masalah dengan Ebs. Sungguh luar biasa ia bisa masuk dalam skuad hari ini. Saya ingin memberi kredit kepada tim medis dan performa,” jelasnya.
Dengan absennya Eze, peran Christos Tzolis menjadi semakin vital. Ia tidak hanya memberikan opsi di sektor sayap, tetapi juga menjadi pengalih bola yang efektif saat Arsenal berusaha mempertahankan keunggulan. Manajemen waktu bermain pun akan diperhatikan mengingat jadwal padat sebelum jeda internasional. Namun jika mampu mempertahankan momentum, Tzolis diprediksi akan terus menjadi ancaman utama dalam skema serangan Arsenal.
Kemenangan ini sendiri terasa istimewa bagi Arsenal. Selain memutus rekor buruk di Anfield, tiga poin penuh juga menjadi respons sempurna setelah kekalahan memalukan dari Fleetwood Town di ajang Piala Liga. Gol Havertz memanfaatkan umpan silang akurat Declan Rice menjadi bukti efektivitas serangan balik tim tamu. Liverpool yang tampil dominan di babak kedua gagal memanfaatkan peluang, termasuk sundulan Mac Allister yang melebar dari umpan Kerkez.
Bagi Christos Tzolis, laga ini adalah pembuktian bahwa ia layak diperhitungkan. Setelah lama menepi, ia langsung menunjukkan kelasnya sebagai playmaker di sisi sayap. Konsistensi dan kebugaran menjadi tantangan berikutnya, terutama dengan kompetisi yang semakin padat. Jika terus tampil seperti ini, bukan tidak mungkin posisinya di starting eleven Arsenal akan semakin kokoh.
Secara keseluruhan, kemenangan Arsenal di Anfield bukan sekadar tiga poin biasa. Ini adalah pernyataan bahwa The Gunners masih layak diperhitungkan dalam perebutan gelar. Dan di balik itu semua, nama Christos Tzolis muncul sebagai salah satu faktor pembeda yang membawa energi baru bagi skuad asuhan Mikel Arteta.
Editor: Abuzar Samad
