Douvikas Cetak Brace, Como Bungkam Sassuolo Tanpa Jay Idzes di Liga Italia
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Como 1907 kembali menunjukkan taringnya di kancah sepak bola Italia. Dalam lanjutan kompetisi Liga Italia musim 2026/27, pasukan asuhan Cesc Fabregas menaklukkan Sassuolo dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, pada Sabtu malam (24/10/2026). Kemenangan ini menjadi kelanjutan tren positif tuan rumah yang beberapa hari sebelumnya membantai Manchester United dengan skor 4-1 di ajang Liga Champions.
Dua gol kemenangan Como dicetak oleh penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, yang tampil sebagai bintang lapangan. Berkat tambahan tiga poin ini, Como melesat ke posisi keempat klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 17 poin. Sementara itu, Sassuolo harus puas tertahan di peringkat ke-14 dengan delapan poin.
Laga ini juga menjadi catatan pahit bagi tim tamu karena masih belum bisa diperkuat bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang absen akibat cedera paha. Tanpa kehadiran Idzes di lini belakang, pertahanan Sassuolo terlihat rapuh menghadapi gempuran anak-anak asuh Cesc Fabregas.
Dominasi Como Sejak Menit Awal
Sejak sepak mula, Como tampil mendominasi penguasaan bola. Martin Baturina beberapa kali mengancam gawang Sassuolo, namun kiper Stefano Turati tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Pada menit ke-17, giliran tembakan Douvikas yang berhasil diamankan portiere berusia 25 tahun itu. Peluang emas juga didapat Maxence Caqueret pada menit ke-23, tetapi kembali berhasil ditangkap Turati.
Sassuolo sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui serangan balik. Benja Dominguez melepaskan tembakan pada menit ke-19, namun bola masih melebar dari gawang Como. Upaya jarak jauh Ignace Van der Brempt di menit ke-30 dan tembakan Kieron Bowie di menit ke-34 juga belum menemui sasaran. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.
Douvikas Pecah Kebuntuan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Como langsung tancap gas. Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-49. Douvikas menuntaskan umpan silang Caqueret dengan satu tap-in di depan gawang Sassuolo, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Penyerang Yunani itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60. Berawal dari serangan balik cepat, Kaiki mengirim bola ke area depan gawang. Douvikas yang berada di posisi tepat langsung menyambut bola dan melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau Turati. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Como.
Sassuolo berusaha memperkecil ketertinggalan. Sundulan Duje Caleta-Car sempat mengancam, namun masih melenceng dari sasaran. Como juga nyaris menambah gol melalui Jacobo Ramon menjelang akhir pertandingan, tetapi tembakannya meleset dari gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Como bertahan.
Susunan Pemain
| Tim | Formasi | Pemain |
|---|---|---|
| Como 1907 | 4-2-3-1 | Butez; Yan Couto, Kempf, Kambwala, Kaiki; Perrone, Da Cunha; Caqueret, Ricci, Baturina; Douvikas |
| Sassuolo | 4-3-3 | Turati; Van der Brempt, Caleta-Car, Cande, Obrador; Adzic, Matic, Bakola; Berardi, Bowie, Dominguez |
Persaingan Klasemen Semakin Panas
Kemenangan ini menegaskan bahwa Como bukan sekadar tim promosi yang sekadar bertahan di Liga Italia. Konsistensi mereka di pentas domestik dan Eropa menjadi sinyal serius bagi tim-tim papan atas. Sebelumnya, Como juga tercatat mengalahkan Napoli 2-1 di Stadion Diego Maradona dan menahan imbang AS Roma, meski sempat terjungkal di kandang Feyenoord pada ajang Liga Champions.
Di sisi lain, Sassuolo harus segera berbenah. Absennya Jay Idzes di lini pertahanan menjadi pukulan tersendiri bagi tim tamu. Sang bek Timnas Indonesia diharapkan segera pulih agar bisa kembali memperkuat barisan belakang Sassuolo di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas Liga Italia semakin memanas. Como kini menempel ketat tim-tim elite, sementara Sassuolo dituntut bangkit agar tidak terpuruk lebih jauh di papan tengah bawah. Bagi Como, kemenangan atas Sassuolo menjadi modal berharga untuk menghadapi jadwal padat yang menanti, baik di kompetisi domestik maupun di pentas Eropa.
