Jalan Mulus Munafri Arifuddin Pimpin Demokrat Sulsel, Tak Ada Lawan: AHY Sambut 'Welcome to the Club'
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Jalan mulus Munafri Arifuddin pimpin Demokrat Sulsel, tak ada lawan [titlebase] benar-benar terwujud. Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) V yang digelar di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Jumat (23/10/2026) malam.
Tanpa satu pun pesaing, Appi tampil sebagai calon tunggal setelah memborong dukungan penuh dari 27 pemilik suara. Rinciannya, 24 DPC kabupaten/kota se-Sulsel, jajaran pengurus DPD, organisasi sayap partai, serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dalam sidang pleno, ia dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan langsung ditetapkan sebagai ketua definitif.
Penetapan itu disaksikan dan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, didampingi Wakil Ketua OKK DPP Partai Demokrat I Made Rai Edi. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Ni’matullah Erbe yang telah menakhodai Demokrat Sulsel selama dua periode, atau sekitar 22 tahun pengabdian.
Sapaan Hangat AHY lewat Zoom
Terpilihnya Appi mendapat sambutan hangat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Melalui sambungan Zoom, AHY menyapa ratusan kader yang memadati ballroom dan menyebut mantan rival politiknya itu sebagai kekuatan baru bagi partai berlogo bintang mercy.
“Pak Wali Kota Makassar, welcome to the club. Saya dengan Pak Appi setidaknya sudah tiga kali bertarung bersama, hari ini berbaju biru,” ujar AHY, disambut riuh tepuk tangan kader.
AHY mengaku telah mengenal Appi cukup lama, terutama melalui dinamika kontestasi Pemilihan Wali Kota Makassar. Kini, keduanya berada dalam wadah perjuangan politik yang sama. “Kehadirannya menjadi kekuatan baru bagi Partai Demokrat di Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Mekanisme Musda kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Tidak ada pemilihan ketua secara langsung. Dari 27 pemilik suara, bakal calon yang lolos minimal harus mengantongi dukungan tujuh suara atau 20 persen. Namun dari sejumlah nama yang mendaftar, hanya Munafri Arifuddin yang mengembalikan formulir sehingga otomatis ditetapkan sebagai calon tunggal. Keputusan akhir tetap diserahkan ke DPP melalui uji kelayakan dan kepatutan.
Fakta bahwa Jalan mulus Munafri Arifuddin pimpin Demokrat Sulsel, tak ada lawan [titlebase] ini menjadi sinyal kuat soliditas internal partai di tingkat daerah. Tak ada gejolak berarti, tak ada kubu penantang, hanya dukungan bulat dari seluruh pemilik suara.
Pesan Herman Khaeron untuk Konsolidasi
Herman Khaeron menekankan pentingnya merangkul seluruh kader, terutama mereka yang telah lama berjuang untuk partai. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama untuk mencapai target-target strategis ke depan.
“Harapan kami untuk ketua baru agar tetap mengakomodasi teman-teman yang sudah lama berjuang. Jika kita bersatu, target-target partai pasti bisa dicapai,” kata Herman.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ni’matullah Erbe atas kerja keras dan dedikasinya membesarkan Demokrat di Sulsel. AHY pun menyebut Ni’matullah bukan sekadar politisi senior, melainkan kader utama yang hati dan pikirannya hanya untuk membesarkan partai, termasuk saat menghadapi ujian berat perampasan kedaulatan pimpinan partai secara inkonstitusional pada masa sebelumnya.
Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pengurus, salah satunya Anggota DPR RI Frederik Kalalembang. Ia mengawal kepemimpinan Appi dengan mematok target ambisius, yakni minimal meraih tiga kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulsel pada pemilu mendatang.
30 Hari Susun Pengurus Baru
Usai terpilih, Appi menegaskan akan segera menyusun kepengurusan baru DPD Partai Demokrat Sulsel. DPP memberikan waktu 30 hari kepadanya bersama tim formatur untuk merampungkan struktur organisasi.
Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu menyebut penyusunan pengurus akan mengedepankan kriteria objektif dan kapasitas calon pengurus. Pengurus lama, menurutnya, memiliki kelebihan dan pengalaman berharga yang menjadi pertimbangan penting untuk dimasukkan dalam struktur baru.
“Penyusunan struktur baru ini menjadi langkah awal untuk membangun soliditas internal, memperkuat konsolidasi hingga akar rumput di tingkat kabupaten/kota, serta memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam satu garis perjuangan,” ujar Appi.
Berikut sejumlah poin kunci dari Musdalub V Demokrat Sulsel:
- Appi terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel periode 2026–2031.
- Dukungan penuh dari 27 pemilik suara, terdiri dari 24 DPC, pengurus DPD, sayap partai, dan perwakilan DPP.
- Appi menjadi calon tunggal karena satu-satunya yang mengembalikan formulir.
- Menggantikan Ni’matullah Erbe yang memimpin dua periode.
- Diberi waktu 30 hari menyusun kepengurusan baru bersama tim formatur.
- Target minimal tiga kursi DPR RI dari dapil Sulsel pada pemilu mendatang.
Dengan hasil ini, Jalan mulus Munafri Arifuddin pimpin Demokrat Sulsel, tak ada lawan [titlebase] bukan sekadar jargon politik. Aklamasi yang diraih menunjukkan kuatnya legitimasi Appi di mata kader, sekaligus membuka babak baru bagi Demokrat Sulsel di bawah kepemimpinan seorang wali kota yang dikenal dekat dengan basis massa perkotaan.
Kini tantangan sesungguhnya baru dimulai. Menyatukan pengurus lama dan baru, memperkuat mesin partai hingga tingkat kecamatan, serta membuktikan target tiga kursi DPR RI bukan isapan jempol, menjadi pekerjaan rumah yang menanti. Jika konsolidasi berjalan mulus, Demokrat Sulsel berpeluang tampil lebih solid pada pemilu mendatang. Sebaliknya, jika fragmentasi internal muncul, momentum aklamasi bisa saja menguap. Semua mata kini tertuju pada langkah pertama Appi dalam 30 hari ke depan.
Editor: Abuzar Samad
