GSW Jakarta: Megaproyek Benteng Pesisir Pantura yang Masih Menanti Kepastian
Inforiau – 08 November 2026 |
Proyek GSW (Giant Sea Wall) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengawal rencana tanggul laut raksasa itu. AHY menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru. Ia akan meninjau prioritas, anggaran, dan hasil studi kelayakan sebelum melanjutkan pembangunan. “Tentunya nanti akan kita lihat prioritasnya, dan kita hadapkan juga kepada anggaran yang tersedia,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
GSW dirancang melindungi Jakarta dan pesisir Pantura dari banjir rob, abrasi, serta dampak penurunan muka tanah yang di sejumlah kawasan mencapai 25 cm per tahun. Rencana awal membentang 32 kilometer dari Tangerang hingga Pelabuhan Tanjung Priok. Fase pertama disebut akan dibangun 21 kilometer di utara Jakarta. Namun, skala proyek berpotensi melebar hingga 700 kilometer dari Banten sampai Gresik, bahkan sejumlah dokumen menyebut koridor Cilegon-Gresik mencapai 946 kilometer.
Gagasan itu bukan barang baru. Sejak 2016, Indonesia menjalin kerja sama dengan Korea Selatan dan Belanda melalui Trilateral Cooperation. Pada 2017 dibentuk Project Management Unit NCICD, lalu 2020 menghasilkan Integrated Flood Safety Plan. Proyek percobaan 43 kilometer dari Tangerang ke Bekasi sudah berjalan dengan dukungan grant. Pemerintah juga menekankan pembangunan GSW mesti dibarengi penyediaan air bersih, normalisasi 13 sungai di Jakarta, dan perbaikan sistem pengolahan limbah agar tidak menimbulkan masalah baru.
Dari sisi manfaat, GSW diharapkan menjaga kawasan ekonomi pesisir, pelabuhan, dan permukiman warga. Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, memastikan proyek ini tidak akan merugikan nelayan. “Proyek GSW justru untuk meningkatkan kesejahteraan warga pesisir yang selama ini dibayang-bayangi ancaman banjir rob dan abrasi,” ujarnya. Meski begitu, tantangan tetap besar: kebutuhan anggaran ratusan triliun rupiah, keterbatasan fiskal, dan kebutuhan pendanaan yang kredibel. Pemerintah membuka peluang kerja sama pemerintah dan badan usaha, baik investor dalam maupun luar negeri.
Dengan kompleksitas itu, kepastian jadwal GSW masih menunggu arahan Presiden Prabowo. Pemerintah berjanji menghitung skala prioritas, dampak lingkungan, dan kesiapan anggaran sebelum memulai konstruksi besar-besaran. Jika direalisasikan, GSW bukan sekadar benteng beton, melainkan ujian besar bagi Indonesia dalam menyeimbangkan perlindungan warga pesisir, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Editor: Ahmad Syafwan
