Hakeem Jeffries Maju Jadi Ketua DPR AS, Hadapi Petisi dan Tekanan Internal
Inforiau – 08 November 2026 |
Washington — Hakeem Jeffries resmi mengajukan diri sebagai Ketua DPR Amerika Serikat pada Rabu, 4 November 2026, setelah Partai Demokrat memenangi pemilu sela. Dalam surat kepada anggota Kongres ke-120, Hakeem Jeffries meminta dukungan dan menegaskan bahwa “Amerika telah kembali”. Ia menjanjikan agenda baru yang berfokus pada keterjangkauan biaya hidup, akuntabilitas, dan nilai-nilai Amerika.
Jeffries menargetkan penurunan biaya hidup melalui pembatalan pemangkasan anggaran Medicaid, pemulihan pendanaan bantuan pangan, perpanjangan kredit pajak Affordable Care Act, serta penghapusan tarif era Presiden Donald Trump. Ia juga menyerukan penghentian perang di Iran karena konflik itu dinilai ikut menaikkan harga bensin. Di sisi akuntabilitas, Hakeem Jeffries berjanji memperkuat pengawasan Kongres terhadap pemerintahan Trump, memberantas korupsi, dan melarang anggota Kongres memperdagangkan saham.
Namun, jalan Hakeem Jeffries menuju kursi ketua tidak sepenuhnya mulus. Lebih dari 666.000 orang menandatangani petisi daring di Change.org yang diluncurkan Nicole Whitted pada 3 September. Petisi itu mendesak anggota DPR dari Partai Demokrat menolak Jeffries dan memilih kandidat lain saat Kongres baru bersidang Januari 2027. Tekanan juga datang dari sayap progresif, terutama Democratic Socialists of America, yang menilai Jeffries terlalu sentris dan terlalu dekat dengan kelompok pro-Israel.
Di sisi lain, Jaksa Agung New York Letitia James menyatakan dukungan kuat bagi Jeffries. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang mencoba menantangnya dalam pemilihan pendahuluan akan menghadapi perlawanan. Dukungan ini memperlihatkan perpecahan di Partai Demokrat antara tokoh establishment dan aktivis sosialis yang menuntut perubahan arah kepemimpinan.
Sorotan lain datang dari pendanaan kampanye. Berkas keuangan kampanye yang ditelaah Sludge dan Futurism menunjukkan sejumlah industri—termasuk Palantir, Anduril, Lockheed Martin, dan donor AIPAC—turut membiayai operasi politik Jeffries pada 2025–2026. Fakta ini memunculkan pertanyaan bagi Demokrat yang baru menang lewat kemarahan publik terhadap kekuatan korporasi besar.
Jika terpilih pada pemungutan suara 3 Januari, Hakeem Jeffries akan menjadi ketua DPR kulit hitam pertama dalam sejarah AS. Ia pernah menjadi Pemimpin Fraksi Minoritas DPR dan pada 2023 menggantikan Nancy Pelosi sebagai pemimpin fraksi Demokrat. Kini, ia berdiri di persimpangan: peluang mencatat sejarah sekaligus ujian berat untuk merawat koalisi, menjawab petisi, dan menjaga kepercayaan publik.
Editor: Sukri Mustakim
