Gustav Isaksen Jadi Mimpi Buruk Sassuolo, Lazio Pesta 6-2 dan Kuasai Puncak Serie A
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pekan kesembilan Serie A 2026/2027 menjadi panggung bagi Gustav Isaksen untuk menunjukkan kelasnya. Winger Lazio itu tampil menggila saat Biancocelesti membantai tuan rumah Sassuolo dengan skor telak 6-2 di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Selasa (27/10) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Kemenangan tersebut membawa Lazio kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, unggul tiga angka atas Inter Milan yang baru memainkan delapan laga.
Laga berjalan liar sejak menit awal. Lazio hanya butuh dua menit untuk membuka skor lewat Kenneth Taylor yang menyambar bola muntah hasil sapuan Luca Lipani di kotak penalti. Sassuolo sempat membalas lima menit kemudian melalui Kristian Thorstvedt yang menuntaskan umpan silang Josh Doig dari sisi kiri. Namun keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama. Pada menit ke-13, Gustav Isaksen membawa Lazio kembali memimpin lewat tembakan kaki kiri yang menghujam sudut jauh gawang Stefano Turati.
Tiga menit berselang, Romano Floriani Mussolini menuntaskan umpan silang Taylor di tiang jauh untuk gol ketiga Lazio. Gol tersebut sempat dianulir karena offside sebelum akhirnya disahkan setelah pemeriksaan VAR. Petaka bagi Sassuolo datang pada menit ke-31 ketika Thorstvedt diganjar kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Mattia Zaccagni. Bermain dengan sepuluh orang, tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan melalui Sebastiano Esposito pada menit ke-43, setelah gol Armand Lauriente lebih dulu dianulir karena offside.
Namun Gustav Isaksen kembali menjadi momok. Pada masa injury time babak pertama, umpan lambungnya disambut sundulan Zaccagni untuk membawa Lazio unggul 4-2 sekaligus menutup babak pertama. Kontribusi Gustav Isaksen dalam dua gol tersebut menegaskan perannya sebagai motor serangan tim asuhan Gennaro Gattuso.
Memasuki babak kedua, Lazio mendapat peluang menambah keunggulan melalui penalti pada menit ke-51, tetapi eksekusi Zaccagni berhasil digagalkan Turati. Lazio akhirnya memperbesar keunggulan menjadi 5-2 pada menit ke-55 setelah Tijjani Noslin melepaskan tembakan yang gagal dihentikan Turati. Tim tamu kembali memperoleh hadiah penalti pada menit ke-61, namun Turati kembali melakukan penyelamatan dengan menggagalkan tendangan Davide Frattesi. Noslin kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-65 melalui tendangan dari tepi kotak penalti untuk memastikan kemenangan 6-2.
Bagi Sassuolo, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka tertahan di peringkat ke-14 dengan delapan poin dari sembilan pertandingan, hanya unggul empat poin dari tim teratas di zona degradasi. Pelatih Sassuolo tampaknya harus segera membenahi lini pertahanan yang keropos, terutama setelah bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-31.
Di pertandingan lain, AS Roma harus mandi keringat dingin demi mengamankan kemenangan 4-2 saat menjamu Cagliari di Stadio Olimpico. Giallorossi sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti M’Bala Nzola sebelum dibalikkan oleh gol Emanuele Lulli dan Niccolo Pisilli. Laga sempat makin menegangkan ketika Daniel Maldini menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-81, namun Roma berhasil menutup laga dengan kemenangan dramatis.
Kemenangan besar Lazio ini mengirimkan sinyal ancaman serius bagi para rival. Dengan delapan kemenangan dan satu hasil imbang, pasukan Gennaro Gattuso membuktikan konsistensi permainan mereka musim ini. Sementara itu, penampilan gemilang Gustav Isaksen menjadi bukti bahwa kualitas pemain sayap asal Denmark tersebut semakin matang di kompetisi tertinggi sepak bola Italia.
Sebagai kesimpulan, pesta enam gol Lazio di markas Sassuolo bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan pernyataan tegas bahwa Biancocelesti serius menantang gelar juara Serie A musim ini. Di tengah gemilangnya kolektif tim, nama Gustav Isaksen layak mendapat sorotan khusus berkat gol dan assist yang ia persembahkan. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Lazio akan terus bertengger di puncak klasemen hingga akhir musim.
