Harga Pertalite Naik? Pemerintah Tegaskan Subsidi Bertahan hingga Akhir 2026 di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Isu harga pertalite naik kembali mencuat seiring fluktuasi harga minyak dunia yang masih berada di level tinggi. Namun, di tengah spekulasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang belakangan ramai membicarakan kemungkinan harga pertalite naik menyusul tekanan global terhadap harga minyak mentah.
Berdasarkan pantauan harga BBM pada Rabu, 28 Oktober 2026, seluruh lini produk Pertamina, baik bensin maupun diesel, masih mengikuti penyesuaian terakhir yang berlaku sejak 2 September 2026 untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen. Tidak ada perubahan harga untuk seluruh produk, dan konsumen di luar Jabodetabek hanya akan melihat perbedaan tipis akibat komponen PBBKB daerah masing-masing.
Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli
Kepastian bahwa harga pertalite naik tidak akan terjadi hingga akhir tahun disampaikan langsung melalui arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa lonjakan harga minyak dunia tidak mengubah komitmen pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi. Meski rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) telah mencapai kisaran 114,60 hingga 115,16 dolar AS per barel, pemerintah tetap berpegang pada kebijakan stabilisasi harga.
Bahlil juga memastikan stok Pertalite nasional berada dalam kisaran aman, yakni sekitar 16 hingga 18 hari. Pemerintah terus memperkuat rantai distribusi BBM agar pasokan tetap lancar, terutama di wilayah yang menghadapi kendala logistik. Langkah ini menjadi penting mengingat konsumsi masyarakat yang terus meningkat sepanjang 2026.
Konsumsi Meningkat, Kuota Dipertimbangkan
Meskipun harga pertalite naik tidak terjadi, pemerintah justru tengah mengkaji penambahan kuota Pertalite. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa kenaikan konsumsi sepanjang 2026 dipicu antara lain oleh pergeseran pengguna BBM nonsubsidi seperti Pertamax dengan RON 92 ke Pertalite yang memiliki RON 90. Perbedaan harga di antara kedua jenis BBM tersebut menjadi salah satu faktor pendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara, ketika ditanya mengenai potensi penambahan kuota tersebut, belum memberikan kepastian mengenai besaran maupun keputusan akhirnya. Ia hanya menegaskan bahwa ketersediaan volume BBM bersubsidi akan dipastikan. Kajian penambahan kuota dijadwalkan dilakukan pada akhir Oktober, dengan besaran tambahan dan implikasinya terhadap anggaran subsidi masih menunggu hasil penghitungan pemerintah.
Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif
Pasar minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, setelah reli pekan sebelumnya yang sempat mengangkat Brent ke level tertinggi dalam lima bulan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun ke level 100,02 dolar AS per barel, sementara Brent Crude turun ke 113,84 dolar AS per barel dari kisaran 116 dolar AS pada sesi sebelumnya.
Pelemahan ini dipicu meningkatnya harapan diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Pejabat senior Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu dengan pejabat tinggi Iran untuk menghidupkan kembali perundingan guna mencegah serangan lanjutan. Namun, pertempuran di sejumlah wilayah Timur Tengah masih berlanjut, sehingga risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan belum sepenuhnya hilang dan harga minyak dunia masih berada di level relatif tinggi.
Daftar Harga BBM Nonsubsidi Terkini
Untuk produk nonsubsidi, Pertamina juga belum menyesuaikan harga terbaru pada Oktober 2026. Berdasarkan harga yang berlaku per 2 September 2026, berikut rincian harga untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen:
| Produk | Harga per Liter | Harga Sebelumnya |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp19.600 | Rp18.300 |
| Pertamax Green 95 | Rp19.150 | Rp16.600 |
| Dexlite | Rp23.700 | Rp19.700 |
| Pertamina Dex | Rp25.200 | Rp21.150 |
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Persaingan di segmen non-subsidi pun tetap kompetitif. BP-AKR, Shell Indonesia, dan Vivo Energy tidak mengubah daftar harga produknya. Produk diesel ketiga operator swasta berada di harga yang sama, yakni Rp25.420 per liter, sedangkan Vivo Revvo 95 dan BP Ultimate yang menyasar segmen RON 95 kompak di Rp19.330 per liter.
Kesimpulan
Di tengah gejolak harga minyak dunia yang masih tinggi, isu harga pertalite naik dipastikan tidak akan terjadi hingga akhir 2026. Pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto memilih menjaga daya beli masyarakat dengan menahan harga BBM bersubsidi, sambil mengkaji penambahan kuota Pertalite guna mengantisipasi lonjakan konsumsi. Bagi masyarakat, kepastian ini menjadi kabar menenangkan, meski kewaspadaan terhadap dinamika global dan efisiensi penggunaan BBM tetap perlu dijaga. Dengan stok yang aman dan distribusi yang terus diperkuat, pemerintah berupaya memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga hingga akhir tahun.
