Herry Iman Pierngadi Bongkar Rahasia Sukses Aaron-Roy King dan Strategi di Balik Rombak Pasangan
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Pelatih kepala ganda putra nasional Malaysia, Herry Iman Pierngadi, kembali menjadi sorotan setelah pasangan muda Aaron Tai-Yap Roy King menorehkan prestasi gemilang di Hylo Open 2025. Keputusan Herry Iman Pierngadi untuk mempertahankan duet Aaron-Roy King sebagai pasangan permanen terbukti membuahkan hasil. Pasangan peringkat 74 dunia itu sukses menumbangkan unggulan utama asal Indonesia, Sabar Karyaman-Moh Reza, dengan skor 22-20, 21-19, sebelum akhirnya mengalahkan juara bertahan asal Taiwan, Chiu Hsiang-chieh-Wang Chi-lin, 21-16, 21-17, dan melaju ke semifinal.
Herry Iman Pierngadi tidak ragu memuji kemampuan servis Aaron yang dinilai setara dengan seniornya, Aaron Chia. “Saat ini, saya anggap kedua Aaron, senior dan junior, sebagai pemain dengan servis terbaik di Malaysia,” ujarnya. Menurut Herry, keunggulan servis Aaron terletak pada putaran shuttlecock yang menyulitkan lawan. Ia bahkan menyebut nama-nama pemain Indonesia seperti Kevin Sanjaya, Fikri Shohibul, dan Leo Rolly sebagai pembanding di level internasional.
Keputusan Herry Iman Pierngadi untuk melakukan perombakan pasangan sempat menuai kritik dari netizen. Namun, pelatih berusia 62 tahun itu menegaskan bahwa dirinya lebih memahami kebutuhan pemain. “Saya sebagai pelatih mungkin lebih tahu daripada netizen di luar sana yang banyak bicara. Saya berada di lapangan setiap hari, berbulan-bulan, sudah hampir dua tahun. Saya lebih tahu,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa setiap keputusan diambil berdasarkan pertimbangan profesional demi kepentingan tim nasional.
Di sisi lain, Herry Iman Pierngadi juga mengumumkan strategi baru dengan menggandengkan kembali Arif Junaidi-Muhammad Haikal Nazri. Menurutnya, kedua pemain tersebut merupakan yang paling senior di kelompok yang tengah dipantau dan memiliki kualitas individu mumpuni. Uji coba pertama akan dilakukan di Syed Modi International di India, dilanjutkan Guwahati Masters. “Kami tidak menetapkan target khusus pada awal karena fokus utama adalah menilai pola permainan dan keserasian mereka,” jelas Herry. Ia menekankan bahwa penilaian tidak bisa dilakukan hanya dari satu turnamen, melainkan membutuhkan dua hingga lima turnamen untuk mendapatkan gambaran menyeluruh.
Prestasi gemilang juga diraih ganda putra Malaysia lainnya di rangkaian tur Eropa. Herry Iman Pierngadi mencatat keberhasilan meraih gelar di Arctic Open dan French Open, serta menjadi runner-up di Denmark Open. Menurutnya, hasil ini merupakan tanda positif setelah beberapa perubahan pasangan dilakukan. “Semua ini memerlukan waktu dan proses, bukan sesuatu yang bisa terjadi sekejap mata,” tuturnya.
Keberhasilan Aaron-Roy King tidak lepas dari tempaan berat di turnamen sebelumnya. Di Denmark Open, mereka sempat menghadapi juara dunia Aaron Chia-Soh Wooi Yik, dan di French Open bertemu pasangan peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho-Seo Seung-jae. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi pasangan muda ini untuk tampil percaya diri di Hylo Open.
Dengan rekam jejak yang terus menanjak, Herry Iman Pierngadi optimistis bahwa program pembinaan yang dijalankannya akan membuahkan hasil jangka panjang. Ia memastikan bahwa keputusan mengenai pemecahan pasangan kini hampir final setelah mempertimbangkan perencanaan awal, masukan pemain, serta perkembangan performa di lapangan. Para pemain pun disebut telah menyuarakan keinginan untuk kembali berpasangan dengan partner aslinya, yang mendorong tim pelatih mengevaluasi pendekatan sebelumnya.
Ke depan, tantangan bagi Herry Iman Pierngadi adalah menjaga konsistensi dan mengelola ekspektasi publik. Namun, dengan pendekatan profesional dan pemahaman mendalam terhadap karakter pemain, ia yakin dapat membawa ganda putra Malaysia bersaing di level tertinggi. Kisah Aaron-Roy King menjadi bukti bahwa kepercayaan pada proses dan keberanian mengambil keputusan sulit dapat menghasilkan terobosan berarti bagi olahraga bulu tangkis nasional.
