Dinamika Karier Perwira Menengah: Dari Letkol Dicky Purwanto hingga Mutasi dan Pencopotan di Tubuh Polri
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Jabatan strategis di lingkungan TNI dan Polri kembali menjadi sorotan publik. Dalam sepekan terakhir, sejumlah perwira menengah (pamen) mengalami rotasi, promosi, hingga pencopotan dari jabatannya. Mulai dari pelantikan Dandim 0315/Tanjungpinang, mutasi lima pati dan pamen di Mabes Polri, hingga pencopotan AKBP Edy Herwiyanto di Polda Jawa Timur, semuanya menyita perhatian.
Di lingkungan TNI Angkatan Darat, Letkol Inf. Dicky Purwanto resmi menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0315/Tanjungpinang. Pisah sambut berlangsung hangat di Ballroom Altrue Hotel, Jumat (30/10/2026) malam. Dicky merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2004 dari kecabangan Infanteri. Ia menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Ilmu Pemerintahan (M.I.P.) yang memperkuat kapasitasnya dalam kepemimpinan teritorial. Karena Kodim 0315/Tanjungpinang merupakan komando kewilayahan Tipe A, jabatan Dandim idealnya diduduki perwira berpangkat Kolonel. Oleh sebab itu, pangkat Letkol Inf. Dicky Purwanto akan disesuaikan secara berjenjang menjadi Kolonel TNI.
Sebelumnya, perwira menengah ini menjabat sebagai Komandan Kodim 0811/Tuban di bawah Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur. Ia dikenal memiliki spesialisasi kuat dalam pembinaan teritorial (Binter), membangun komunikasi sosial yang cair dengan lintas elemen, serta memperkuat koordinasi antarlembaga. Dalam pernyataan resminya, Dicky menegaskan komitmen melanjutkan program unggulan pendahulunya, dengan fokus pada penguatan sinergitas bersama Forkopimda (Pemkot Tanjungpinang dan Pemkab Bintan), menjaga stabilitas keamanan wilayah kepulauan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam, serta mendukung program pembangunan daerah.
Sementara itu, di tubuh Polri, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap lima perwira tinggi (pati) dan perwira menengah. Mutasi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 tertanggal 29 Oktober 2026. Brigjen Pol. Nariyana yang sebelumnya Karumkit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri diangkat menjadi Kapusdokkes Polri menggantikan Irjen Pol. Asep Hendradiana yang pensiun. Posisi Karumkit Bhayangkara Tk. I diemban Brigjen Pol. Syamsul Bahar yang sebelumnya bertugas di BNN. Selain itu, Kombes Pol. Ikhlas Putro Wasono yang sebelumnya Kabid APK Puskeu Polri dipromosikan menjadi Kapuskeu Polri menggantikan Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari yang juga pensiun.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kapabilitas, kompetensi, serta rekam jejak masing-masing personel. “Setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Karena itu, penempatan personel perlu mempertimbangkan kapabilitas, kompetensi, dan rekam jejak agar pejabat yang diberikan amanah dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Polda Jawa Timur mencopot AKBP Edy Herwiyanto alias Edy Songkel dari jabatan Kabag Wassidik Ditres PPA-PPO. Pencopotan dilakukan menyusul pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi yang ditangani Divisi Propam Mabes Polri. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast membenarkan mutasi tersebut. “Yang bersangkutan dimutasikan dalam rangka pemeriksaan,” kata Jules, Jumat (30/10/2026). Mutasi tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Jatim Nomor ST/1271/X/KEP/2026 tertanggal 29 Oktober 2026. Edy yang juga ayah Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dimutasi menjadi perwira menengah di direktorat yang sama. Dengan pergeseran itu, ia tidak lagi menduduki jabatan struktural. Jules menegaskan Polda Jatim belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran sebelum proses pemeriksaan selesai. “Polda Jatim tidak dalam posisi untuk menyampaikan ataupun menyimpulkan materi maupun hasil pemeriksaan,” imbuhnya. Sebelumnya, Edy pernah menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya.
Dinamika karier perwira menengah di TNI dan Polri menunjukkan bahwa setiap penempatan dan mutasi merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia yang profesional. Di satu sisi, promosi dan penyesuaian pangkat menjadi apresiasi atas dedikasi, sementara di sisi lain, pencopotan sementara dalam rangka pemeriksaan menegaskan komitmen institusi terhadap akuntabilitas dan penegakan hukum. Publik pun berharap agar setiap perwira menengah yang mendapat amanah dapat menjalankan tugas dengan integritas, loyalitas, dan profesionalisme demi kepentingan bangsa dan negara.
