PSMS Medan Bungkam PSGC Ciamis 2-1 di Stadion Galuh, Brace Phillerson Jadi Penentu
Inforiau – 31 Oktober 2026 | PSMS Medan sukses membawa pulang tiga poin dari lawatan ke Stadion Galuh, Ciamis, setelah menundukkan tuan rumah PSGC Ciamis dengan skor 2-1 pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 pekan kedelapan Grup A, Sabtu (31/10/2026). Kemenangan psms ini diraih berkat penampilan gemilang Phillerson yang mencetak dua gol dalam babak pertama, sementara Laskar Galuh hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat titik putih di masa injury time.
Pertandingan yang digelar mulai pukul 15.30 WIB tersebut berjalan menarik sejak menit awal. PSGC mendapat peluang pertama pada menit ke-6 melalui Ezechiel yang berupaya mengirimkan bola kepada Ghani, namun upaya itu berhasil dihalau pemain belakang PSMS. Bola liar yang menyambut di depan gawang pun masih melambung di atas mistar.
PSMS Medan juga tak tinggal diam. Pada menit ke-15, Raihan Utama melepaskan tendangan jarak jauh memanfaatkan umpan datar Phillerson, meski bola belum menemui sasaran. Dua menit berselang, giliran PSGC yang mengancam lewat kombinasi Bonilla dan Ghani, tetapi penyelesaian akhirnya dinyatakan offside.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Phillerson berhasil melewati pemain belakang PSGC lalu melepaskan tendangan yang membentur tiang gawang sebelum akhirnya masuk ke gawang Yofandani. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan psms.
Tertinggal satu gol, PSGC berusaha meningkatkan intensitas serangan. Bonilla beberapa kali mengirimkan umpan lambung mengarah kepada Ezechiel pada menit ke-27 dan ke-30, namun kiper PSMS mampu membaca arah bola dan menggagalkan peluang tersebut. Justru pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+2, Phillerson kembali membobol gawang PSGC dan mengubah kedudukan menjadi 2-0. Tim tamu pun memasuki ruang ganti dengan posisi nyaman.
Memasuki paruh kedua, PSGC melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Kedua tim saling melakukan penyesuaian komposisi sepanjang pertandingan. Namun, upaya tuan rumah baru membuahkan hasil ketika laga memasuki masa tambahan waktu. Pada menit 90+7, N’Douassel sukses mengeksekusi tendangan penalti dan memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Gol tersebut menjadi gol terakhir dalam pertandingan, dan hingga peluit panjang dibunyikan, PSGC tidak mampu menyamakan kedudukan.
Statistik pertandingan memperlihatkan persaingan yang cukup berimbang. PSGC mencatat penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik PSMS. Kedua tim sama-sama melepaskan 11 tembakan dan menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran. Meski demikian, efektivitas psms di depan gawang terbukti menjadi pembeda dalam laga ini.
Hasil ini membuat PSGC gagal mengamankan poin di kandang sendiri. Sebelumnya, Laskar Singacala datang dengan modal kurang konsisten, dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. Mereka sempat mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas Sumsel United, lalu kalah 0-2 dari Semen Padang FC, dan bangkit dengan menang 2-1 atas Persiku Kudus.
Sementara itu, kemenangan ini kian memperkuat posisi psms di papan atas klasemen. Ayam Kinantan memang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menundukkan PSIS Semarang pada laga sebelumnya, meski harus kehilangan penyerang andalannya, Javier Siverio, pada pertandingan ini. Kemenangan atas PSGC menjadi bukti bahwa psms tetap mampu bersaing di papan atas meski tanpa pemain kuncinya.
Bagi PSGC, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Dukungan Balad Galuh di Stadion Galuh belum mampu membawa Laskar Singacala meraih hasil maksimal. Catatan pertahanan yang sebelumnya cukup solid di kandang, dengan dua dari tiga laga kandang berakhir tanpa kebobolan, kali ini harus ternoda oleh dua gol Phillerson.
Ke depan, PSGC dituntut segera memperbaiki konsentrasi dan koordinasi lini pertahanan agar mampu keluar dari papan bawah klasemen Grup A. Sementara psms Medan akan berusaha mempertahankan momentum positif ini untuk terus membidik puncak klasemen pada pekan-pekan berikutnya.
Secara keseluruhan, duel di Stadion Galuh ini menyajikan pertandingan yang kompetitif. PSGC sebenarnya tidak kalah dalam hal penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun ketajaman Phillerson di babak pertama menjadi faktor penentu yang sulit dibendung tuan rumah. Kemenangan psms pun terasa pantas diraih berkat efektivitas serangan mereka, sementara PSGC harus puas menelan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri dan segera bangkit pada laga berikutnya.
