Risto Vidakovic Resmi Nahkodai PSIM Yogyakarta, Misi Besar Bangkitkan Laskar Mataram di Super League
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Nama Risto Vidakovic resmi menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola nasional setelah manajemen PSIM Yogyakarta menunjuknya sebagai pelatih kepala baru pada Sabtu, 31 Oktober 2026 sore WIB. Pelatih asal Serbia tersebut dipercaya memimpin Laskar Mataram mengarungi lanjutan kompetisi BRI Super League 2026/2027, menggantikan Jean-Paul van Gastel yang sebelumnya mengakhiri kerja sama dengan klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta itu.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, dalam keterangan resmi tim. Menurutnya, keputusan mendatangkan Risto Vidakovic diambil berdasarkan analisis taktis yang objektif sekaligus rekam jejaknya yang sudah teruji di iklim sepak bola Indonesia.
“Manajemen PSIM secara resmi memercayakan kursi pelatih kepala baru kepada Risto Vidakovic. Ia akan dibantu oleh asisten pelatih Edin Prljaca,” ujar Iksan Mahar.
Bukan Sosok Asing di Sepak Bola Indonesia
Bagi pencinta sepak bola Tanah Air, Risto Vidakovic memang bukan nama baru. Pelatih berusia 57 tahun itu tercatat pernah menangani dua klub kasta tertinggi Indonesia, yakni Borneo FC dan PSS Sleman. Pengalaman membesut kedua tim tersebut dinilai menjadi nilai tambah positif di mata manajemen Laskar Mataram.
“Ia memahami bagaimana kultur, tekanan, dan gaya kompetisi di sepak bola nasional,” jelas Iksan.
Risto lahir di Sekovici pada 5 Januari 1969. Sebelum berkarier sebagai pelatih, ia merupakan pesepak bola profesional yang berposisi sebagai bek. Salah satu klub yang pernah diperkuatnya adalah klub asal Spanyol, Real Betis, selama enam musim dari 1994 hingga 2000 dengan mencatatkan 126 penampilan dan enam gol. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama Osasuna dan Poli Ejido sebelum memutuskan pensiun pada 2002.
Selepas menggantung sepatu, Risto mulai menekuni dunia kepelatihan. Ia sempat menjadi asisten pelatih Javier Clemente di Timnas Serbia pada 2006 sebelum mendapatkan kesempatan menangani sejumlah klub. Karier sebagai pelatih kepala dimulai bersama Ecija Balompie pada 2009, lalu berlanjut ke Cadiz CF dan Real Betis B sebelum mencoba pengalaman di luar Eropa bersama Motagua, klub asal Honduras.
Duet dengan Edin Prljaca, Kunci Adaptasi Cepat
Kedatangan Risto Vidakovic ke Yogyakarta tidak sendirian. Manajemen turut merekrut Edin Prljaca sebagai asisten pelatih pendamping. Keduanya sama-sama mengantongi lisensi UEFA Pro serta memiliki rekam jejak pernah bermitra ketika berkarier di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Chemistry dan pemahaman sistem kerja sudah terbangun di antara keduanya diharapkan mampu memangkas waktu adaptasi, sehingga filosofi permainan tim bisa langsung diimplementasikan saat pertandingan,” papar Iksan.
Langkah perombakan susunan staf pelatih ini disebut sebagai bentuk keseriusan manajemen klub demi memperbaiki performa tim di awal musim ini. Seluruh elemen skuat pun wajib segera berbenah serta menyatukan fokus demi mengamankan raihan poin maksimal hingga akhir kompetisi.
Ekspektasi Tinggi Manajemen dan Suporter
Manajemen PSIM tidak menyembunyikan ekspektasinya terhadap sosok Risto Vidakovic dan jajaran pelatih baru. Mereka menuntut kerja keras, penyatuan visi dengan seluruh pemain, serta kembalinya konsistensi kemenangan demi mencapai target yang telah disepakati.
“Ekspektasi manajemen sangat jelas. Kami menuntut jajaran pelatih baru untuk segera bekerja keras, menyatukan visi dengan seluruh pemain, dan mengembalikan konsistensi kemenangan PSIM demi mencapai target yang telah disepakati,” tegas Iksan.
Selain itu, manajemen berharap suporter tetap setia memberikan dukungan. Mereka juga meminta sinergi dan dukungan tanpa henti dari Brajamusti, The Maident, serta seluruh pendukung PSIM di mana pun berada hingga akhir kompetisi.
Penunjukan Risto Vidakovic menjadi babak baru perjalanan PSIM pada musim ini. Kehadirannya diharapkan mampu membawa perubahan sekaligus mengembalikan konsistensi permainan tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta tersebut di panggung Super League 2026/2027.
Dengan pengalaman lintas negara, mulai dari Spanyol, Serbia, Honduras, hingga Indonesia, Risto Vidakovic kini memikul tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa rekam jejaknya memang sepadan dengan kepercayaan yang diberikan. Publik Yogyakarta tentu menanti bagaimana tangan dinginnya mampu mengangkat performa Laskar Mataram dan membawa klub ini bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim.
