Hibernian vs Celtic: Drama Balik Cepat di Easter Road, Camilo Duran Jadi Penentu Kemenangan The Hoops
Inforiau – 25 Oktober 2026 | Laga hibernian vs celtic di Scottish Premiership berjalan dramatis. Celtic sempat tertinggal lebih dulu akibat kelengahan di menit awal, namun mampu bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 di markas Hibernian, Easter Road. Hasil ini mengembalikan keunggulan empat poin Celtic di puncak klasemen, sekaligus menegaskan ambisi The Hoops mempertahankan gelar.
Pertandingan hibernian vs celtic sebenarnya dibuka dengan kejutan. Hanya tiga menit setelah kick-off, Hibernian memanfaatkan tendangan bebas cepat yang mengejutkan lini belakang Celtic. Owen Elding mendapat ruang di sisi kiri kotak penalti dan melepaskan tembakan terukur yang tak mampu diantisipasi kiper. Gawang Celtic bergetar, dan suporter tuan rumah bergemuruh. Sejenak, para pemain asuhan Martin O’Neill tampak seperti masih tertinggal di ruang ganti.
Namun, keunggulan Hibernian tak bertahan lama. Dua menit berselang, Celtic menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati. Sepak pojok dilepas ke jantung pertahanan, dan Jason Kerr salah mengantisipasi arah bola sehingga sundulannya justru masuk ke gawang sendiri, bersamaan dengan tabrakan bersama kipernya. Gol bunuh diri itu mengubah momentum pertandingan secara instan.
Menjelang akhir babak pertama, Celtic akhirnya berbalik unggul. Benjamin Nygren melepaskan umpan terobosan yang sedikit membentur pemain lawan, lalu bola jatuh ke kaki Camilo Duran. Penyerang asal Kolombia itu menunjukkan kualitas kelasnya: dua sentuhan kontrol yang rapi, sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang. Gol tersebut menjadi gol ke-10 Duran musim ini, sekaligus bukti ketajamannya di lini depan Celtic.
Babak kedua hibernian vs celtic berlangsung jauh dari kata menghibur. Kedua tim tampak kelelahan dan kesulitan membangun permainan berkualitas. Celtic lebih memilih mengelola keunggulan, sementara Hibernian berjuang mencari celah tanpa banyak peluang berarti. Martin O’Neill melakukan sejumlah pergantian, menarik keluar Kasper Hogh yang tampil kurang meyakinkan, lalu memasukkan Jota, Haissem Hassan, dan Shim Mheuka untuk menyegarkan tempo permainan.
Meski kemenangan ini terasa kurang meyakinkan, tiga poin tetap menjadi hasil yang paling penting bagi Celtic. Dengan performa yang disebut-sebut ‘lelah namun efektif’, The Hoops membuktikan bahwa mereka masih mampu menang bahkan ketika permainan tidak berada di level terbaik. Bagi Hibernian, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri, terutama karena mereka sempat unggul cepat namun gagal mempertahankan momentum.
Secara keseluruhan, duel hibernian vs celtic ini menyajikan pelajaran penting tentang efisiensi dan mentalitas juara. Celtic tidak tampil dominan, tetapi mampu memanfaatkan momen-momen krusial. Camilo Duran kembali menjadi pembeda, sementara lini belakang Hibernian harus mengevaluasi konsentrasi mereka dalam mengantisipasi bola mati. Kemenangan ini pun mempertegas posisi Celtic di puncak klasemen Scottish Premiership dengan keunggulan empat poin.
Dengan jadwal padat yang menanti, konsistensi akan menjadi kunci. Jika Celtic mampu mempertahankan tren positif ini, jalan menuju gelar juara akan semakin terbuka. Sebaliknya, Hibernian dituntut segera bangkit agar tidak tenggelam dalam tekanan klasemen. Laga hibernian vs celtic kali ini mungkin tidak akan dikenang sebagai pertunjukan sepak bola terbaik, tetapi ia menegaskan satu hal: di kompetisi seketat ini, kemampuan memenangi pertandingan ‘jelek’ adalah tanda tim juara sejati.
Editor: Sukri Mustakim
