IHSG Hari Ini Live: Bangkit dari Dasar, Indeks Balik ke 5.363 Usai Sentuh Level Terendah Pagi Ini
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Pantauan IHSG hari ini live menunjukkan pergerakan indeks yang penuh drama di lantai Bursa Efek Indonesia. Setelah sempat terpuruk ke level terendahnya pada perdagangan pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan dan kembali menguat ke zona hijau. Informasi seputar IHSG hari ini live menjadi sorotan utama para pelaku pasar yang menantikan arah pergerakan bursa di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG menguat 0,61% ke level 5.363,55 pada pukul 09.28 WIB. Angka tersebut menandai kebangkitan indeks setelah sebelumnya melemah ke posisi terendah pagi ini di level 5.185,52. Volume transaksi tercatat sebanyak 6,47 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,13 triliun. Frekuensi perdagangan saham tercatat 400.305 kali hingga pukul 09.30 WIB, dengan 334 saham menguat, 275 saham melemah, dan 152 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG saat ini berada di kisaran Rp 9.464,39 triliun.
Tekanan MSCI dan Net Foreign Sell Masih Menghantui
Meski berhasil berbalik arah, perjalanan IHSG belum sepenuhnya mulus. Sepanjang perdagangan lima hari terakhir, indeks masih tercatat melemah hingga 8,61%. Tekanan dari keputusan MSCI yang menempatkan pasar Indonesia dalam status standalone menjadi salah satu pemicu utama gejolak. Net foreign sell tercatat sebesar Rp 92,09 triliun sepanjang tahun 2026, mencerminkan besarnya arus modal asing yang keluar dari pasar saham domestik.
Pemantauan IHSG hari ini live juga tidak lepas dari respons pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober 2026, BI memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, suku bunga lending facility tetap 6,5%, serta menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5%. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal sekaligus mengendalikan inflasi pada sasaran 2,5 plus minus 1% untuk tahun 2026 dan 2027.
“Keputusan tersebut diperkuat dengan peningkatan kebijakan insentif untuk instrumen domestik Domestic Non-Deliverable Forward atau DNDF lindung nilai kepada Bank Indonesia guna menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Destry dalam keterangannya.
Penyesuaian Kriteria Evaluasi IHSG Efektif 2 November 2026
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia tengah menyiapkan penyesuaian kriteria evaluasi IHSG yang akan berlaku efektif pada 2 November 2026. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar. Berikut rincian penyesuaian yang perlu dicermati investor:
| Aspek | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Kriteria Seleksi | Seluruh saham kecuali Papan Akselerasi | Seluruh saham kecuali Papan Akselerasi dan saham High Shareholding Concentration (HSC) |
| Metode | Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted (Cap 9%) | Tetap |
| Periode Evaluasi | Maret, Juni, September, Desember | Januari, April, Juli, Oktober |
| Hari Efektif | Hari bursa pertama Januari, April, Juli, Oktober | Hari bursa pertama Februari, Mei, Agustus, November |
| Evaluasi Insidental | Belum diatur khusus | Saham yang masuk atau keluar dari HSC di luar periode evaluasi segera disesuaikan |
Penyesuaian ini merujuk pada Pengumuman BEI No. Peng-00148/BEI.POP/05-2021 tentang Penerapan Free Float dalam Penghitungan Indeks, serta Surat Keputusan Bersama Direksi BEI dan KSEI perihal Penetapan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi pada Perusahaan Tercatat. Bagi investor yang rutin memantau IHSG hari ini live, perubahan ini menjadi informasi penting untuk menyesuaikan strategi portofolio ke depan.
Sentimen Pasar dan Rekomendasi ke Depan
Pengamat pasar menilai kebangkitan IHSG pada sesi pagi ini merupakan bentuk technical rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi volatilitas lanjutan, terutama menjelang penerapan kriteria evaluasi baru dan sikap MSCI terhadap pasar Indonesia. Pembaruan IHSG hari ini live akan terus menjadi acuan untuk melihat apakah penguatan ini berlanjut hingga penutupan atau justru berbalik melemah kembali.
Beberapa sektor masih menunjukkan penguatan yang menopang indeks, sementara tekanan jual asing pada saham-saham berkapitalisasi besar tetap menjadi perhatian. Investor disarankan mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi, sekaligus memperhatikan dampak kebijakan BI terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang secara langsung memengaruhi arus modal asing.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini live menggambarkan pasar yang masih berjuang di tengah badai tekanan eksternal dan penyesuaian kebijakan domestik. Kebangkitan ke level 5.363,55 menjadi sinyal awal yang positif, tetapi konsistensi penguatan akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan BI, keputusan MSCI, serta penerapan kriteria evaluasi IHSG yang baru. Para pelaku pasar sebaiknya tetap memantau perkembangan secara real time agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dan terukur.
Penulis: Sukri Mustakim
Editor: Alwira Fanzary
