Jazz vs Lakers: Luka Doncic Meledak 52 Poin, Los Angeles Bangkit dari Ketertinggalan 18 Poin di Delta Center
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Duel jazz vs lakers di Delta Center, Salt Lake City, pada Minggu malam waktu setempat berubah menjadi panggung pribadi Luka Doncic. Sang bintang mencetak 52 poin dan membawa Los Angeles Lakers bangkit dari ketertinggalan 18 poin untuk menang dramatis 132-123 atas Utah Jazz, mempertahankan rekor sempurna 3-0 di awal musim 2026-27.
Laga jazz vs lakers ini sempat tampak bakal menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Utah membuka pertandingan dengan tembakan panas dan bahkan mencetak 47 poin pada kuarter pertama, membuat Lakers tertinggal jauh sebelum paruh pertama berjalan separuh. Namun Los Angeles tak tinggal diam. Mereka membalas dengan 45 poin di kuarter kedua, membalikkan keadaan dan menutup babak pertama dengan keunggulan tiga poin.
Doncic Mengambil Alih di Momen Krusial
Doncic menyelesaikan pertandingan dengan 52 poin, 10 assist, delapan rebound, dan dua steal dalam 38 menit bermain. Ia mencetak delapan tembakan tiga angka, hampir menyamai total keseluruhan roster Utah yang hanya membuat sepuluh tripoin. Tiga tembakan tripoin krusial di akhir kuarter keempat serta sebuah charge yang mengubah momentum menjadi penentu kemenangan Lakers. Setelah laga, penggemar di arena meneriakkan chant “MVP!” untuk sang bintang.
Austin Reaves menjadi pendukung terbaik dengan 29 poin, termasuk tembakan tripoin mematikan 34 detik sebelum laga berakhir yang membawa Lakers unggul tujuh poin. Kombinasi Doncic dan Reaves kembali menjadi mesin serangan utama Los Angeles, meski kali ini mereka harus bekerja ekstra keras menghadapi perlawanan sengit tuan rumah.
Kessler Redam di Kandang Lama
Kembalinya Walker Kessler ke Salt Lake City menjadi salah satu sorotan dalam laga jazz vs lakers ini. Center yang bergabung dengan Lakers melalui sign-and-trade besar senilai kontrak empat tahun 130 juta dolar itu hanya mencetak dua poin dengan satu dari dua tembakan serta tujuh rebound. Padahal, pada dua laga sebelumnya ia rata-rata mencetak 24 poin dan 8,5 rebound dengan akurasi tembakan luar biasa 84,6 persen.
Jazz jelas menyiapkan rencana khusus untuk menghentikan mantan pemainnya itu. Pelatih Utah, Will Hardy, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan soal balas dendam, namun intensitas pertahanan timnya terhadap Kessler terlihat nyata sepanjang pertandingan. Dengan Kessler yang kesulitan, Lakers membutuhkan kontribusi pemain lain, dan itu datang dari Matisse Thybulle serta Ziaire Williams yang bersama-sama menyumbang 22 poin dengan enam tripoin, plus 13 poin dari bangku cadangan lewat Collin Sexton.
Masalah Rebound yang Mengintai
Di balik kemenangan dramatis ini, Lakers masih menyimpan pekerjaan rumah besar. Utah mendominasi papan rebound dengan perbandingan 51-30, sebuah angka yang menurut pengamat menjadi masalah kronis sejak awal musim. Jazz juga menembak 49 persen dari lapangan, sementara Lauri Markkanen dan rekan-rekan tampil agresif sepanjang laga. Bagi pelatih JJ Redick, kemenangan atas Jazz menunjukkan bahwa timnya kini lebih dari sekadar kumpulan pemain bintang, namun ketahanan di area rebound harus segera diperbaiki.
Di kubu Utah, penampilan rookie Peterson menjadi catatan tersendiri. Ia tampil kurang greget dengan tembakan 4 dari 13 dan gagal mencetak tripoin, meski tetap berkontribusi di aspek lain. Kekalahan ini membuat Jazz turun ke rekor 1-2, sementara Lakers kokoh di puncak dengan 3-0.
Duel jazz vs lakers kali ini membuktikan bahwa kehadiran Doncic telah mengubah wajah Los Angeles menjadi tim yang mampu bangkit bahkan ketika tertinggal jauh. Dengan kedalaman skuad yang lebih baik serta peran Redick yang makin matang, Lakers tampak serius membangun fondasi menuju persaingan panjang musim ini.
Selanjutnya, Lakers akan menjamu Portland Trail Blazers pada Selasa, sementara Jazz akan menjamu Memphis Grizzlies pada Senin malam. Jika mampu menjaga konsistensi dan membenahi kelemahan di rebound, Los Angeles berpotensi menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan di Wilayah Barat. Satu hal yang pasti, pertemuan jazz vs lakers malam itu akan dikenang sebagai malam gemilang Luka Doncic dan bukti ketangguhan sebuah tim yang tengah menemukan identitas barunya.
Editor: Sukri Mustakim
