Inforiau – 07 November 2026 | Jakarta – Liga Arab kecam keras Houthi coba serang Madinah, Arab Saudi, dengan menyebut langkah kelompok milisi itu sebagai eskalasi berbahaya yang menyentuh wilayah suci. Kecaman itu disampaikan setelah muncul laporan upaya penargetan kawasan Madinah, kota yang memiliki nilai keagamaan tinggi bagi umat Islam dan menjadi simbol stabilitas Arab Saudi.
Dalam penilaian Liga Arab, upaya menargetkan Madinah tidak hanya mencederai kedaulatan Arab Saudi, tetapi juga melukai sensitivitas keagamaan jutaan umat Islam. Organisasi negara-negara Arab itu menegaskan bahwa keselamatan tempat ibadah dan warga sipil harus menjadi prioritas utama di tengah ketegangan kawasan.
Liga Arab juga mendesak semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperluas konflik. Serangan terhadap wilayah berpenduduk padat, apalagi yang berdekatan dengan situs suci, berpotensi memicu reaksi berantai yang merugikan keamanan regional. Karena itu, pesan utama Liga Arab adalah perlunya deeskalasi, dialog, dan penghormatan terhadap norma internasional.
Bagi Arab Saudi, Madinah bukan sekadar kota tujuan ibadah. Kawasan ini menjadi pusat spiritual, destinasi umat Islam, dan bagian dari identitas negara. Setiap ancaman terhadap wilayah tersebut dapat menambah kompleksitas konflik Yaman dan memperlebar jurang ketegangan antara pihak-pihak yang bertikai.
Pengamat menilai kecaman Liga Arab memperkuat tekanan diplomatik agar eskalasi tidak berlanjut. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada respons kolektif negara-negara Arab, dukungan masyarakat internasional, serta kesediaan aktor konflik untuk menghentikan aksi militer yang membahayakan warga sipil.
Dengan demikian, kecaman Liga Arab menjadi sinyal penting bahwa penargetan Madinah tidak dapat ditoleransi. Perlindungan situs suci, keselamatan warga, dan upaya penghentian konflik harus berjalan seiring agar kawasan tidak semakin jauh dari stabilitas.
Editor: Sukri Mustakim
